The Journey to Study Abroad, One Episode in My Life

Masih segar dalam ingatan, ketika di awal tahun 2012, seakan seperti sebuah ritual yang kerap saya jalani di permulaan tahun, yaitu menulis semua mimpi saya untuk tahun-tahun berikutnya lalu dijadikan pajangan dinding. Salah satu yang tertulis paling besar (yang menunjukkan sebagai mimpi jangka pendek) adalah S2 Ke Luar Negeri dengan BEASISWA, lengkap tertulis pula dengan jurusan-jurusan atau fokus keilmuan yang ingin lebih saya dalami, negara tujuan, serta target waktunya.

Jangan pernah meremehkan mimpi. ketika memiliki mimpi berarti Allah sedang bermaksud baik pada kita.

Begitulah nasehat yang pernah saya dapat. Walaupun tertulis target saat itu adalah 2013, mimpi ini baru terlaksana tahun 2014. No problem ! itu hanya masalah waktu dan alhamdulillah mimpi ini sudah bisa dikasih check list mark. Eits, tunggu dulu, mimpi ini baru bisa dicoret dan digantikan dengan mimpi baru setelah lulus kuliah (ingat, ini baru permulaan, bukan akhir).

Banyak kemudian teman-teman yang bertanya. Bagaimana mendapatkan Letter of Acceptance dari kampus? kenapa kok milih kampus itu ? apa saja yang harus dipersiapkan ? berapa lama persiapan bersihnya ? dan banyak pertanyaan lainnya. Nah, saya coba untuk mem-flash back kembali one of precious and priceless episode in my life and the struggle until reaching this dream. hopefully it will be the answer of your question.

Kapan mulai persiapan dan berapa lama persiapan bersihnya ?

berbicara mengenai persiapan bersih-sih-sihnya banget sebenernya dimulai Agustus 2013 hingga mendapatkan LoA unconditional tanggal 16 Agustus 2014 (mepet banget dengan term masuk September 2014, and I think it is one of my life’s miracle). Seperti yang saya katakan di atas, kemauan itu sudah timbul di awal tahun 2012 namun belum serius, masih leyeh-leyeh, masih seneng nikmati kelulusan jadi sarjana farmasi, dateng ke education fair sekedar iseng-iseng, masih cuma search di google and baca sekilas website-website universitas. Lalu mimpi ini perlahan terkubur oleh hectic-nya kuliah profesi… berbulan-bulan lamanya hingga lulus jadi apoteker di April 2013.

Mimpi itu bangkit lagi ketika saya lagi ngobrol-ngobrol cantik sama teman sesama farmasis (sebut saja namanya Tiesa, liat blognya di http://pinkishsailor.blogspot.co.uk). Ternyata kami sama-sama pengen sekolah lagi, di luar, dan detik itu tidak boleh ada lagi kata “entar aja”. Udah mulai harus pake banget mengusahakan. Pertemuan dengan Tiesa udah kayak rangsangan yang mengaktifkan sel-sel syaraf mimpi ini yang mati suri. The real journey was begin. apa saja yang kemudian saya lakukan ?

  1. Saat itu yang saya lakukan adalah mencari temen farmasi sekampus yang akan senasib-sepenanggungan (a.k.a yang pengen sekolah keluar juga). Kami pun berinisiatif membuat media komunikasi (grup WA) untuk bisa sharing informasi segala hal mengenai studying abroad as well as scholarship. Grup ini ternyata ga melulu yang serius. Terkadang diisi sama curhat kegagalan, keberhasilan, humor-humor ga jelas penghibur di kala stress. Intinya media komunikasi yang isinya temen akrab (sejurusan, sekampus, or whatever) cukup penting untuk mendorong kita lebih cepet bergerak, untuk saling bagi info, dan terpenting saling menyemangati.
  2. Saya membuat timeline (walaupun akhirnya semuanya melenceng). However, it is okay to be a beginning. timeline ini memuat waktu-waktu krusial, kapan sekolah dimulai, kapan cari beasiswa, kapan tes IELTS, dll.
  3. Tentuin mau jurusan apa atau fokus research kemana, misal saya lulusan S1 farmasi dengan sub jurusan Sains dan Teknologi Farmasi, tapi saya lebih tertarik dan memiliki jiwa di klinis tanpa harus melupakan basic science dari ilmu tersebut. Saya pun mendapatkan 1 keyword yang kemudian saya tanyakan ke mbah GOOGLE.  Clinical pharmacy or clinical pharmacology master degree. JEBRET ! keluarlah semua hasil penelusuran si mbah. eh malah jadi pusing. close. shut down.

keesokannya dan hari-hari berikutnya saya mencoba strategi dengan tanya mbah lebih spesifik “ jurusan(spasi)master degree(spasi) di (negera tujuan yang terkenal punya rating baik untuk jurusan yang kita pengen). Semua saya cari dari mulai UK, USA, Australia, Belanda, New Zealand karena kebetulan untuk klinis, negara seperti diatas adalah yang memiliki best clinical practice around the world. Cara lain yang bisa dilakukan adalah kunjungi website ranking universitas dan search by course yang sesuai keinginan. lalu jambangi satu persatu web kampus yang ditampilkan.

Saya pun meluncur ke setiap kampus yang memiliki jurusan tersebut atau jurusan lain tapi menarik bagi saya dan masih berhubungan dengan farmasi. Yap ! bacanya harus satu persatu, cermati dan tak lupa saya catat setiap informasi kedalam tabel yang berisi kolom-kolom dengan judul nama kampus, jurusan, pelajaran yang bakal didapet, DEADLINE SUBMISSION, how to apply, persyaratannya. Setelah semua informasi itu terkumpul, saya beranjak ke proses berikutnya.

4. Sortir, Seleksi, dan Konsultasi

Univ-univ yang telah saya rangkum dalam dokumen excel tersebut kemudian saya pahami, saya sortir dan seleksi sesuai kemampuan dan kapasitas yang dimiliki. saya belum punya pengalaman bekerja diatas 1 tahun, sehingga bagi universitas yang memiliki persyaratan harus kerja min 2 tahun otomatis tidak lolos seleksi saya. Yang IELTS nya tinggi-tinggi banget cem Oxford/ Cambridge (masuk loh dalam list, sok-sok an banget) jelas ikut dicoret. Nothing impossible sih but I think I will EXTRA EXTRA struggle if live and study there. Tinggallah beberapa univ dan beberapa jurusan. Nah disini pentingnya cari tau lebih banyak dari education fair, konsultasi sama supervisor, dosen-dosen yang concern di bidang ini, diskusi sama yang punya pengalaman di kampus ini, tanya ibu dan bapak hingga kita yakin dan mengantongi beberapa nama universitas.

Ada temen saya yang buat satu motivation letter kemudian disebar ke semua universitas yang memiliki jurusan yang ia mau, kebetulan courses yang akan diberikan kurang lebih sama. Ada juga yang ketika jurusan tersebut ada di top 20 best universities around the world dia langsung apply ke top 20 ini. Nah kalo saya mempertimbangkan banyak hal : tahu kemampuan diri, lingkungan kampus, budaya negara, dan lain sebagainya tanpa kehilangan keyakinan bahwa semuanya mudah bagi Allah. Finally, I have decided to apply CLINICAL PHARMACOLOGY, University of Glasgow. actually I was a little bit worried if I fail, it will be take a more time to repeat your journey from the beginning. However, I was still challenge my self and here Hamdallah ! I have shown I can hold UoG student card now !

5. Persiapkan semua berkas yang diperlukan untuk Apply

Cobalah untuk memulai dari yang mudah dan cepat dilakukan. misal : scan paspor, CV, letter of recommendation dari dosen (sekalian konsultasi). Jiika univ-nya sudah boleh apply online dan kita boleh masukin data, masukin aja dulu persyaratan yang udah kita kumpulin. Univ luar negeri sudah memiliki sistem pendaftaran online yang mumpuni (tergantung sistem tiap univ), sehingga kita bisa simpen dokumen di account calon mahasiswa yang kita buat melalui apply online.

Tinggallah 2 persyaratan yang menurut saya cukup menguras energi, otak, dan waktu: IELTS test mark and Motivation Letter. keduanya dilakukan secara paralel. Sedikit masukan untuk motivation letter (Ive been inspired by Tizar Bijaksana, Thank you), jangan terlalu show off and tell less important story about your self and background, try to show your contribution for your campus, for instance :

“with my experiences and knowledge about pharmacy in Asia region, I hope I could make contribution for research growth of UoG”.

Ketika selesai buat motivation letter (kira-kira bulan Februari 2014), saya mencoba klik submit dan beberapa hari kemudian mendapatkan Letter of Acceptance CONDITIONAL, yaitu dengan kondisi saya belum menyerahkan document IELTS. See? dapet LoA conditional bisa walaupun belum test IELTS, dan akan membuat diri jauh lebih tenang!, membuktikan bahwa kita memang berjalan untuk mencapai mimpi, bukan melamun, dan surat LoA conditional ini bisa digunakan untuk daftar beasiswa LPDP sambil terus persiapan IELTS hingga menerima hasilnya.

Kesulitan orang dalam meraih kesempatan S2 berbeda-beda. Ada yang melewati serangkaian tes dari kampus yang lebih banyak (interview/ tertulis), gagal GMAT/ GRE (bagi yang mengambil bisnis/ekonomi atau sekolah di USA), gagal IELTS, ditolak Universitas, kebanyakan nerima LoA sehingga bingung milih, dan macam rupa lainnya.  sudah biasa, nikmati saja. Saya sendiri berkali-kali gagal di IELTS writing section walaupun overall sudah memenuhi syarat universitas. Tapi saya ga mau menyerah, saya iseng email professor saya bahwa saya sudah berusaha maksimal untuk menaikkan kemampuan dalam written english saya, namun entah mengapa tetap gagal, saya lampirkan semua hasil tes IELTS (yang sungguh menguras semua tabungan saya. syukuri saja, jangan pelit sama mimpi) dan saya tunjukkan secara overall saya selalu masuk persyaratan. ternyata, Allah memang sudah menjodohkan saya sama Univ ini, professor pun menulis surat ke bagian admission, dan pihak registration mengeluarkan surat resmi. It was a miracle at injury time ! see? Univ luar ternyata terbuka kalau kita mau sedikit usaha extra dan menunjukkan kemauan kuat kita walaupun sedikit persyaratan tidak bisa kita capai. Univ luar seneng kalo ada mahasiswa internasional karena akan meningkatkan reputasi kampusnya. Namun, Profesor saya pesen ke saya kalo nanti pas nyampe kampus, kamu harus memaksimalkan semua sources yang ada untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris kamu. I will do it certainly ! ^^

urusan mendapatkan LoA unconditional saya lakukan paralel dengan mengumpulkan berkas administrasi LPDP dan mengikuti satu persatu tahap selekasinya. Untuk seleksi LPDP sendiri akan saya tulis di tulisan terpisah.

last but not least, BERDOA dan RESTU ORANG TUA. cuma Allah yang bisa ngasih saya hidayah ‘mimpi’ untuk sekolah, kasih kekuatan untuk terus berusaha dan ga berhenti berharap, membuka hati professor kamu dan pihak Univ untuk ngasih LoA, menunjukkan kamu jalan-jalan yang terkadang berkaitan sama mimpi kamu sekolah lagi entah itu tiba-tiba ketemu reader proof, dan banyak kemudahan lain yang pasti diberikanNya jika kita yakin kebesaranNya. restu orang tua? ga usah ditanya lagi, itu sudah retoris, mereka tangan Allah, doa mereka tak tertolak :).

yakinlah ada sesuatu yang menantimu selepas banyak kesabaran (yang kau jalani) yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa pedihnya rasa sakit (Ali Bin Abi Thalib)

“Aku tidak takut doaku ditolak, tapi yang aku lebih takutkan aku tidak diberi hidayah untie terus berdoa.”

[Umar bin Khattab]

Semua orang punya kesempatan dan mudah bagi Allah.

sekian. semoga bermanfaat. doakan semoga ilmu dan perjalananku berkah

Jumat Berkah, 26 September 2014

59 Bank Street G 12 8 NF

ps : bagi yang mau berkas pendaftaran universitas yang saya ajukan. kindly comment below and write down your email.  Keep ur spirit !

Me make University of Glasgow

IMG_0774

IMG_0619

42 thoughts on “The Journey to Study Abroad, One Episode in My Life

  1. Assalamualaikum
    Salam kenal, saya Amel. Sebelumnya selamat ya, sudah bisa mencapai mimpi nya 😀
    Kalo Boleh saya tanya-tanya, atau sharing ttg lpdp dan UoG. Karena sya jg pnya keinginan yg sama, dan sya sudh pernah email ke prof UoG, baru-baru ini.
    Jika kmu berkenan, sya bisa sharing dgn km? Email saya amelspratiwi@gmail.com
    Terimakasih 🙂

  2. Assalamualaikum
    Salam kenal Yangie, saya Amel. Sebelumnya selamat sudah terwujud mimpinya 😀
    Jika kamu berkenan, bolehkah saya sharing ttg lpdp dan UoG? Saya minat kuliah disana, dan dekat-dekat ini sudh pernah kontak prof sana.
    Jika kamu berkenan email saya amelspratiwi@gmail.com
    Terimakasih 🙂

  3. halo mba yangie. masih inget aku kah? kita ketemu di APPS 2009 lho. hehe. kebetulan aku juga berencana mau lanjut S2. sebenernya sdh dpt cond. offer (blm ada ielts waktu itu) dr university of glasgow juga untuk sept ini. tapi musti defer karena msh proses beasiswa. skrg udh defer, dan udh ada ielts tp msh nunggu LoA. ambil research/taught mba? gimana glasgow mbak? doakan ya semoga aku bisa nyusul kesana jugaa hehe

    1. Oiya ? Jurusan apa say? Gpp better defer dbanding terlalu nekat 🙂 see you next year ! Aku taught program so far really nice. Dont bring many luggages here ya smua sdh trsedia and affordable. Semangat beasiswanya smg lancar2 aja 🙂

  4. Assalamualaikum.. ka yangi apa kabar??
    Alhamdulillah, ikut seneng ka yangi sudah mewujudkan mimpi ka yangi… makasih ka yangi buat tulisannya, Insya Allah bermanfaat. Semoga perjalanan mengejar mimpi dan menimba ilmu disana diberikan kelancaran.. Aamiin..

  5. Assalamu’alaikum kak Yangi,,, senang membaca tulisan kakak, sangat menginspirasi…
    oo iyya,, saya kenal kak Yangi dulu di SBBH,,, waktu itu saya bergabung dengan SBBH dan kenal dengan guru2 di sana…
    Selamat ya kak atas terwujudnya cita-cita kakak,,, semoga dilancarkan dan dimudahkan studi kk di sana,,, dan kembali lagi ke tanah air dengan membawa prestasi, ilmu dan pengalaman yang berkah n bisa disharing ke banyak orang…

    saya juga memiliki cita-cita dan tekad yang kuat untuk melanjutkan studi di sana kak,,, klo kak Yangi gak keberatan,, saya boleh minta berkas-berkas pendaftarannya kak ? mau saya pelajarai, dan persiapkan apa yang harus segera dipersiapkan…
    email saya: yassaroh@gmail.com
    terima kasih banyak ya kak,,, 🙂

      1. makasih kak Yangi,, kiriman emailnya udah saya terima… 🙂
        semoga saya bisa menyusul kak yangi di UoG… 😉

  6. Assalamu’alaikum
    Salam kenal kak, Saya seorang mahasiswa Teknik Sipil di PTS di Makassar
    Saya berencana melanjutkan study magister saya diluar khususnya untuk jurusan Civil Engineering ( Infrastructure and Environment). In Shaa Allah saya telah melakukan beberapa untuk menunjang keinginan besar saya ini kak.
    Saya berencana selesai Sarjana saya sekitaran pertengahan tahun depan dan kemudian melakukan perjuangan untuk bisa mewujudkan mimpi saya kuliah di UoG (khususnya)
    Kalau tidak keberatan, Bisakah saya mendapatkan copian berkasnya kakak.?

    Ini alamat E-mail saya kak : angkotasan123@gmail.com

    Makasih kak

  7. Assalamu’alaikum… Mbaak, tukisannya jadi menu sarapan pagi yg mengenyangkan dan menambah energi semangatku, jg menjawab kebingunganku… ‘Jangan pelit sama mimpi’ sukaaa bgt kalimatnya.. Selamat yaa mbak sdh dibukakan pintu utk meraih cita-citanya. Entah kenapa aku jd ikut girang.. Hehehehe

    Kalo boleh, aku jg dibagi dokumen2nya ya mbaaak. Terima kasih banyak sebelum dan sesudahnya 🙂
    e-mail: banatmuflihati@gmail.com

  8. Assalamualaikum ka. Life story nya sangat menginspirasi saya yang mau banget lanjut kuliah S2 di eropa sana. Jadi makin semangat pas kk bilang bahwa kalau kita bermimpi pasti bakal terjadi. Insha Allah. Amin YRA. Ka boleh minta berkas2 bekas dulu daftar2 beasiswa ga? Kalau boleh kirim ke sancan24@gmail.com semoga kebaikan kaka dibalas oleh Allah SWT yah 🙂

    1. Hi Boy,

      Sebelum kamu sumbit ada baiknya kamu proofreading dulu ke orang2 yg sekiranya bs membantu memperbaiki motlet kamu, apa yg perlu, apa yg tdk perlu, adakah kata2 yg typo, adakah bhasa inggrisnya yang lebh baik diganti dsb 2-5 org kmudian klo sdh yakin baru disubmit 🙂

      1. Wah, saya tidak melakukan itu.
        Kalau gagal, masih bisa submit lagi?
        di molet saya sepertinya juga banyak cerita tentang background saya.
        Saya baru submit 2 hari yang lalu, dan dapat notifikasi automatic reply kasih tahu student id saya. Kra-kira kapan hasil decline atau accept saya terima?
        Terimakasih

      2. Tenang… Tenang… Bru submit 2 hari yang lalu dan dpt student id nya ya? Bisanya ga lebih dari seminggu dan ada keterangan apakah kamu diterima unconditional, conditional atau tidak diterima. Kalau tdk diterima dia ngasih alasan scara terbuka, dan g ada alasannya karen motlet. Hehe.. Lah yg kmrn dpt emailnya isinya bagaimana ? hanya student id saja ya..? Jangan mikir gagal dulu 😀

  9. Iya dapat student id. Emang kamu tidak dapat student id saat submit?Kamu intake kuliahnya kapan?
    Intinya kasih tahu student id dan diberi akses ke Applicant Self-Service:
    1. check the status of your application
    2. upload any additional documents
    3. update your personal details
    4. accept any offer you may receive

    Terimaaksih

    1. UoG cepet kok.. Kmrn bahkan daftar hari ini, besok lg di accept… Intake sept 2014 kmrn. Tunggu email slnjutnya biasanya dia ngsh tau unconditional atau conditional, conditional akan dksh tau apa dokumen yg diperlukan, ga diterima pun akan dksh tau kenapanya

  10. Assalamualaikum Kak Yangi, Kak Yangi mau contoh berkas-berkas yang Kak Yangi ajukan, jazakillah Kak Yangi, sukses terus kedepannya Kak, semangaaat.. 😉

  11. Assalamualaikum kak Yangie, perkenalkan saya Astri, sekarang masih kuliah s1, tp pengen bgt lanjut S2 di skotland. baru nemu blog kakak dan inspiring bgt ceritanya kak :’)
    semoga saya bisa ikut nyusul ya kak, hehe. Oia kak, kalau boleh saya izin minta berkas2 ketika kakak daftar beasiswa boleh kak? Kalau boleh tolong dikirim ke email saya: astrialdelina22@gmail.com
    terima kasih kak, semoga lancar jaya studinya dan sukses untuk yg dicita-citakan ke depannya 🙂

  12. Yangoi. Menginspirasi sekali kamu. Ketauan banget ya lagi ngepoin kamuh. Haha.
    Aku juga mau donk say liat berkas2nya. Dulu pernah minta ke Yosay tapi laptop aku rusak, terus ilang semua datanya. Semoga sukses yah say s2 nya. Keren banget, semoga istiqomah. Aamiin.

  13. assalamu’alaikum, mba yangi selamat yah, semoga ilmunya berkah melimpah manfaat, aamiin. kisahnya sangat menginspirasi dan membuatku tambah semangat untuk melanjutkan rencana studi master di LN, salah satu pilihanku selain di Postdam Univ adalah UOG. Smoga AlLah Mudahkan dan Perkenankan, aamiin. Btw boleh minta contoh berkas2nya ya mba yangi, thanks before 🙂 dyantihidayat@gmail.com atau dyantihidayat@yahoo.com

  14. Quite late . I just found this article. Would you mind to send to the files to my email sis? ropitauinsuska2012@gmail.com … it’s gonna help me so much if you do.
    Anyway i have q sis. Is it okay if i take different major for my master. My current major is english education but i m thinking to take communication or media major? Is the possibilty high? And also could you share to get high score for ielst? Thanks in advanc sis. I m looking forward for your reply

  15. Senangnya yaa.. Semoga saya bisa juga mengejar mimpi suatu hari nanti. Saya selalu merasa bahwa mereka yang punya mimpi dan mendapat dukungan orangtua memiliki sebuah privilege yang luar biasa mewahnya huhuhu. Sampai sekarang boleh dibilang aku masih belum didukung, syukurlah suamiku mendukung. Tapi masih banyak kekhawatiran karena jadi minder ini itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s