Tuhan Maha Adil

aku cuma ingin didengar. sekali saja.. walaupun aku tak kuasa untuk bicara banyak. setidaknya aku punya ruang dan waktu walau sedikit untuk bicara. akan aku manfaatkan sebaik-baiknya. aku janji

“aaaaa auu aanaa aa uuu na”

” apa nak ? kamu butuh apa?”

(menunjuk piring)

” kamu mau makan? apaa nak apaa ?

aku hentikan kicauan ku, ternyata ibu masih belum mengerti. padahal aku sudah berapa tahun Bu bersama mu, tapi mengapa kau tidak pernah mengerti ? sempat aku ingin marah tapi aku tak kuasa. siapa yang susah payah melahirkan dan mengurusku sebesar ini? kalau bukan sosok setengah baya didepanku ini.

Ya, namaku Kartini Prameswari. aku sekarang sudah berumur 21 tahun namun aku masih saja dianggap seperti anak kecil. padahal sebenarnya aku telah mengerti apa itu kehidupan. kehidupan itu mudah, tapi selalu saja kita anggap sulit. untuk itulah kita butuh Tuhan, menurutku kehidupan itu aku. aku yang berjuang untuk bersyukur, selalu dan selalu. aku seorang tuna rungu. biasanya penyandang tuna rungu akan mengalami permasalah pula dalam pendengaran, oleh karena itu aku butuh alat bantu mendengar.

sebagai seorang tuna rungu aku lebih banyak diam. diam bukan berarti aku tidak mengerti. namun aku hanya sulit mengungkapkan. bahasa-bahasa isyarat telah aku pelajari. sesama tuna rungu telah sama-sama mengerti. namun zaman sekarang menurut aku sudah mulai bisu, sudah mulai mengejek kami para tuna rungu. aku pribadi ingin sekali bicara ! kami ingin orang-orang paham bahasa isyarat agar aku bisa bertukar cerita dan pemikiran ku mengenai budaya. jangan kira walau aku tak lancar bicara aku hanya diam jadi aku tak memperhatikan. ini passion ku, menulis dan memahami budaya Indonesia.

zaman sekarang dengan gemerlap teknologi kian lama kian buat dunia bisu, apa sudah bergerak menjadi penyandang tuna rungu semua ? semua percakapan dipindahkan ke media sosial bernama facebook, semua kicauan dipindahkan ke twitter, pernah aku makan di cafe sebuah mall kota ku, keluarga dengan 5 orang anggota semuanya sibuk dengan BBnya masing-masing. padahal mereka telah diberikan ruang dan waktu untuk bercengkerama. apakah mereka tidak pernah berpikir di posisiku ? yang ingin sekali berbicara ! memberikan orasi-orasi kebudayaan.

Tuhan tidak adil

Tidak ! Tuhan itu adil. manusialah yang tak pernah adil.

adil terhadap nikmatNya, mau itu membuatnya bahagia atau sedih.

 

*lagi males nulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s