Waspada Resiko di Balik Gurihnya MSG

Bagi yang sering menonton TV, dan memperhatikan lalu lintas iklan yang cukup marak disela-sela acara, pasti pernah melihat iklan sebuah merek penyedap rasa. di iklan itu dijelaskan rasa yang bisa lidah kita kenali yaitu asin, manis, asam, dan pahit. ternyata ada satu rasa lagi. UMAMI ! ya, umami adalah rasa gurih.

mengapa bisa ada rasa gurih ?

Di dalam tubuh kita terdapat zat-zat kimia, dalam bahasa ilmiah disebut neurotransmitter, salah satunya bernama neurotransmitter glutamat. glutamat dalam bentuk garamnya (asam glutamat) bila berikatan dengan tempatnya atau disebut reseptor di bagian lidah kita, akan menjadi sumber rasa gurih.

Umami saat ini lebih banyak di produksi sebagai bahan tambahan makanan yang digolongkan sebagai peningkat rasa. seperti yang sering ditambahkan pada masakan dalam bentuk bumbu instan, makanan ringan untuk camilan seperti chiki, bumbu mie instan atau jajanan-jajajan pinggir jalan yang rasanya sangat gurih.

sejarah MSG

Penelitian mengenai rasa dasar lidah umami dan MSG pertama kali di populerkan oleh Kikunae Ikeda dari Tokyo pada tahun 1908. kemudian segera setelah penemuan pertama ini, diproduksi bahan tambahan makanan MSG ini pada tahun 1940, di Amerika Selatan dari jagung dan gandum. pada masa modern ini, MSG di dapat dari fermentasi gula bit molase untuk menghasilkan kristal putih halus mirip garam yang membuat makanan terasa lebih enak. akhirnya di produksi dalam jumlah yang banyak sebagai bentuk bumbu penyedap rasa instan.

MSG menjadi kontroversial

Konsumsi MSG yang tidak dibatasi ternyata menimbulkan resiko pada tubuh kita, walaupun hingga saat ini masih kontroversial. badan POM-nya Amerika (POM : pengawas obat dan makanan) telah menyatakan bahwa MSG sebagai bahan tambahan makanan yang aman (GRAS : generally recognized as safe). Belum ada sumber yang menyatakan jumlah maksimal harian yang diperbolehkan untuk MSG. tetapi, badan POM Amerika ini meminta kepada produsen-produsen makanan untuk menambahkan MSG pada komposisi makanan bila makanan tersebut mengandung zat tersebut. saat ini yang telah diketahui barulah sebatas titik optimal rasa gurih yang bisa dirasakan seseorang, yaitu maksimal 5 gram/hari. pun begitu pada peraturan diIndonesia, peraturan Menteri Kesehatan RI No.722/Menkes/Per/IX/88 menyatakan penggunaan MSG dibatasi secukupnya, tidak boleh berlebihan. Namun, belum ada penjelasan detail berapa gram/ hari yang diperbolehkan.

Masalah pertama dengan MSG ditemukan di tahun 1950-an dan 1960-an. Profesor John Olney dengan penemuan besar tentang bagaimana MSG mempengaruhi sel-sel otak. Dia mengamati bahwa sel-sel otak yang sering diberikan MSG dapat mati. sehingga beliau menyebut MSG sebagai neurotoksik (racun untuk sel syaraf).

Otak anak menjadi korban MSG paling besar karena otak anak 4 kali lebih sensitif terhadap makanan yang dapat menyebabkan ketergantungan,salah satunya dapat ditimbulkan dari banyaknya konsumsi MSG.

Penelitian juga telah menunjukkan bahwa MSG dapat merangsang daerah-daerah tertentu pada otak seperti hipotalamus dan amigdala. salah satu fungsi hipotalamus adalah untuk memonitor nafsu makan. dengan banyaknya konsumsi MSG, akan merangsang semakin besarnya nafsu makan, akhirnya dapat menciptakan penderita-penderita obesitas lebih banyak bahkan mulai dari saat anak-anak telah mengalami obesitas.kebanyakan asupan Glutamat juga merusak inti sel otak dan mempengaruhi fungsi amigdala dalam mengatur emosi. sehingga kemungkinan orang yang kebanyakan makan MSG memiliki karakter yang intens marah, takut atau apatis.

banyak laporan yang menyebutkan adanya reaksi samping yang ditimbulkan bahan tambahan makanan tersebut walaupun hal ini sangat bergantung pada sensitivitas tubuh masing-masing. adapun reaksi yang ditimbulkan dari konsumsi MSG meliputi :

  • sering pusing
  • reaksi alergi seperti kulit gatal, merah, atau sakit tenggorokan
  • Mati rasa, kesemutan atau terbakar di wajah, leher, dan daerah lainnya
  • jantung berdebar
  • nyeri dada
  • mual
  • rasa lemah dan lesu

Rasa gurih memang menjadi salah satu daya tarik untuk memilih mengkonsumsi suatu makanan, terutama bagi anak-anak. anak-anak cenderung memilih makanan-makanan ringan dan jajanan pinggir jalan kaya akan MSG untuk dijadikan makanan favorit. Bila sebagai orang tua tidak memahami dan membatasi asupan MSG bagi anak, dapat timbulah anak-anak yang sulit menangkap pelajaran dan mengalami penurunan daya ingat sehingga menjadi anak yang kurang cerdas akibat rusaknya sel otak perlahan. mulai saat ini, mumpung MSG belum terakumulasi lebih banyak untuk dapat merusak sel otak, orang tua dapat membatasi jajanan anak-anak yang mengandung banyak MSG. sebagai alternatif, orang tua perlu cerdas menyajikan bahan makanan alami yang mengandung MSG alami yaitu terdapat pada ikan, daging, sayuran seperti tomat, jamur, kubis,dan bayam.

mari menjadi orang tua cerdas yang memikirkan kebaikan untuk anak di segala aspek

p.s : tribute to sbbh’s family !

sumber : http://www.msgexposed.com/msg-causes-rapid-brain-cell-death/

^ Nicholas J. Maragakis, MD; Jeffrey D. Rothstein, MD, PhD (2001;58:365-370.). “Glutamate Transporters in Neurologic Disease”. http://archneur.ama-assn.org/cgi/content/extract/58/3/365?maxtoshow=&hits=10&RESULTFORMAT=&fulltext=monosodium+glutamate&searchid=1&FIRSTINDEX=0&resourcetype=HWCIT. Retrieved 2010-11-10.

http://www.mayoclinic.com/health/monosodium-glutamate/AN01251

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s