Teresa e Cátya

Adalah Teresa dan Catya, teman baruku di Laboratório Militar de produtos quimicos e farmacéuticos Sucursal de Coimbra, Portugal. Kami bertiga sedang magang. Teresa sedang menempuh pendidikan apoteker dan untuk menjadi apoteker di negaranya ia harus melewati program internship di farmasi komunitas selama 4 bulan. Bulan Juni adalah bulan ketiganya, masih tersisa satu bulan lagi untuk kemudian ia bisa disebut farmasis. Teresa sekolah di Universidade de Coimbra. Ia selalu bilang kepadaku untuk pergi ke down town dan menyeberang ke sungai, disana aku akan bisa melihat Universidade de Coimbra berada di puncak kota Coimbra. tak ada kota selain Coimbra yang dibentuk oleh mahasiswa. Teresa menjelaskan ketika di down town dan melihat universitas, wajarlah jika ada rasa bangga yang besar pernah bersekolah disini dan menjadi bagian dari universitas ini. Semua pelajar Universidade de Coimbra merasakan hal yg sama dengan yang Teresa rasakan. Aku bisa melihatnya, dari matanya yang bulat nan coklat berbinar menyatakan kebanggan, begitu pula saat aku melihat ekspresi teman-teman mahasiswa lainnya ketika aku menanyakan seberapa senangnya mereka menjadi keluarga universitas itu.

Teresa berperawakan kecil, tingginya hampir sama denganku sekitar 155 cm, umurnya hanya terpaut berbeda beberapa bulan denganku, hidung mancung, kulit putih tipikal penduduk portugal. Dari gaya berpakaian dan sepatu keds yang slalu dipakai, sudahlah bisa aku menebak bahwa Teresa anak yang simpel, senang bergaya tomboy dan tak pikirkan ke-matching-an dalam berpakaian. Tapi Teresa perencana dan pengamat detail yang baik, terlihat ketika ia menyusun rencana tempat wajib yang harus aku kunjungi di Lisboa. Ia juga dengan sangat detail mengambarkan peta lokasi supermarket Dolce Vita, lokasi bus stasion dan lain-lain. Ketika berbicara tentang dunia farmasi, dia lebih suka nyemplung di medicinal chemistry, berkutat dengan soft ware komputer untuk mengetahui ikatan yang baik antar obat dan substansi target dalam tubuh. Bagi dia semua sudah beralih pada teknologi komputasi sehingga riset ini akan semakin berkembang dan akan menjadi research project untuk rencana PhD-nya.

Berbeda dengan sistem di Indonesia, di Portugal untuk menjadi seorang registered pharmacy membutuhkan waktu 5-6 tahun. Mereka harus mendapatkan gelar master kemudian baru bisa menjadi farmasis. Enaknya di Portugal ini untuk lulus dan meraih bachelor degree tak memerlukan research project yang memerlukan metode, pelaksanaan dan hasil penilitian dari yang telah kita rencanakan sebelumnya, atau biasa kita sebut sebagai riset meta analisis.

Dan Catya, adalah gadis kelahiran tahun 92. Gadis modis, berambut keriting dan berkacamata yang sedang menempuh pendidikan asisten apoteker. Cátya perempuan enerjik nan lucu yang saya kenal selama di Coimbra, ia sangat ekspresif dalam mengutarakan sesuatu. Kemampuan bahasa inggrisnya yang bagus sangat menarik saya untuk selalu mendengarkan dia bercerita. Catya sangat pintar memasak, terkadang suka grasak grusuk, menandakan kalo ia sebenarnya cekatan melakukan sesuatu. Ketika hari terakhir ia magang, ia membawakan kue yang juga disebut bolu oleh orang Portugis dan ketika aku tanya ini beli dimana dia dengan tegas berkata,

“Absolutely no, Yangie, i made it by my self?”

Aku kaget sampe keselek.

“Hah?you are talented in cooking!”

“What? it is so easy, i make cake twice in one week”

Mataku menatapnya penuh kekagetan beserta kekaguman. Wow. Kalo di Indo kamu udah dicari-cari cowok sebagai istri idaman catya!. Selasa besok, aku, Catya dan Teresa akan memasak makanan Portugis mulai dari appetizer hingga dessert di rumah Catya. It will be the most interesting and unforgetable moment in portugal. I cant wait!

Setiap hari kami sharing tentang apapun. Dari mulai tentang farmasi di Indonesia dan Portugal, regulasinya, pelayanannya, dan lain sebagainya. Kami juga sharing tentang kehidupan pribadi kami, kebudayaan Portugal dan Indonesia, sejarah Portugal yang menjajah indonesia dengan ditandai kedatangannya Alfonso d Alberqueque, pernikahan, salary, musik, resep makanan sampai akhirnya kursus bahasa Portugis dan bahasa Indonesia setelah makan siang kira-kira 1 jam lamanya.

Beginilah hal-hal yang pernah kami perbincangkan selama ini:

T : so how about a boy and a girl make relationship in indonesia?

Y : Why so suddenly you ask that? Okay, actually in my relegion we dont have any relationship like we see nowadays except marriage. so we may not.

C : sim, it is like my grand ma n grand pa and their parents did, but now it’s common when boy and girl live together although their patents know.

Y : i know. if you want a girl to be your girlfriend you should to ask to her parents and the best dating is in front of them

C : oh like make a permission?

Y : Ya some thing like that

C : Wow it’s more sweet

T : so you may not to have a date together just you and your boy friend?

Y : you can invite other friend to accompany both of you. you may not just you and him

T : okay if i invite another girl but the girl also invite her boy friend how?

Y : you also maynot. it is the same. double date

we laugh together,.

but suddenly, keesokan harinya… ditengah kesibukan kami membahas sebuah obat, Teresa memanggilku dan bertanya sedikit berbisik.

T : so yangie, i wanna ask you..you told that you come back to ur home town once a year, so your parent dont know you and your boy friend (maybe if you have) make a date. so you can do that without they know?

jleb..

T : it is normal yangie, that the man and girl want to have a time for dating

Y : well, ideally it is may not, but maybe some people dont obey it

T : but its normal no problem.

case closed

Keesokan harinya lagi aku pun yang giliran membuka kembali bahasan ini

Y : Teresa.. you told that it is common nowadays, a girl live together with her boy friend. is also common if they have children without have a special relationship called marriage?

T : It is more common yangie..in their mind, having children is a marriage.because the ceremony marriage sometimes will incriminate them

hening

Speech less

astagfirullah.

Image
Me-Càtya-Teresa nòs somos bonita e espàrta

another interesting conversation :

C : so Yangie, i watched the TV show last night and Jakarta is the one of hot topic in the world

Y : hah? really? what happened?

C : because jakarta has terrible traffic jam

Y : yah.. actually yes, so that i dont wanna live there

C : why jakarta has it? i mean really bad traffic, is the other city also has it?

Y : of course because jakarta is the capital city, maybe the other city has traffic jam in the rush hour

C : oh.. im still thinking about traffic (sambil memicingkan mata), okay now i wanna ask you, how much your gasoline cost ?

Y : 0,5-1Euro

C: what? So cheap! and how to get driving license?

Y : you can take driving course for 1 week or somebody in your family or your friend also can teach you, after that you go to the police office and the cost is about 100Euro

C : HAAAA? here, for getting driving license you should to take course and an exam and its approximately 800 Euros. so how much is the car cost?

Y : it depend, what kind of the car?

C : cheap but well, for us

Y : about 150000 Euro

C : whaaah, here is cheaper. so.. if im in your country, ill save my gasoline n driving course fee for buying a car

Y : hmmm.. maybe.. mayber because our street, our public transportation are not support yet or maybe because people think they are rich, they proud if they drive a car. i dont know well.

(BBM lagi naek di INDONESIA!!!)

another nice conversation

T : yangie btw.. how about your salary? how much?

Y : it depent what your position

T : fresh grad

Y : hmm… about 200 Euros

C : what??? It is nothing in here

Y : how bout here?

T : me, as a pharmacist, fresh graduate will be paid min 800 Euro, that’s the minimum

(dalam hati meringisringis)

C : OKAY! i work right now, i save my money and then i go holiday to your country, maybe if i move there i become rich!!!

(yey! sama aja! disini biaya hidup mahal! jadi ente mau pindah juga sama aja)

Im really happy to meet you all ❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s