Ampas Hari Minggu

Kita tidak punya energi untuk membalas kejahatan. Kita justru punya energi terlalu besar membalas kebaikan. No time for negative things, sorry.

Memang benar dirasa, penulis itu sosok yang empati karena dia harus berinteraksi, mengamati, menyimak, dan memahami emosi yang ada pada suatu keadaan hingga terbawa pada tulisannya. Menulis sebenarnya memahat peradaban.

We dont write because we want but we write because we have to

kalau kata Alibin abi thalib : ikatlah ilmu dengan menuliskannya. olehk arena itulah menulis itu keharusan

zaman Soeharto dulu jurnalisme dibungkam, maka perjuangan di masukkan dalam suatu sastra, sastra harus bicara

“orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dari sejarah. Menulis adalah bekerja u/ keabadian “ –pramoedya ananta toer

Buku yang baik adalah buku yang membuat kita bergerak. Dont stop to write until people move to change their life to be better

because

To read is to write

To write is to empower

To empower is to change

To change is to life

Yang namanya ampas itu tidak semuanya dibuang. Sebuah ampas dengan management yang baik adalah yang bisa membuat ampas tersebut dapat digunakan kembali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s