Sense of Spirit

~a tribute for http://www.SatoeSumateraSelatan.org~

“life is wonderful, love is beautiful and giving is so powerful.”

Sepenggal kata diatas pernah saya temukan di sebuah buku yang membuat saya semakin cinta dengan ‘sharing dan ‘giving’. Memberi adalah kekuatan. Kekuatan bagi yang diberi pun kekuatan bagi yang memberi. Kok bisa? Ya bisa. Contoh kecil adalah dosen dan mahasiswa. Dosen memberi ilmu dan mahasiswa di beri ilmu. Mahasiswa mendapat ilmu yang menjadi kekuatan untuk tahap lanjut pencapaiannya, dosen yang memberi juga jadi punya kekuatan, kekuatan untuk terus mencari penelitian-penelitian terbaru gara-gara pertanyaan kritis mahasiswanya. Masih banyak kekuatan yang  lain dari giving yang mungkin cuman bisa di rasakan dan ga bisa di tuangkan dalam sebuah tulisan, mungkin bisa dicoba sendiri :p

Nama saya Yangie Dwi Marga Pinanga (22thn). Teman-teman saya biasa memanggil saya yangie, ya-ngie.kalo mau memenggal nama saya baiknya suku kata kedua, seperti ini : mau kemana, Ngie ? jangan seperti ini : mau kemana, yang? Akan ambigu sekali. Bisa sayang, bisa peyang, bisa kayang, bisa layang. Bisa bikin ge-er bisa bikin bete juga. (ngejelasin nama aja panjang amat yak !)

Saat ini saya masih menjadi mahasiswa di Bandung, kurang lebih saya sudah menghabiskan hampir 5 tahun sehingga sudah sedikit lancar berbahasa Sunda. Bandung bukan kota pertama yang ditempati sebagai kota rantau. Saat SMA juga sudah merantau, 3 tahun saya habiskan di sebuah sekolah semi militer di Magelang, jadi sudah sedikit mengerti bahasa Jowo.

Menjadi seorang rantau dari SMA, jauh dari keluarga di Palembang punya suka duka tersendiri. Kadang pulang cuman setahun sekali, kadang jadi ga tau info-info tentang kampung halaman, kadang jadi orang asing pas pulang karena saking lamanya ga pulang-pulang. Kangen lah intinya. Tapi ada sukanya. Jadi kenal dan paham betapa beragamnya Indonesia. Jadi tau karakter-karakter tiap daerah, jadi ngerti lebih banyak budaya-budaya Indonesia selain songket dan pempek, serta jadi jalan-jalan keliling Indonesia. Lumayannn berbekal bilang ‘ kita kan fren’ seenggaknya dapat akomodasi di tiap kota destinasi. 😀

Masih soal merantau, perantauan di Bandung yang lebih lama dari di Jawa Tengah dan disaat usia hampir menginjak usia kepala dua (kala itu :p. Atau setidaknya pola berpikirnya sedang berkembang), membawa pengaruh tersendiri. Kan katanya, saat jadi pemuda ya kira kira umur 20-25 tahun gencar-gencarnya usaha mencari jati diri (duilee) dan sedang gila ide dan aktualisasi. Nah dikota rantau ini, bersama temen-temen rantau lain, kami ingin memaksimalkan waktu yang ada. Sayang rasanya, apalagi kalau ingat pengorbanan orang tua. Jadi yang ingin dilakukan bukan sekedar kumpul-kumpul, hurahura atau kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang). Ga salah… tapi jadinya ga ada esensi lebih yang didapat dari pengalaman hurahura dan kongko-kongko tersebut.

 

Anak muda, jiwa yang bergelora (jrenggg.. #metikgitar)

 Di Indonesia ini, mau di Jogja, mau di Bandung, di Sumsel, punya kumpulan SDM yang sungguh berkualitas menurut saya (sayangnya yang sering kesorot media hanyalah yang  negatif-negatif saja). Banyak masyarakat mudanya yang gerah akan suatu hal yang datar, yang itu-itu aja. tidak nyaman kalo melakukan apa-apa sendiri. Jadilah banyak sekali komunitas yang terbentuk yang mengakomodasi tujuan, cita-cita, mimpi ataupun sekedar kegemaran. Beda sama negara di belahan Amerika sana. Kalo ga ada PPI (Perkumpulan Pelajar Indonesia) disana, pribadi karakter orang-orang Indonesia yang tinggal disana, mungkin bisa sedikit terpengaruh bule Amrik, mengikuti pribadi individualis dan kapitalis. Tapi kalo indo itu beda!

Mari kita menilik kota Bandung, anak-anak muda Bandung seakan pengen teriak kita pengen yang baru dan beda ! jadi mereka membentuk karya atau wadah tempat mereka mencurahkan imajinasi dan kreatifitasnya. Misalnya saja komunitas sahabat kota (maaf sebut merk), komunitas ini kebanyakan berisi generasi muda yang mau kota Bandung tetep hijau dan adem (melihat sekarang Bandung makin panas), gerakan-gerakan pun tumbuh sejalan banyaknya orang yang bergabung bersama. Awalnya hanya satu kemudian bercabang di berbagai titik lalu jadilah tumbuh berkembang. Dan masih banyak ide-ide gila lagi yang sebetulnya tidak harus kita jiplak sama sekali tapi bisa kita ambil filosofi di balik itu semua. Barang siapa yang memiliki kegemaran, bersama, atau menginginkan mimpi yang sama ada baiknya berkumpul dan beraksi. Banyak contoh orang-orang dengan hanya dari kegemarannya, bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Pun menurut saya di Palembang juga bisa. Dapat dimulai dari suatu kegemaran atau mimpi yang sama, berkumpul lalu bergerak, yang nantinya akan membuat kita semakin berpikir bahwa kegemaran ini, hal-hal yang disenangi ini, lebih bernilai jika disenangi banyak orang juga. Misal seperti ini, saya suka menggambar, lalu saya menemukan teman-teman saya yang suka menggambar juga. Biasanya kami bervandalisme di dinding-dinding sekolah, dan itu tidak disukai, karena ingin kegemaran menggambar ini juga disenangi orang lain maka kami izin membuat pojok warna di sebuah sudut kota palembang, eh malah jadi tempat wisata. (sayangnya ini baru khayalan).

Atau misal juga malem-malem di daerah lapangan Ampera (depan BKB kalau ga salah), kan kurang terang tuh, paling jadi tempat pacaran, jadi tempat foto-foto, sesekali melihat penjual mainan disana, atau rumah makan yang sulit dimasuki semua orang (mahal.red). pokoknya kalo wisatawan pengen kesana cuma mau poto titik. Padahal kita bisa berbuat lebih, dari hobby bareng sama temen se-genk, misalnya hobby akustikan, hobi main instrument, hobby nyanyi, digelar deh misbar (gerimis bubar). Malem minggu pertama jadwal band akustiknya si A, malem minggu kedua jadwal band akustikannya si B, malem minggu ketiga versi band bapak-bapak gaul sumsel dengan lagu old and country, pas old song dan country-country zaman dulu kan bisa ajak keluarga, jadi deh cafe malam dengan live music tanpa makanan, dengan pemandangan jembatan ampera. Kalau ada istilah Paris adalah kota ter-romantis, terutama di menara eiffelnya,  maka nanti akan ada istilah Ampera im in love, jembatan ter-romantis sepanjang abad. (#tuhngayallagi)

Padahal awalnya dari hobi, selain bisa menyalurkan hobi,juga jadi bisa memberi hiburan, bisa memberi warna tersendiri bagi kota, semuanya bisa. Dijamin ga pernah ada preman deh disitu :D.

Begitulah, zaman sekarang menuntut berpikir in the bigger box dalam penyelesaian sebuah masalah, tidak fokus pada penyelesaian masalah dengan cara yang konvensional namun perlu ditambahkan bumbu kreatif, tanpa membuat peran dan kewajiban kita terabaikan, tanpa membuat hak orang lain tidak terpenuhi atau tanpa mengabaikan juga kepentingan pribadi dan keluarga.

Saya orang yang sering berkhayal dan berangan-angan suatu impian, tapi sayangnya masih perlu berusaha untuk bisa merealisasikannya, singkat kata belum action ! perkataan tanpa action itu hanya ilusi belaka. Apalagi tanpa disertai doa. Mimpi-mimpi ini mungkin sama bagi sebagian temen-temen di Sumatera Selatan. Keinginan pribadi ternyata tidak hanya identik dengan kepentingan pribadi saja, keinginan pribadi juga ternyata dapat mengakomodasi kepentingan banyak orang. mimpi-mimpi kita yang sama ya pasti akan cepat terwujud bila saling merapatkan badan dan beraksi bersama.

Setidaknya kalo inget mimpi pasti termotivasi walaupun sering banyak tantangan yang membuat sebagian orang tereliminasi akibat tidak setia pada mimpinya. nothing’s immpossible. Jika mau bersungguh-sungguh. Kalo kata Paulo Cuelho “ dimana hatimu berada disitulah harta mu berada”

Mari kita sama-sama punya sense-of-young-generation-community-for-a-better-future,  the-smart-young-generation-who-love-sharing-and-giving”

“ bukankah sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama ?”

Semoga bermanfaat dan memberikan inspirasi 🙂

Salam semangat ! (#smashblast)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s