Bon Voyage Mahameru

mtf_VhvDR_271
Beuatiful inside Ranu Kumbolo
mtf_VhvDR_267
a moment on the top of Semeru
mtf_VhvDR_262
I’m in Love
mtf_VhvDR_258
A Speechles Voyage
mtf_VhvDR_273
Morning Mahameru !
3676
3676 mdpl

Aih Mahameru… aku tak sanggup menceritakan kembali kisahku mengenal dirimu. sebuah ajakan yang ku-iya-kan didetik-detik keberangkatan. Tapi jauh sebelum aku memutuskan untuk berkenalan dengan dirimu, sebenarnya aku telah mempersiapkan diri untuk yang terbaik pun mencoba menerima yang terburuk yang mungkin terjadi. Setidaknya sebelum pergi bertemumu aku berlari seminggu sekali minimal 5 track, meminjam sana-sini peralatan , dan terakhir yang tersulit adalah salim tangan mamak-bapak. Iya tidak main-main memang, untuk bersahabat dengan mu aku perlu restu kedua orang tua ku.

Jujur saja, memutuskan untuk bertemu mu adalah sebuah pelarian dari hiruk pikuk dunia di penghujung tahun. Mencari damai. Aku putuskan untuk bertemu Allah di puncak Mahameru. Tak masuk akal memang, tapi dalam imajinasiku memang ada hubungannya.  “Mengapa harus mendakimu agar bertemu Tuhan?” begitulah kata mamak.

Dan tahukah Mahameru, ketika aku berjalan melintas hutan, naik-turun bukit, bermalam, beberapa kali aku menyaksikan pemandangan yang membungkam kata. Takjub. Alam jugalah yang membongkar rahasia tentang sifat manusia paling jujur. egoiskah, pedulikah, bersyukurkah semuanya ditampakkan.

Aih Mahameru… 800 meter saja mencapai mu aku benar-benar butuh energi terbesar yang aku punya. Aku tak peduli aku telah tertelan pasir, beberapa kali terperosok dan menghindar dari jatuhnya batu-batu, yang aku tahu aku harus menjejakkan kaki di puncak mu. Bukan untuk sombong, bukan pula untuk pembuktian kepada dirimu bahwa kamu begitu tinggi karena kamu memang sudah tinggi. Tapi untuk menaklukkan rasa putus asa yang kerap kali muncul dan pembuktian bahwa aku sampai puncak bukan karena kekuatanku pribadi. sebab ketika itu aku sungguh-sungguh tak kuat.

Aih Mahameru… Allah mengajariku banyak hal ketika mencapai 3676 mdpl.

Bahwa sepertinya perkara menyelesaikan urusan manusia mudah bagi Allah dibanding ketika aku melihat penciptaan alam semesta apalagi dari atas Mahameru, langit melayang, bukit, matahari, gunung-gunung lainnya, samudera di ujung mata memandang, sempurna !

Bahwa sepertinya menempuh jalan yang lurus tuk capai surga sama analoginya ketika berjalan menuju Mahameru. susah, banyak hambatan, godaan, ujian, tapi lihat ketika sampai puncak Mahameru atau katakan ini surga, dekat sekali dengan Arsy.

Bahwa ketika memiliki target yang sulit sekali tercapai, aku tahu bagaimana bersikap. berjalan saja dan jangan lupa berdoa. hingga keajaiban datang

Aih Mahameru.. sungguh.. pertemuan dengan mu akan kukisahkan ke anak cucu. Bahwa kau bukan saja dinikmati tapi dicintai. agar Allah tak marah. Sungguh…mendaki gunung akan menyadarkan angkuhnya makhluk bernama manusia…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s