No Reason

jadi apa yang kamu suka dari orang itu ?

tak ada alasan

ga ada alasan???

lalu buat apa

ga tau

aku hanya menggeleng-gelengkan kepala saat dimintai alasan. karena memang tidak ada alasan.rasanya apa yang sudah saya bangun sebelumnya runtuh seketika. bener-bener runtuh. smua dipatahkan. sampai tak bersisa. rasanya seperti bungee jumping di ketinggian 30 meter. ah ! namun saya tidak bisa membantah. smuanya benar. apa yang dikatakan semuanya benar.

tarik nafas dalam…. lalu hembuskan… begitulah cara saya menenangkan diri saya sendiri. tangan dingin mengepal. kalau saja saya tidak belajar yang namanya emotional controlling. sudah habis tembok tersebut saya hajar pakai jurus karate yang sudah saya pelajari sepuluh tahun.

padahal yang ingiin saya hajar ya diri saya sendiri. ya ketidaktegasan saya. ya kesetiaan terhadap komitmen. ya atas ketidak jujuran.bahwasannya saya tidak menyadari bahwa Tuhan benar-benar menyayangi saya.

jadi maukah kamu berkorban demi suatu kebaikan ?

aku belum sanggup

jernihkan pikiran kamu, Ni!

baiklah. akan dicoba. kapan deadlinenya?

as soon as possible

ibu saya akhirnya pergi, saya melambaikan tangan. tiba-tiba beliau berbalik badan dan berteriak

orang tulus seperti kamu pasti disayang Allah ! tenang saja ! kamu saja yang tak sadar !

menggangguk pelan

siapa dulu ibunya

lirihku sambil tersenyum 🙂

Leave a Comment