Blue Ocean

Entah mengapa keinginan saya dari 6 tahun yang lalu adalah mendarat di benua biru tepatnya di Amsterdam, padahal negeri ini telah menjajah bangsa saya selama 350 tahun lamanya. Mungkin keinginan saya ini hanya karena ingin mengunjungi teman SMA saya, Si Bebi Merinda Simanjuntak. Dari marganya sudahlah kita tahu bahwa dia adalah wanita batak tulen yang sekarang telah memiliki suami orang Belanda tepat disaat ulang tahun kemerdekaan RI tahun lalu seakan ingin dirayakan oleh segenap warga negara Indonesia (lebay).

Oke, si Bebi ini telah sukses menjadi motivasi saya menginjakkan kaki di negara kincir angin ini. Berbagai usaha mulai saya coba, buka-buka situs master di negeri tersebut, mulai asah kemampuan TOEFL serta ILETS, buat paspor (who knows? buat saja dulu), dan usaha-usaha kecil lainnya yang tak mungkin saya remehkan. Hingga akhirnya, tahun 2012, diumumkan bahwa kongres IPSF (International Pharmaceutical Student Federation) 2013 akan diadakan di Utrecht, Netherland. Dan jalan yang bisa saya lakukan kesana dengan biaya yang lebih murah adalah dengan menang lomba Patient Counseling Event (PCE). PCE adalah sebuah even lomba tahunan yang memberikan hadiah bagi pemenangnya untuk menghadiri kongres mahasiswa farmasi internasional tersebut sebagai wakil indonesia dalam PCE internasional. Event PCE nasional, untuk mendapatkan wakil Indonesia di PCE internasional 2013 tentunya dilaksanakan di tahun sebelumnya. Tidak mudah untuk bisa menjadi peserta lombanya. Di ITB sendiri, kita harus melalui serangkain seleksi. alhamdulillah saya diberi kesempatan bersama 4 lainnya (karena hanya di pilih 5) untuk bisa menjadi wakil SF ITB. Kami benar-benar berjuang untuk menggharumkan nama ITB. Setiap hari diisi latian, ke RS Muhammadiyah bertemu praktisi, belajar di perpus hampir setiap malam sepulang kuliah, latihan dan latihan. Rasanya semua usaha telah kami lakukan. Namun, Allah berkehendak lain, kami harus ikhlas untuk tingkat advance tahun ini tidak ada yang menang, masih bersyukur di tingkat beginner ada 2 junior yang jadi juara. Dan salah satu dipilih untuk menjadi wakil ke PCE international tingkat beginner. Kekalahan ini, tentu saja menutup satu jalan untuk saya bisa melihat si tulip. kecewa ke diri sendiri jelas ada. Tapi waktu itu keyakinan saya cuma satu, ketika satu pintu tertutup, maka pastilah pintu lain terbuka.

Benar saja, kala itu sedang belajar ujian apoteker, seorang teman menawarkan untuk menemaninya di acara ISCOMS (International Student Congress of (bio) Medical Science, beliau harus mempresentasikan researchnya, event ini juga event tahunan, kali ini yang ke20 dan tempatnya di… Groningen, Netherland. Of course i dream for it ! Banyak pertanyaan melayang di kepala. Ini bener petunjuk Allah kah? Apakah ini peluang yang disiapkanNya? Kesana cuma jadi pasif partisipan? ga bisa mempresentasikan juga? yah malu dong.. trus dapet duit dari mana? daftar-daftar aja ntar bayar gimana? dan lain-lain. Saya sudah sangat paham persoalan klasik ini. Mari luruskan niat kembali dulu. Allah, insyaAllah.. ini jalan untuk mencari ilmu, bukankah nyari ilmu sampai kapanpun dan kemanapun ? berkahi, ridhoi, dan semoga menjadikan manfaat. aamiiin. perihal dana? Allah punya segalanya. yang harus saya dan teman-teman lakukan adalah berdoa-berusaha dan beramal semaksimal mungkin yang dibisa. Mulailah kami berusaha memenuhi persyaratan visa dan alhamdulillah dipermudah, di kedutaan banyak sekali yang membantu, bahkan kami diberi visa schengen untuk 30 hari lamanya padahal acara ISCOMS sendiri cuma 5-6 hari. Kami berusaha untuk mengontak pejabat-pejabat sana-sini hingga ada perusahaan yang mau memberi serta berusaha jualan semaksimal mungkin untuk membantu menyokong finansial nanti selama disana. Finally, dengan izin Allah, dan orangtua juga tentunya, di awal juni tahun 2013 bisa menginjakkan kaki di dunia biru.

Cuma bisa bilang makasih kepada Allah, orang tua dan pihak-pihak yang membantu. Semuanya masih serasa mimpi, merasakan angin Holland yang masih dingin walau sebentar lagi musim summer, bertemu delegasi indonesia lainnya, mengagumi teknologi dan transportasi negara maju, desain dan arsitektur yang vintage nan rapih, kincir angin dan tulip khasnya negara ini, bertemu researcher, pembicara, panitia yang hebat, memberikan peluang selanjutnya dan membuka pengetahuan tentang riset serta masalah kesehatan terkini, memacu semangat untuk terus dan terus belajar, membangun investasi sosial dengan pelajar dari seluruh dunia, last but not least mencintai negeri Indonesia dan menginginkan diri ini untuk turut memajukannya (insyaAllah).

Alhamdulillah.

and the dream that you dare to dream really do comes true – over the rainbow-

Image
ITB delegations. thank you for this great experiences 🙂
Image
Wind mollen Zanshe Schan 🙂

Image

2 thoughts on “Blue Ocean

  1. I was contacted by NyoNyo, 6 days before all of you departed into Amsterdam. Sorry I couldn’t help much, the request was so sudden, and I was in the middle of obligation process clearing at central bank of Indonesia.

    Is it quite familiar for ITB’s pharmacy student to join any national or international event ? It can be competition or seminars, anything. I was so difficult to motivate my fellow classmate, to joined any event outside campus, such as all of what you’ve done. Thanks God there was Audrey as classmate, she was so get motivated the student to joining IPSF, that time.

    Have you received the reimbursement from your sponsors, as what they’ve promised before ?

    Good job & Keep cool

Leave a Reply to Yangie Dwi Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s