Catatan Mengenal Pendidikan Finlandia: Review Buku Finnish Lessons

Kali ini ingin menulis yang agak ‘berat’ dan mikir, ingin menuangkan dari hasil membaca buku Finnish Lesson karya Pasi Sahlberg yang sudah malang melintang menjadi seorang guru, praktisi pendidikan, dan salah satu yang berkontribusi dalam kebijakan pendidikan di Finlandia.

Baca buku ini sebenarnya ga kebetulan banget karena memang buku Teach Like Finland yang sudah dimiliki belum tuntas di baca, jadi mikirnya… kalau baca buku Finnish Lesson mungkin akan berkaitan dan memperkaya bacaan si Teach Like Finland tersebut. Nah awal Mei kemarin, saya dan para panitia OSCE harus dikarantina di ruang logistik hingga hampir 1,5 hari. Daripada mati gaya maka lebih baik me-time dengan membaca. Saya bawa bacaan buku yang bahasannya berat tapi disampaikan ringan (komik 99 pesan nabi). Karena enak dibaca, jadilah hanya 1 jam langsung tamat, sedang masih ada 7 jam lagi. Kolega saya ternyata membawa buku Finnish Lesson tersebut dan akhirnya saya ikut melahapnya. Ternyata worthy dan no regret membacanya! Banyak insight yang didapat tentang pendidikan di Finlandia. Tidak bermaksud membandingkan dengan kondisi bangsa saat ini ya.. tapi kita bisa belajar banyak dari negara yang saat ini menjadi sorotan dunia karena sistem pendidikannya..

Buku ini g tebel, hanya 5 bab tapi sistematis dan padat informasi. Kerangka berpikirnya bisa pembaca tangkap dan akhirnya menginspirasi (juga membuat makin penasaran).

Cover depan Finnish Lessons karya Pasi Sahlberg
Cover depan Finnish Lessons karya Pasi Sahlberg (sumber: google.com)

Buku ini tentang bagaimana Finlandia berhasil mentransformasi pendidikan publik mereka dengan indikator warga negara paling terdidik, kesempatan pendidikan yang merata dengan sumber daya yang efektif, professional dan efisien.

Apa saja cara-cara yang digunakan Finlandia hingga mencengangkan dunia melalui hasil PISA?

(lihat juga yang Indonesia ya)

Sebelumnya, Pasi Sahlberg mengawali dengan bercerita sejarah singkat yang terjadi pada pendidikan Finlandia. Finlandia masih terhitung kurang terdidik hingga tahun 1960-an. Pendidikan hanya dapat diakses bagi mereka yang mampu. Awal kebangkitan pendidikan Finlandia justru karena krisis ekonomi terburuk pada perang dunia kedua.

Reformasi dimulai tahun 1970an dan hingga tahun 1990an sistem pendidikan Finlandia masih biasa-biasa saja, masih rata-rata dunia kecuali aspek membaca yang memang lebih baik dari kebanyakan negara lain. Hasilnya baru terlihat ketika menginjak abad ke 20 hingga kini sehingga kemudian membuat perwakilan negara-negara di dunia mengunjungi Finlandia untuk melihat langsung proses pendidikan disana. Padahal untuk reformasi tersebut, Finlandia harus melewati 3 fase perjuangan!

Apa langkah awal mereka?

Fase pertama dan terberat yaitu menyamakan konsep ! dan ini menghabiskan bertahun-tahun untuk memasukkan pola pikir bahwa:

Pendidikan menjadi prioritas karena pendidikan membantu untuk menolong diri sendiri.

Visi mereka mengenai pendidikan publik di Finlandia yaitu pendidikan harusnya berkeadilan dan berkualitas tinggi. Finlandia akhirnya berkomitmen mewujudkan visi dengan lahirnya Peruskoulu (seperti program wajib belajar 9 tahun SD-SMP). di sekolah ini tidak ada kelas khusus berdasarkan prestasi apalagi tingkat ekonomi. Semua anak merasa adil untuk berhasil dan menikmati belajar.

Fase kedua (1990an) mereka membentuk jaringan dan otonomi sekolah. Pendidikan Finlandia berbasis kepercayaan dan tanggung jawab di atas akuntabilitas, mengedepankan kolaborasi aktif antara guru dan siswa, melakukan perbaikan sumber daya guru termasuk memberi kondisi kerja yang menyenangkan/ ruang gerak untuk guru berkreasi dan berinovasi. Mereka mempercayakan tenaga-tenaga pendidik profesional di masing-masing daerah untuk mendesain kurikulum pendidikan dan penilaian siswa. Fase ini juga membentuk jaringan antar tenaga pendidik intra dan antar Sekolah.

Fase ketiga (2000an) hingga kini, Finlandia fokus pada efisiensi dan produktifitas terkait pendidikan dan hal-hal yang bersifat administratif (nah iya sometime administratif yang terlalu banyak bikin mati ide). Sebuah kebijakan perlu dirancang dengan cerdas dan berkelanjutan. Hal ini tentu berbeda dengan sistem pendidikan kebanyakan negara dimana kinerja sekolah diawasi ketat dari komite sekolah, ada kurikululm standar, penilaian yang bertaruhan tinggi pada siswa, akuntabilitas berbasis tes hingga membuat mentalitas pendidikan seperti selalu berlomba menjadi juara.

Finlandia juga melakukan strategi penguatan sekolah yaitu mencegah sekolah dari saling menganggap 1 sama lain sebagai pesaing. Jejaring peningkatan Sekolah adalah sebuah perjuangan bersama untuk sekolah yang lebih baik. Jadi mau dimanapun daerah di Finlandia, pendidikannya akan sama berkualitas. Variasi antar dan inter sekolah kecil sehingga tidak perlu sekolah ditempat yang jauh dari kecamatan tempat tinggal untuk menyasar sekolah lain yng jauh dan katanya lebih berkualitas. Dampak lainnya menurut pemikiran pribadi, bisa mengurangi kemacetan bukan? Pendidikan di Finlandia dipandang sebagai milik publik karena memiliki fungsi pembangun bangsa yang kuat. Makanya pendidikannya dibiayai publik dan tersedia adil untuk semua warga hingga universitas/ politeknik.

Lalu Bagaimana Sekolah di Finlandia? Finlandia mengimplementasikan paradox Finlandia yaitu

  1. Sedikit mengajar, belajar lebih banyak

Guru mengembangkan kerja bersama siswa di ruang kelas serta kolaborasi bersama sejawat di ruang guru. Mereka mengedepankan kolaborasi aktif dengan siswa dengan penyampaian materi lebih sedikit. PR hampir tidak pernah diberikan. Mengerjakan lebih banyak PR tidak menjamin belajar lebih baik. Sistem yang mereka terapkan tersebut ternyata menekan kecemasan dan stress di sekolah. Selain itu, siswa akan belajar hands-on experiences. Kurikulum yang disusun oleh guru berorientasi pada eksperimen dan pencarian solusi bukan berbasis hanya akademik. Misal pelajaran matematika dihubungkan dengan dunia nyata untuk penyelesaian masalah.

Bahkan sebelum memasuki usia Sekolah, Sebelum usia 7 tahun, Finlandia menyediakan beberapa kondisi agar anak siap untuk belajar disekolah diantaranya: pelayanan PAUD gratis, pelayanan kesehatan menyeluruh dan pencegahan terhadap kemungkinan kesulitan belajar dan masalah perkembangan sebelum anak masuk Sekolah.

Hal lain di Sekolah Finlandia, ada bimbingan karier/ konseling (sejak SD bahkan) yang diadakan 2 jam/ minggu bagi tiap siswa. Selayaknya bimbingan konseling, ia sebagai jembatan penghubung sekolah dengan realita. Memberikan pilihan untuk siswa ketika mereka telah menyelesaikan pendidikan. Ada juga pendidikan khusus untuk siswa yang berkebutuhan dan memiliki perharian sistemik dan khusus demi tetap mencapai pendidikan yang berkeadilan dan berkulitas tinggi. Anak-anak yang berhak mendapat pendidikan khusus ini pun harus based on diagnosis tenaga medis yang ahli.

karisto1_Etela-Suomen Sanomat_20150221
Peruskoulu. Kurikulum berorientasi eksperimen dan pemecahan masalah (source: https://www.ess.fi/yrityselamaa/2015/10/19/peruskoulu-on-suomen-kilpailuvaltti)
  1. Sedikit ujian, belajar lebih banyak

Penilaian siswa adalah hak guru. Guru yang mendesain kurikulum (kurikulum berbasis Sekolah), pun yang mendesain asesmen dengan berbagai metode untuk siswanya. Tidak ada asesmen/ ujian tiap naik jenjang, melainkan evaluasi menyeluruh terhadap kemajuan siswa tiap semester. Bukan berarti tidak ada tes sama sekali. Satu-satunya tes asesmen standar nasional adalah tes matrikulasi ketika akan masuk universitas. Kembali lagi ke prinsip pendidikan Finlandia, yang berbasis kepercayaan dan tanggung jawab. Percaya pada guru, percaya pula kemampuan murid.

Guru-guru pun bebas berkreasi dan menggunakan metode-metode belajar yang mungkin berbeda antar siswa sesuai gaya pemahaman siswa masing-masing.

Makanya guru di Finlandia merupakan profesi tingkat tinggi.

Bagi guru negara ini, mengajar membantu siswa memahami suatu ilmu pengetahuan bukan sekedar tes. Mungkin bertolak belakangan dengan guru-guru saat ini yang cenderung merancang ulang pengajaran mereka agar sesuai ujian, lebih memprioritaskan mata pelajaran yang diujikan dan menyesuaikan pengajaran menjadi latihan berulang, serta menghafal informasi ketimbang memahami sebuah pengetahuan. Guru Finlandia berfokus pada proses KBM tanpa ada gangguan berulang harus lulus ujian.

Tentu dibalik Sekolah yang hebat, siswa yang berkualitas, ada SDM yaitu guru yang berkualitas juga.

Bagaimana guru di Finlandia?

Guru di Finlandia sebagai profesi yang terkait erat dengan pemeliharaan kultur nasional Finlandia dan pembangunan masyarakat yang terbuka dan multikultural, para pemain kunci dalam membangun masyarakat berkesejahteraan dengan moral yang baik. Guru menjadi profesi favorit sehingga pendidikan guru cukup kompetitif dan menantang. Oleh karena populernya mengajar dan menjadi guru, hanya yang terbaik dan paling berkomitmen yang akan memutuskan menjadi guru. Biasanya orang-orang tersebut menjadikan penghasilan bukan motivasi utama. Guru SD dan SMP paling prestius sehingga minimal gelar master (dan bisa lanjut dengan mudah ke jenjang doktor) harus dipegang oleh orang-orang yang ingin mengabdi menjadi guru. Pendidikan guru di Finlandia juga menjadi perhatian khusus dan berbasis riset (plus dibiayai pemerintah). Kerja guru pun harus seimbang antara mengajar di kelas dan berkolaborasi dengan tenaga professional lain di Sekolah maupun antar sekolah.

Setelah dasar pijakan kuat (guru dan murid), barulah mereka hingga saat ini memperbaiki kebijakan-kebijakan serta sistem yang berhubungan dengan pendidikan agar menjadi lebih efisien, efektif namun tetap produktif.

Pada intinya pelajaran dari buku ini yang mengungkap sistem pendidikan Finlandia yaitu bagaimana mereka mewujudkan visi pendidikan publik yang adil dan merata melalui Peruskoulu, membangun SDM dan menciptakan kebijakan seefektif dan seefisien mungkin demi mencapai negara yang sejahtera.

Bagi Finlandia, sekolah seharusnya tempat yang menyenangkan yang bertujuan mendidik orang-orang muda mewujudkan diri dan membangun manusia seutuhnya, memotivasi diri untuk pendidikan lebih lanjut dan belajar sepanjang hayat. Dimana orang-orang muda inilah yang akan melanjutkan estafet Negara Finlandia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s