Magang di Coimbra, Portugal

Lisboa, Portugal, 9th of June

Akhirnya saya merasakan perjalanan yang benar-benar sendiri, bisa disebut petualangan. Saya harap petualangan ini bukan hanya menambah ilmu dan pengalaman tapi juga menambah keimanan, kedekatan dengan Allah, semoga lebih terang jalan dariNya untuk melangkahkan kaki ke step selanjutnya, meninggalkan segala yang membuat kurang berguna dan mulai move on mencapai apa yang dimimpikan dan tentunya menjadi manusia yang sebaik-baiknya karena manfaat.

Berawal dari bandara Schiphol Amsterdam, saya meyakinkan diri bahwa ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan, meyakinkan bahwa ini adalah nikmat besar Allah yang berupa peluang untuk jadi lebih baik dan bermanfaat. jujur ada rasa takut dan keinginan untuk pulang saja. Apalagi saat berpisah dengan ketiga teman yang ikut kongres bersama sebelumnya, rasanya I’m alone. Mulailah pikiran buruk melayang, bagaimana kalo sulit menemukan makanan halal? kalau ga ada yang pake jilbab lagi sebanyak di Amsterdam? disangka teroris dan lain-lain. Tapi untungnya, keyakinan bahwa ini adalah kebaikan dari Allah lebih besar dan mengalahkan yang lainnya. Oya satu lagi, sebenarnya bila going abroad itu enaknya kalo sudah bareng muhrim. Harapannya memang saya sudah menikah, tapi well, harus bersabar lagi (galau), dan semoga perjalanan ini benar-benar membuka mata saya betapa banyaknya peluang dibanding masalah yang kita hadapi saat ini.

Hal-hal yang membuat saya semakin kampungan di bandara adalah ketika check in untuk mendapatkan boarding pass dan check in bagasi mandiri dilakukan. wow. smuanya automatically and so interesting. setelah urusan check in selesai dan berjalan ke boarding gate barulah saya menyadari bahwa HP saya ketinggalan di rumah Bebi, teman waktu SMA, saya menginap semalam di rumahnya, di Rotterdam (karena saya hampir ketinggalan bus, saya jadinya buru-buru). HP bagi saya kali itu sangat penting karena negara Portugal sama sekali ga ada bayangan rupanya gimana, jadi saya harus mengontak teman2 IPSF disana. Di bandara, saya harus merelakan uang untuk beli hp termurah dan ternyata.. bahasa netherland and i dont know to set its language (saking murahnya ga ada pilihan bahasa dan kalau dirupiah-in ini lebih murah. senangnya).

Penerbangan Amsterdam-Lisbon perlu waktu 3 jam, tapi sesungguhnya cuma 2 jam, karena antara ams-lisbon beda 1 jam, amsterdam lebih dahulu. bandara lisbon ga sebesar bandara schiphol. dan akses ke public transportation like bus or train ga sebagus di amsterdam, di incheon, atau di singapore tapi tetep.. ada public transportation ke smua daerah dengan mudah. karena dalam status ga tau apa-apa, maka haruslah aktif bertanya. untuk sampai ke kota coimbra dari lisbon, saya harus naik kereta dari airporto ke oriente, dari oriente harus beli tiket dan ganti kereta ke coimbra. dari oriente ke coimbra perlu waktu kurang lebih 2 jam. dan disinilah petualangan sesungguhnya di mulai. ya! di stasiun oriente ada pengemis tiba2 datang dan bilang speak english? ya of course, and then beliau ngajak ngobrol pake bahasa portugis. mana ngerti. sepenangkapan saya sih beliau intinya minta diberi uang karena beliau punya baby yang harus diurus. ternyata aja juga beggar di europe, oh mungkin juga karena portugal sekarang lagi krisis ekonomi. kereta pun datang dan aku salah masuk gerbong. ransel di punggung, gerek koper gede dan hrus buka pintu antar gerbong yang lumayan berat bener-bener cobaan tersendiri. belum lagi ternyata itu ga bisa sembarangan duduk. ternyata di tiket tertera gerbong berapa dan nomor tempat duduk. pusing baca tiket karena pake bahasa portugis. tanyalah ke orang portugis, beliau ngerti inggris tapi beliau jawab pake bahasa portugis. doengwengweng.. okelah akhirnya saya minta ditunjukki dan tadaaa. akhirnya sampai di tempat duduk bisa istirahat. eits tapi ga boleh jatuh tertidur lelap karena seperti yang sudah diketahui bahwa status perjalanan ini masih single jadi tidak ada yang mengingatkan bahwa sudah dekat dengan stasiun tujuan, padahal mata saya sudah kriyep-kriyep nahan ngantuk. Untungnya di stasiun tujuan melek dan buru-buru turun.

Alhamdulillah akhirnya sampai juga di Coimbra dan bertemu sama Student exchange officer (SEO) IPSF di Coimbra. Bertemulah saya dengan Ana and Sara Neto. Saya diantar ke dorm dan mereka mengajakku untuk membeli persediaan makanan dan nomor portugal. di dorm saya bertemu pelajar2 universitas de coimbra lainnya. Ada si kakak beradik baik hati yang mau direpotin untuk minjem alat makan, password wifi dan sering saya tanya2, fransisco and daniella. mereka sungguh sweet, masak bersama, makan bersama, si adik dokter, si kakak farmasis. Sweet deh pokoknya. satu kamar untuk dua orang, dan Room mate saya sungguh anak mama yang rajin belajar, namanya Daniella, dan banyak lainnya yang tentunya saya sulit mengingat nama mereka. Sama seperti orang Indonesia, orang Portugis ramah-ramah dan sungguh baik.

Sepertinya perlu diceritain kenapa bisa magang di portugal. well.. actually the name of this program is Student exchange program and you know, i am not student anymore ! 😀 so how can..? as you know, pharmacy student have a- non profit- international organization called International Pharmaceutical Student Federation (IPSF) yang didalamnya itu banyak proyek-proyek atau program-program salah satunya student exchange program (SEP). kalau univ kamu adalah member di IPSF atau termasuk dalam member ISMAFARSI (ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Indonesia)kamu bisa ikutan ini. hubungi kontak person univ kamu atau ISMAFARSI dan pilih negara serta field yang kamu pengen. trus kenapa milih portugal? well.. actually.. i got a visa from holland embassy for 30 days, my event in netherland just 5 days, so there are 25 days left and it is better if i add many experiences in europe. when i asked to contact person of ismafarsi, she helped me to find the host and here now Portugal ^-^. how to be funded? there are so many opportunities if your offering strong enough. and the important is dont afraid to make a mutualism relationship with sponsors.

Dormitory saya semalam 2,4 Euro jadi kalau sebulan kira-kira 72euros atau sepadan dengan 1juta dan fasilitas serba lengkap kap kap ! lebih lengkap dari kosan harga sejuta di bandung ! ah senangnya..

pelajar-pelajar yang di dormitory ini sangat terbiasa rapi, ada lemari-lemari tersendiri untuk menyimpan barang pribadi sesuai nomor kamar, selain itu mereka juga bersih dan terakhir yang membuat malu yaitu mereka pintar memasak ! masakannya memang ga seribet di indonesia, perlu bumbu dan rempah2 yang beraneka rupa, tapi dari segi skill saya patut mengancungi jempol. dari segi kemandirian saya juga sangat salut. mereka memang terbiasa terdoktrin “yes you can do it all even just by your self !”. beberapa memang patut untuk diteladani.

Well, hari pertama sukses membuat saya tidur 24 jam walaupun bangun sebentar-bentar karena harus tunaikan kewajiban, habis itu eh tidur lagi saking capeknya. semoga perjalanan ini bermanfaat bukan untuk saya saja namun untuk banyak orang. Bismillah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s