Student Exchange Programme 2013

Laboratorio Militar de Produtos Quimicos e Farmaceutica, Coimbra, Portugal, June 2013

Bismillahirrahmanirrahim…

Marilah kita membagikan catatan perjalanan disini 🙂

Setelah kongres ISCOMS di Netherland selama 5 hari, saya melanjutkan dengan Student Exchange Program di Portugal. Program ini adalah bagian dari proyek kerjanya IPSF, kita bisa pilih ranah kerja yang sesuai passion kita dan juga boleh pilih negara. Misal, negara pilihan yang dipilih Australia, minat pilihan pertama ke Hospital Pharmacy dan pilihan kedua ke Clinical Pharmacy (mumpung kita punya jaringan pelajar farmasi sedunia, peluang besar ini marilah kita manfaatkan, klik www.ipsf.org). Begitu pula yang saya lakukan, karena Portugal salah satu negara yang mau menerima magang di bulan Juni dan termasuk negara Schengen, maka saya memilih negara ini sebagai host. Untuk ranah kerja, pilihan pertama saya ingin di tempatkan di rumah sakit dan pilihan kedua di farmasi komunitas. Pada awalnya, sang Student Exchange Officer Portugal menginformasikan saya bahwa, ranah kerja yang saya inginkan sedang tidak ada. Kalau melakukan riset bagaimana? risetnya tentang marine toxin, ditempatkan di kota Faro. Wah boleh juga tuh ! kebetulan riset itu jarang di farmasi universitas saya, saya pun menyanggupi. Seminggu sebelum keberangkatan ke Portugal, sang SEO buru-buru mengabarkan saya jika saya akan tetap ditempatkan sesuai dengan ranah kerja yang saya inginkan namun bukan di kota Faro, melainkan di Coimbra. Alhamdulillah. Balik lagi sesuai pilihan dan untung di kasih taunya cepat, bukan saat saya sudah naik kendaraan ke arah Faro. Kan lumayan, rada jauh dan berlawanan arah.

Ditempatkanlah saya di farmasi komunitas milik pemerintah negara ini, tepatnya di LaboratĂłrio Militar de Produtos Quimicos e FarmacĂŞuticos. Farmasi ini merupakan farmasi yang teletak di komplek rumah sakit tapi bukan merupakan Instalasi Farmasi RS (IFRS). IFRSnya sendiri ada lagi dan terletak di dalam rumah sakitnya. Jadi hemat saya, di RS militer ini seperti ada dua pelayanan farmasi yang berbeda, yang di dalam (hospital pharmacy) dan farmasi militer. Hospital pharmacy mengurusi distribusi obat kepada pasien rawat inap beserta preparasi yang diperlukan, clinical trials, dan pelayanan obat untuk ambulatory pasien. Ambulatory pasien dalam hal ini ada 2 artian, 1. obat untuk pasien yang akan pulang, 2. Pasien dengan penyakit kronis, perawatan mereka di rumah masing-masing, namun untuk ambil obat mereka perlu ke bagian Hospital Pharmacy tersebut. dan IFRS RS militer ini salah satu jenis IFRS yang kecil dan simpel sehingga tidak semua fungsi IFRS ada disini. Sedangkan, farmasi militar walaupun berada di komplek RS, namun sebenarnya berdikari, memiliki fungsi mendistribusikan obat yang dibutuhkan Hospital Pharmacy, menerima resep pasien rawat jalan dari RS militer yang kebanyakan pasienya adalah lansia, pensiunan polisi dan militer di Coimbra. Selain itu juga tetap menerima resep dari luar dan pembelian OTC. Farmasi ini milik pemerintah untuk melayani orang-orang yang bekerja untuk negara, oleh karena itu, sebagian biaya pengobatan di subsidi. adapun besar persentase subsidi bergantung pada keanggotaan polisi, TNI, pensiunan, keluarga militer, PNS, atau jika difable karena perang membela negara Portugal, seluruh biaya pengobatan di tanggung pemerintah. dan cuma di farmasi ini, pasien atau pengunjung normal tetap dikasih diskon 10%. lumayan…

Setiap harinya saya kebagian tugas menghitung harga jual obat setelah ditambah pajak dan perhitungan keuntungan, kemudian menyiapkan obat yang diresepkan, memasukkan data obat yang datang ke suatu software pada komputer dan menyimpan obat tersebut sesuai tempat dan kondisi penyimpanan. Di Portugal, bahasa inggris bukan bahasa induk mereka, maka saya tidak banyak melayani pasien, saya hanya sebagai asisten.

Saya juga cuma ingin bersimbiosis mutualisme dengan host magang saya. Biasanya kan kita yang banyak dapet pengalaman tapi merekanya biasa aja. Biasanya kita yang banyak nyerap ilmu tapi merekanya ga tau apa yang ada di negara kita yang mungkin bisa kita berikan, saling berbagi inspirasi lah intinya. Nah ada baiknya kita membalikkan pikiran kita, bukan hanya berfokus apa yang akan kita dapat, tapi berfokus apa yang bisa kita beri, insyaAllah yang kita dapat lebih besar dan berharga.

Walaupun berbeda bahasa, alhamdulillah sempat meninggalkan sesuatu sebelum kembali ke tanah air, bisa menyumbang informasi gratis untuk pasien tentang waktu yang tepat minum obat berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dipublish dan disesuaikan dengan jenis obat yang sering keluar di tempat magang saya ini, selain itu juga tentang asma mulai dari penyebab hingga terapi serta pengenalan sediaan metered-dose-inhaler. Setiap hari kami mencoba untuk saling berbagi informasi tentang farmasi dan kesehatan di negara masing-masing, kadang juga kami bawa isu global tentang farmasi dan kesehatan di diskusi sehari-hari kami.

Terimakasih kepada Teresa yang sudah membantu mengartikan artikel yang saya ke bahasa portugis. Terimakasih juga kepada Dr. Paulo, Dr. Rui, dan Dr. Victor yang telah membaca, mengoreksi, meng- approve dan menyebarkan kepada pasien. Semoga berkenan dan bermanfaat 🙂

sometime i think i dont want to come back for several time, but i promise to come back.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s