Sala de Culto Porto

Porto, Sat, June 15th 2013, at 15.30 pm GMT+1

Waktu telah menunjukkan pukul setengah 4 sore dan sudah masuk waktu zuhur (kira-kira zuhur di Porto itu jam 2 siang). Dari Aliados saya harus segera menuju R do Loureiro. Jika dilihat dari peta, jalan ini dibelakang stasiun kereta Porto Sao Bento, sehingga cukup dengan berjalan kaki untuk menuju kesana. Kemampuan membaca peta saya masih perlu diasah lagi, buktinya saya masih kebingungan jalan mana yang dipilih untuk menuju Sala de Culto Porto terdekat ini. Akhirnya saya menyerah dengan kelemotan membaca peta, saya butuh  bantuan orang sini, datanglah saya ke sebuah tourist center.

“onde e o mesquita ?” (where is a mosque?)

“o qué”? (what)

“place for moslem to pray near here”

“aha.. your map? i can show you”

“i search from google. and it showed in here, this street”

“sim.. (ya).. this place (sambil menunjukkan jalan)”

“Obrigada”

“de nada”

Wah ternyata jalan yang persis dibelakang stasiun. Saya bergegas melalui jalan tersebut. hmm.. tapi tunggu, yang mana mesjidnya ya? yang terlihat hanya deretan toko orang-orang india-pakistan dan rumah-rumah mereka. Kemudian saya mendengar orang-orang saling menyapa dan ucapkan Assalamu’alaikum, saya menoleh dengan cepat dan melihat beberapa anak sedang bermain dan beberapa pria yang sedang mengobrol, salah satu anak tersebut menggunakan kerudung. Alhamdulillah.. mari segera menemukan jawaban dimana saya bisa sholat.

“onde e mesquita?” (sambil meniru gerakan sholat)

anak-anak tersebut kebingungan dengan orang baru, adiknya yang masih berumur kisaran 4 tahun malah senyum-senyum tertawa seperti senang bertemu orang berkerudung seperti saya. Kakaknya segera menuju toko mereka dan memanggil ibunya bahwa ada orang yang sedang kebingungan yaitu saya.

“i wanna pray, where is mesquita?”

oh mesquita..

lalu ia berkata pada sang kakak, intinya artinya antar kan dia (saya) ke mesquita.

alhamdulillah… akhirnya saya menemukan saudara-saudara disini. Saya dituntun ke masjid, orang-orang yang berada dijalan itu melihat saya bersama 2 orang anak tersebut, langsung menyapa dengan assalamualaikum, oh ternyata mereka muslim. baru lah saya tau ini perkomplekan saudara muslim saya.. senangnya..

Sampai di sebuah lorong yang sepi, saya ditunjukkan dimana pintu mesjid atau lebih tepat disebut mushola.

pintu biru, kata sang kakak

but it is closed

Mereka berdua berlari malah meninggalkan saya. wah gimana ini? Saya ga bisa masuk, gumam saya. Tak lama kemudian mereka kembali bersama seorang pria, oh ternyata beliau adalah yang bertanggung jawab terhadap kunci masjid.

“this is the key, you can unlocked the door, and if you finish, please give back the key in that store, that is my store. im muslim, so dont afraid”, kata beliau sambil tersenyum

“im not afraid. thank you so much before. assalamualaikum”

“Wa’alaikumsalam”

oh akhirnya..saya menemukan Sala de Culto Porto ini. segera saya masuk ke masjid atau mushola ini. kita harus menaiki tangga terlebih dahulu hingga lantai 2, kemudian berwudhu dan tempat sholatnya berada di lantai paling atas. cukup untuk menampung 50 jamaah. beginilah pengalaman saya mencari masjid di tempat yang mayoritas bukan muslim, ketika disetiap sudut kota terdapat gereja dengan arsitektur yang megah nan klasik.

Tak ada panggilan sholat yang selalu saya rindukan seperti ketika di tanah air, mencarinya harus melalui lorong-lorong dan bangunnya yang tak terlihat seperti mesjid. Tapi tempat sholat inilah yang menyatukan kaum muslim di daerah ini. patutnya memang kita bersyukur terhadap islam dan iman selama ini. Sala de Culto Porto di dekat stasiun Porto Sao Bento ini bukan satu-satunya, sebenarnya ada Islamic Center lainnya di Porto, ada 2 masjid dan 1 mushola lainnya. namun karena keterbatasan waktu, saya tak sempat kesana. Konon, katanya di Lisboa terdapat masjid raya Lisboa di center kontanya, dan bangunan terlihat masjid dan megah. insya Allah kita bertemu minggu depan. semoga kita menjadi bagian dari barisan yang menolong agama ini. Wallahualam..

thank you so much Allah, ya Rabb, how i love You. i hope, this journey, makes me come closer to You 🙂

Selama menikmati kota Porto, seorang pria lanjut usia menyapa saya dengan ucapkan Assalamu’alaikum, sambil letakkan tangannya di dada, seakan ingin menunjukkan bahwa kita sesama muslim. tak ada yang membahagiakan ketika berpetualang dan bertemu saudara sesama muslim. Ketika saling mendoakan kebahagiaan walau berbeda benua.

OIya, i hope, this is the last my journey without muhrim.

Lets we make a journey, Makkah-Madinah-Persia-Konstantinopel-Syria-Andalusia.

InsyaAllah..May Allah bless us All muslim and muslimah.. aamiiin

enter mushola
Ini pintunya..
Image
Lorong masuk Sala de Culto Porto

Image

Image
Walaupun kecil namun saya yakin, tempat inilah berkumpul umat muslim di daerah ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s