ISCOMS 2013

Bon Voyage #2 20th of ISCOMS (International Student Congress of (Bio) Medical Sciences)

June 4-7th 2013, Groningen, Netherland

 

Bismillahirrahmanirrahim..

Saya telah berjanji pada diri sendiri untuk membagi inspirasi ini kepada khalayak banyak. yap ! mari kita mulai berbagi 🙂

Apa itu ISCOMS? ISCOMS merupakan salah satu kongres internasional yang mengumpulkan para pelajar dan peneliti muda dunia untuk saling berbagi ilmu dengan mempresentasikan riset-riset yang dimiliki terutama yang berkaitan dengan Medical Sciences. ISCOMS ini bisa disebut sebagai wadah atau ‘pameran’ riset para pelajar dari berbagai negara, serta mempertemukannya pula dengan para ahlinya, profesor, pihak peneliti dari perusahaan dan tamu-tamu kehormatan lainnya.

Banyak arah penelitian yang menjadi topik besar dalam ISCOMS. Ada yang berfokus pada penelitian diagnostik (mahasiswa yang paling banyak datang adalah mahasiswa kedokteran, dan di Indonesia sendiri ISCOMS sudah ga asing lagi bagi para mahasiswa kedokteran kampus ternama), ada pula yang berfokus pada penelitian bio engineering, klinis, dan sosial klinis misalnya ‘the Effect of Religion and Culture on Diabetes Prevention Care in Nigeria’.

 

ISCOMS tahun ini telah menginjak usia 20 tahun. Pada 2013 ini diadakan dari tanggal 4-7 juni dan setiap tahun diadakan di tempat yang sama yaitu di University Medical Centre Groningen (UMCG), Netherland.

Siapa aja sih yang bisa ikut ? semuanya bisa ! bagi yang haus akan ilmu kesehatan. Harapannya bukan hanya dikonsumsi pribadi tapi juga bisa di share, setidaknya bisa menjadi motivasi dan batu loncatan untuk membuat diri ini lebih baik ke depannya dan bisa manfaat ke banyak orang. 

Saya pribadi merekomendasikan acara ini kepada :

1. Mahasiswa yang sudah lulus (mumpung nih yang baru anget-anget kuku jadi S.Farm), ISCOMS bisa jadi ajang kamu mempresentasikan riset di depan pelajar dunia lainnya. Ada 3 tempat untuk mempresentasikan riset kamu, yaitu bisa presentasi sebagai poster (tapi presenternya dikasih waktu 10 menit untuk menjelaskan jadi sama aja kayak oral presenter bedanya cuma di media presentasi), oral, dan plenary hall. Penentuan tempat presentasi juga semacam kompetitif, jika penelitian kamu sangat bagus bisa jadi ditempatkan di plenary hall dimana hanya dipilih 8 presenter dan penontonnya bukan hanya pelajar serta panitia, namun juga para professor di universitas ini dan tamu-tamu yang diundang. Selain itu, ditiap sesi baik oral, poster, maupun plenary hall akan dipilih yang terbaik untuk mendapatkan award, bisa berbentuk sertifikat, uang, bahkan publikasi internasional di The Lancet atau Nature. Riset yang susah payah kita kerjakan sampe nginep di lab bersama tikus-tikus (kalau yang farmakologi) hendaknya bukan hanya dipresentasikan di depan penguji seminar untuk dapat gelar sarjana, atau bukan cuma jadi buku TA yang kian menumpuk di perpustakaan, melainkan juga diniatkan untuk dibagikan dan dijadikan inspirasi untuk orang lain (who knows). Saya, sebenarnya malu kalau ikut event ini hanya jadi passive participant, namun apa daya, riset saya mungkin ga boleh lagi di publish karena udah di publish oleh sang supervisor (nasib proyekan.hehe). Siapa tahu, dengan presentasi riset temen-temen ini jadi gerbang awal meraih peluang yang lebih besar di luar sana terutama yang ingin berkarir di akademisi atau scientific carrier.

2. Orang kedua yang saya rekomendasikan adalah para mahasiswa yang kebingungan nyari topik riset untuk TA, Tesis maupun disertasi. Sekarang serba gampang sih bisa nyari topik riset di search engine dan email langsung ke periset tersebut. Namun mungkin berbeda aura semangatnya jika bertemu langsung. Kita jadi tahu trend peneilitian sekarang ke arah mana, celah mana dari penelitian diluar sana yang bisa kita ambil dan aplikasikan setelah sekembali ke tanah air. Minimal dari acara tersebut bisa mendapat referensi topik TA/ Tesis/ disertasi.

3. Para orang yang ingin cari inspirasi atau cari-cari peluang master di luar negeri, atau yang pengen punya pengalaman ngelab bersama para research group di University of Groningen atau UMCG. Soalnya, ada kesempatan untuk ikut ISCOMS Research Fellowship (IRFs) selama 2 minggu (tapi ini diperuntukkan kepada presenting participant).

Sebenarnya mahasiswa yang ikut ini banyaknya mahasiswa kedokteran. Dengan sering mengobrol bersama mereka saya jadi sedikit memahami kenapa dokter-dokter PD luar biasa. Padahal mungkin dari segi ilmu, farmasis mempelajari semuanya mulai dari anatomi fisiologi manusia sampai terapinya (sampai mabok). Hal tersebut mungkin karena di dukung dari curiousity dan knowledge yang mereka miliki dan terus mereka kembangkan untuk kesehatan yang lebih baik (insyaAllah). Nah kita juga ikut berperan dalam perubahan, jangan sampai ketinggalan kereta (note to self. hehe). Di event ini saya jadi banyak diskusi dengan para calon dokter, riset apa yang mereka kerjakan dan apa bagian kita. Intinya memang komunikasi dan saling menerima :D.

Kemarin pas ikut ini juga ada penelitian dari univ ternama di Indonesia (ini ga bermaksud menjelekkan lho), penelitiannya sama, bahan tanaman yang digunakan sama, mau meneliti efek yang sama, yang beda ekstraknya, si A ekstrak air, si B esktrak alkohol. Perasaan itu untuk penelitian satu orang, satu tanaman berbagai estrak diuji efeknya, bahkan ada yang dari kita udah neliti sampe isolatnya (eits, lurusin niat lagi. bukan pamer-pamer hebatnya penelitian, tapi kebermanfaatn :D). Ada juga penelitian yang saya kritisi karena ga da kontrol positif (terutama penelitian di eropa, kenapa ga ada kontrol positif ya?), tapi mereka PD aja mempresentasikan hasil jerih payah mereka. jadi.. ga ada salahnya untuk mencoba memasukkan abstrak teman-teman. Selamat mencoba !

Sebelum pameran penelitian, seminar dan workshop, satu hari sebelumnya dilakukan pre course. 1 orang dapat 3 topik. saya kebagian topik pre course : how to present research, from idea to proposal, dan statistika medis. Yang paling menarik yaitu saat pre course from idea to proposal. Si professor mengajarkan bagaimana bisa dapet beasiswa atau didanai dan bagaimana cara meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan dana. Intinya ada 2 hal yang bisa jadi peluang :

1. Membuat rencana menarik ttg penelitian kita dan mimpi kita, dan menemukan orang/ company yang mau mendanai (jadi niatnya adalah bukan mendanai orgnya, tp mendanai proposalnya :).

2. Search job vacancies dari research group dan minta mereka untuk menerima kita, jadi kitanya yang di gaji (cem kita ngerjain proyek gitu), tapi dengan begitu kita dapet beasiswa untuk master/ PhD/ post doctoral. kalau ini, CV yang berperan 😀

Pilihan workshop-nya juga banyaaak banget, ada skill lab, clinical training dan lecturing class. Adapun workshop yang saya ikuti yaitu tentang ethic end life decision dan yang kedua tentang traumatology dan ethic. Entah mengapa saya jodoh banget sama regulasi dan ethic. haha. Sebenarnya ada yang sangat menarik untuk saya ikuti tapi karena saya bayar terlambat (menunggu dana turun), kelas workshop ini sudah penuh jadi dilempar ke topik lain yang belum penuh.

Begitu juga dengan poster presentation dan oral presentasion, karena yang mau dipresentasikan itu banyak dan tidak mungkin semua orang ngedengerin semua partisipan yang presentasi, maka riset-riset dengan topik yang sama dijadikan satu kluster misalnya cardiology, cell biology, pharmacology, infectious diseases, dll. untuk poster presentasion saya kebagian melihat para presenter kelompok topik neurologi dan endokrinologi. Sedangkan untuk oral presentation menyaksikan para presenter dengan topik riset infectious diseases dan paediatrics. Menurut saya, topik teman-teman pasti masuk di setiap kelompok berdasarkan topik ini.

Kita juga berkesempatan menambah ilmu dari keynote lecture yang dibawakan oleh professor ahli. Salah satunya yaitu dari Prof. Bengt Fadeel yang menjelaskan tentang nanoteknologi. Beliau bukan hanya menjelaskan apa sih kehebatan nanopartikel, melainkan juga di sisi nanoparticle toxicity.

(klik : http://ki.se/ki/jsp/polopoly.jsp?d=24857&a=20446&l=en dan ini http://www.ncbi.nlm.nih.gov/m/pubmed/23335558/)

Kemudian di hari terakhir, ada healthy ageing debate. Topik tersebut lagi jadi fokus banget di Netherland. Mungkin karena di eropa, usia tua lebih banyak dibanding usia produktif dan anak-anak. Di debat ini, kita bisa berpendapat sesuai dengan case yang diangkat, mau jadi pihak pro atau kontra (yaiyalah, namanya juga debat). Debat kali ini bertemakan tentang perokok dan prioritasnya dalam pelayanan kesehatan. Dalam debat kali ini, ingin mengajak kita untuk melihat dari perspektif etika, ekonomi dan kesehatan itu sendiri.

Selain acara ilmiah dan ‘belajar banget’ + terkesan serius banget, ada juga kok acara sosialnya. tapi saya dan teman-teman ga ikut sampe habis karena kami takut ntar kebablasan party. hehehe.

Ada hal lain yang bisa kita bangun melalui ISCOMS, yaitu mulai membangun investasi sosial dengan para makhluk di belahan bumi lainnya. namun hal ini jangan dijadikan tujuan utama ya..

Begitulah sharing sekeping puzzle kehidupan saya di sebuah kota yang damai di utara Netherland. semoga pengalaman ini bermanfaat, berkah dan diberkahi Allah. Allahumma aamiiin 🙂

 

tunggu episode bon voyage selanjutnya !

“Saya cuma punya kepercayaan bahwa, setiap peluang dan mimpi yang baik pasti dari Allah, pikiran-pikiran yang jahat yang mengurungkan sebuah niat yang baik itu pasti bukanlah dari Allah.”

“Saya cuma punya kepercayaan bahwa, jika mimpi itu baik maka pasti Allah bantu. Saya hanya harus melakukan apa bagian saya, Allah lakukan apa yang memang Allah bisa, dan Allah punya segalanya.”

 

3 thoughts on “ISCOMS 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s