Aku Malu Padamu

“Jangan tersenyum!” Aku malu pada kamu. aku capek menanggung malu. Teriakan ku tak pernah kau dengar. Sungguh aku malu hanya menutup kedokmu.

Seenaknya kau melecehkanku dengan mengharap kasih sayang pada bukan muhrimmu, pulang malam bersama dengan dalih silaturahim, mulutmu yang masih bergosip ria dan tak mau kalah dengan orang lain perihal gemerlapnya dunia. Belum lagi kau menyalahkan cara menggunakan ku, hijab style kata mu ? tapi ocehan mu masih seputar barang-barang branded, hanya perihal penampilan. Tak kau tau sejujurnya esensi kau menggunakanku. Ah aku muak. Lepaskan saja aku. Aku malu.

Aku hanyalah selembar kain kerudung, suatu saat aku pun pasti diberikan kesempatan berbicara terhadap semua yang aku pendam selama ini. Tentang aku dan empuku.

Dan bagi setiap empu jilbab yang lain, cobalah tanya, apakah mereka malu diatas kepalamu ?

#onprogress #ntms. bismillah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s