Sunset at Kampung 200 and Your Light

Assalamualaikum !

Hello world ! have you ever feel so tired with your voyage?  But i still do not want to stop walking !

Kumpul Satoe Sumatera Selatan membuat saya dan yang lain harus kerja lebih keras kalo mau terwujud (kalo mau loh. sekali lagi, itu pilihan). Bergegas membereskan buku dan seisi tas dan buru-buru ke suatu tempat. Jadwal ngajar tiap hari selasa sore di suatu rumbel, Riksa namanya, bersama adik-adik SD dari kelas 3-5 (tadi ada kelas 6-nya). Adik -adik ini adalah anak -anak dari keluarga-keluarga yang tinggal di suatu kampung dibelakang apartemen dan rumah-rumah sangkuriang yang elit, di dekat bantaran sungai. Kampung 200 namanya. Konon dinamakan seperti ini karena waktu itu saat pembangunan suatu sasana, penertiban dilakukan untuk keluarga-keluarga tersebut dengan uang pesangon 200 ribu saja. Saya belajar dan mengajar bersama teman-teman yang cinta anak Indonesia (#ehem). Sebelum ngajar sempet-sempetnya OL (sebenarnya refers to S3)

semangat, waktu yang kepepet biasanya berpotensi munculnya kreatifitas, i need Your light, God!

Begitulah kira-kira..

kegiatan belajar mengajarpun dimulai, hari ini pelajaran IPA untuk anak kelas 4. Ada si Tobi, Rusman, Hana, Adit, Robin, dan Dada. entah mengapa, apakah karena saya yang sering bolong kalo ngajar (salahkan rapat, hehee, kidding!), atau emang anaknya lagi susah dikondisikan pokoknya hari ini kelas susaaaaahhhhhh banget diaturrrrr dan pitam ini naik turun. fyuuuhhhh.

“Besok kalian itu UAS ! ayo belajar!” saya setengah melotot

“&^*&%$^$#%#*(” bahasa sunda yang entah apa artinya

“yaudah teteh pulang !”

“yok pulang”

-_____-

maafkan teteh mu ini yaaa gara gara teteh jarang ngajar, bolong-bolong masuk kelas, jadi chemistry kita belum kebangun jadi aja yah kalian teh susah pisan dikondisikan jadi aja yah kita akhiri dengan maen HANGMAN! siapa yang mau digantung? ngacung!. ga deng maen tebak-tebak kata maksudnya yang berhubungan dengan IPA. misal : ada 6 kotak yang perlu ditebak huruf2 didalamnya, jawabannya RETINA. untuk apa itu RETINA adek-adek? dan semua pun menjawab. wah emang kudu ada metode pas yah buat mengajar bukan yang pas-pasan.

belajar mengajar pun berakhir… SELAMAT UAS SEMUANYAA! Bismillah !

eh sebelum pulang saya dan farhan (siswa kelas 5) buka papan catur, maenlah kita ! i really miss this moment when i should to do another amanah 🙂

saya kemudian pulang, kebetulan yang bisa mengajar hari ini hanya 4 orang termasuk saya, ketiga lainnya mngendarai motor. saya memutuskan untuk berjalan kaki saja hingga simpang Dago walaupun lumayan jaraknya tapi ga akan kerasa karena jalannya menurun. dan saya tidak pernah menyesali itu.

saat di jalan deket SD cisitu, seorang wanita paruh baya (seumuran nenek saya) melihat saya, jatuhnya lebih ke mengamati saya berjalan. cukup lama. sehingga akhirnya saya tersadar, what happen with me? is there something wrong with me?, soalnya beliau begitu lama melihat saya. dengan sedikit berbayang melihat nenek (maklum, mata saya minus 2,5 tapi ga pernah pake kacamata) , saya pun tersenyum dan sedikit mengangguk sambil bilang “punten ibu !”

mau kemana ? mau pulang bu, dimana rumahnya ? di Dago

lalu beliau melambaikan tangannya tanda memanggil saya untuk mendekat. mendekatlah saya hingga ke depan beliau.

saya sungkem dan berkenalan. nenek rambutnya sudah putih semua, wajahnya sudah menampakkan banyak kerutan sehingga matanya kian sipit, jalannya pun sudah agak susah tapi yang menarik adalah why she called me ? kita ga saling kenal dan saya diajak kerumahnya. wow! amazing. ini suatu ketidak sengajaan, ketiba-tibaan berakhir pada suatu inspirasi.

kamu sekolah dimana ? saya mahasiswi ITB bu, eh setengah mahasiswi bu (ga tau sih statusnya apa)

hebat kamu ! jurusan apa ? farmasi bu. ah ibu..alhamdulillah takdirnya di ITB bu

ibu pengen cerita-cerita sama kamu ! (it’s amazed me.bisabisanya ibu ini mau cerita banyak sama orang yang kebetulan lewat macem saya)

mulailah eyang (begitu ia ingin disapa) bercerita.

saya punya 4 anak saja, tapi 11 anak asuh ! (waw terkaget2). 11 anak asuh saya adalah anak2 yang tinggal di pinggiran toko, di jalan, dan ditempat2 yang tidak layak untuk di tempati. suatu hari, mereka menghampiri saya, menceritakan bahwasannya mereka sedang susah, orang tua mereka tak berpenghasilan, tak diterima kerja, jualan sana sini tak laku. “apakah eyang bisa menuntun kami agar kami bisa mengubah keadaan ini?” tentu saja bisa ! jawab saya

saya mengamati dan mendengarkan dengan seksama

eyang melanjutkan ceritanya setelah menghela nafas panjang

‘apakah eyang punya biaya ?” biaya itu urusan nanti jawab saya, tapi satu, saya ingin melihat komitmen dan konsisten kalian. mereka (11 anak asuh itu) mengangguk. dan jadilah mereka anak asuh saya. saya tuntun mereka, saya motivasi mereka dan berbanggalah saya sekarang, tak ada yang bisa menggantikan kebahagian saya even itu mereka mau memberi saya balasan berupa materi, menaik-hajikan saya berkalikali, dll, selain saya bisa mengantarkan mereka hingga saat ini menjadi insinyur sesuai harapan saya dan alm. suami saya (eyang mulai berkaca-kaca, dan dari sudut matanya hampir mengeluarkan air mata).

sya masih bengong, masih ga percaya dipanggil kerumah si eyang setelah bertatap muka tak sengaja saat jalan

saat menuntun anak-anaknya, eyang dan alm suaminya tak henti-hentinya menanamkan kamu harus berbagi. saya ikut bangga saat eyang menceritakan ke 15 anak menjadi insinyur yang berhasil. saat ini ke-15 anak anaknya sudah berpencar ada yang tetap di Indonesia, dan ada yang harus berperan di negara lain. anak-anak di negara lain berkeluh kesah padanya :

“eyang harus tau, betapa sebenarnya Indonesia itu menyedihkan?”, kenapa kamu bilang seperti itu kata saya, tak ada kabar lebih menggembirakan? ” di negara ini, kami harus ikut membantu membayar hutang Indonesia di negara ini. oh ya? saya kaget. apakah hutang kita sebanyak itu. “eyang punya solusi ga?” oke, saya akan kontak slah satu menteri…

(kalo ga salah menteri luar negeri atau lingkungan hidup yang beliau katakan. saya agak lost bagian ini karena saya mikir. oiyah org yg kerja diluar negeri juga ikut bayar utang? shock)

saya kontak pak menteri, pak menteri hanya bilang, jadi eyang punya solusi ga? kalo ga ya percuma. saya kaget. saya bilang aja, kamu (pak menteri) terbuka sama rakyat. kasih tau yang korupsi, kumpulin semua, jangan dihukum mati terlebih dahulu sblum semua hutangnya terlunasi.

dari cerita eyang, dari lihat perawakannya, dari mengamati saat beliau menceritakan alm suaminya, saya yakin beliau dan alm suaminya adalah orang yang disegani oleh ITB maupun pemerintah Indonesia. tapi saat saya ingin tau nama-nama beliau, beliau hanya bilang tak perlu kamu tahu nama saya. eyang menyayangkan ketidak terus terangnya pemerintah Indonesia bahwa kondisi bangsa kita sedang begini. orang-orang pelosok jarang yang baca koran jadi informasi hanya dari mulut ke mulut. eyang cuma pengen petinggi-petinggi negara ini terus terang dengan kondisi negara ini sampe ke pelosok sekalipun. (koruptor itu ngeri kali. ya Allah smoga saya dan teman2 saya ga belok yah jalannya nanti. aminnnnnnnnn)

eyang memberikan anak-anaknya masing-masing rumah, kendaraan lengkap dan seisi perabotnya agar mereka tak lagi memikirkan materi untuk mereka sendiri, agar mereka hanya memikirkan bagaimana hidup rakyat kebanyakan. agar mereka memikirkan kontribusi saja buat negaranya. superr!

begitupun saat beliau menceritakan alm suaminya, beliau menyayangkan bahwa talang air di Bandung untuk air bersih kebanyakan masyarakat yang telah susah payah dibangun alm suaminya, saat meninggal diberikan ke bekas mahasiswanya dan sekarang oleh bekas mahasiswanya itu malah dijual untuk dibangun apartemen atau bangunan2 real estate lainnya. wah Gawat !

eyang pun suka sedih kalo ada anak2 warga kampung cisitu berteriak depannya,

“eyang ! sebentar lagi ada ikatan orang-orang bangsat! ”

kenapa kalian sampe bilang begitu? ga ada kata-kata yang lebih baik lagi?

“ga ada eyang !”

saya yakin sebenarnya apa yang mereka katakan adalah wujud dari keluh kesah orang tuanya setiap hari di rumahnya,, sehingga mereka harus mengatakan itu. saya katakan kepada mereka, kalian lah yang mengubah ! bisa?

ah percakapan saya diakhiri karena waktu azan magrib tiba, sebelum pulang tiba-tiba ada pak hendri dan bu kus (salah satu alumni farmasi) menghampiri eyang, bersilaturahmi, sungkem dan eyang pun memperkenalkan pasutri ini. ternyata pasutri yang menyebut diri mereka kus min kenal dengan salah satu dosen farmasi yang juga sahabat ayah saya, mereka menitipkan salam. aah dunia sempit.

oke eyang ! kita harus berpisah, setelah mengajar saya boleh bertamu asal bilang dulu ke eyang, soalnya eyang walaupun sudah kian renta masih aktif speaking2 di beberapa negara dan tempat tergantung invitationya. eyang titip pesan agar saya tetap setia sama cita-cita saya (jadi sebelum bercerita beliau nanya, mau kerja dimana. ahe ahe). eyang juga titip pesen, karena saya muslim eyang bilang jangan lupa zikir dan tahajud. itu penting selain yang wajib.smoga kamu bisa ya berpikir untuk banyak orang bukan untuk dirimu sendiri (makjleb jleb jleb).

aduhh adek-adek yang tadi saya ajar, maaf kan teteh yaaa teteh tadi agak kesel karena kalian susah diatur T_T.

saya juga jadi inget kemaren saya ‘mesuh-mesuh’. yaa ampuunn baru aja dapet gaji asisten inter udah harus bayar utang riset, huhu. abisss,saya segan buat minta duit lagi ke ortu secara saya udah lulus dan sharusnya sudah mikirin penghasilan untuk menghidupi hidup saya sendiri. bahkan sampe saya inget2 hutang2 temen saya ke saya. Astagfirullah…

masih banyakkk banget hal-hal yang ingin kita diskusikan, smoga berjodoh sehingga bertemu kembali ! terimakasih atas motivasi dan inspirasi senja eyang. terimakasih sudah mau memanggil saya.

 

nb : tadi beliau pesan. it’s up to you, you keep it or you tell it to others.. and i choose the second option

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s