Corat-Coret

masih dengan saya, kartini prameswari. agak bingung memenggal nama saya untuk menyapa saya. pernah saya corat-coret kertas hanya sekedar memenggal per suku kata nama saya. kar-ti-ni pra-mes-wa-ri. lalu saya coba-coba kalo dipanggil karti, tini, arti, prames, wari. ga ada yang saya suka dengan penggalan-penggalan tersebut. smuanya ndeso. nama kartini saja sudah cukup ndeso dan kuno. tapi saya suka orang-orang tidak memanggil dengan  penggalan-penggalan suku kata. harus disebut lengkap. kartini

walaupun ndeso , saya ga mau dipanggil karti atau tini. tambah ndeso menurut saya. kartini walaupun kuno nan ‘jebot’ tapi lantang terdengar, menginterpretasikan jiwa saya walau dengan keterbatasan yang dimiliki. saya perempuan yang cukup tegar dan berprinsip namun menghindari lagak sombong, saya masih punya hati. itu berarti saya punya empati.

keseharian dengan mengamati perilaku manusia adalah kegemaran saya. cukup aneh menurut saya. mana ada orang yang mau berlama-lama mengamati orang lain. jikalau orang tersebut sangat menarik baik dari karakternya maupun apa yang sedang ia lakukan, tak pelak saya mengejar orang tersebut. walaupun orang tersebut malah risih saya tak patah arang. terus mengikuti hingga penasaran ini habis. sungguh aneh. itulah mungkin kepekaan dan kepedulian itu muncul. sebenarnya dari interaksi kita. interaksi kau habiskan dengan dirimu tak pelak kau hanya peka dan peduli terhadap dirimu. namun kecintaan dan sayang yang merupakan tingkat lebih tinggi dari peduli, hanya muncul jika terjun langsung.

to be continue. kerja lagi dulu. lumayan jadi ga ngantuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s