[Sebuah Dongeng] Ketika Mr. Caterpillar Puasa

Alhamdulillah…disampaikan lagi di bulan Ramadhan ! Ramadhan tahun ini tentunya sudah berbeda kondisi dari tahun-tahun sebelumnya. Tentu sangat berbeda dibandingkan sewaktu masih single. Saat sudah jadi Ibu, menuntaskan targetan harian ibadah Ramadhan jauh lebih menantang dibanding ketika masih “free”. Ketika jadi ibu harus extra keras me-manage waktu agar amanah kepada keluarga tuntas namun rohani diri juga selalu bisa di re-charge. Pun tentu berbeda Ramadhan dengan bocah yang masih di perut, yang masih hanya bisa bobo nyusu,dibanding yang sudah mulai kemana-mana sehingga perlu strategi-strategi jitu yang kadang baru berhasil setelah percobaan beberapa kali. Tapi apapun itu kondisinya, yang mungkin berbeda dari tahun ke tahun, ga bisa jadi excuse untuk kita akhirnya menurunkan standar. Ramadhan tahun ini harus lebih baik dari tahun sebelumnya. Tentu banyak peluang amal dengan posisi dan kondisi kita saat ini. 

Momentum Ramadhan kali ini ingin saya manfaatkan untuk memasukkan lebih banyak nilai-nilai agama ke anak (dan supaya Bundanya juga jadi belajar lagi), mengenalkannya dengan puasa walaupun hanya sekedar briefing bahwa orangtuanya ga bisa makan bersama dia karena harus puasa, membiasakannya lebih dekat lagi dengan Al-Qur’an dan membiasakannya dengan suasana masjid. Bahkan mungkin beberapa dari kita telah punya rencana untuk berburu lailatul qadar bersama anak di 10 hari terakhir.

Salah satu media yang paling nyaman saya lakukan untuk memasukkan nilai-nilai islam yaitu dengan  cerita (story telling). Kali ini ingin berbagi dongeng yang terinspirasi dari one of the greatest children book that must have in kid’s shelf yaitu the Very Hungry Caterpillar karya The one and only Eric Carle. 

Punya buku The Very Hungry Caterpillar? Tau ceritanya?  berhubung anaknya mulai menikmati dibacakan buku terutama ketika mau tidur dan biasanya bukunya itu ituuu aja sehingga Emak harus menciptakan alur cerita baru dan bermacam-macam agar bervariasi (baca: agar emak tidak bosan dan mau terus membacakan). Dan berhubung pula Ramadhan, saya ganti sedikit ceritanya berkaitan dengan ibadah selama bulan suci ini.

Value yang ingin disampaikan kali ini yaitu Berbukalah dengan yang cukup tapi berkah, tidak berlebih-lebihan dan jangan sia-siakan ibadah yang bisa dimaksimalkan di bulan ini.

(Sejujurnya alur cerita ini dibuat untuk mengingatkan emaknya sendiri).

Begini kira-kira ceritanya

Ketika Mr. Caterpillar Puasa

Ini adalah hari ke 10 Mr. Caterpillar puasa. Matahari terik menyengat karena saat ini musim panas. Siang lebih panjang dari malam. Membuatnya semakin lemas dan dahaga. Siang hari ia habiskan tidur, untuk menghemat energi. Hari ke 10 ini, ia diundang berbuka bersama. Dihotel pula! Ia sudah membayangkan akan banyak makanan tersaji. Perutnya mulai bunyi, bergegaslah Mr. Caterpillar berangkat Dan benar!. Disana banyak sekali takjil dn makanan berbuka, intercontinental! Mr. Caterpillar pun menyusuri tiap meja, ia sudah membayangkan ingin berbuka dengan apa. Ia membawa semua yang membuat air liurnya keluar ke tempat duduknya.

tak lama kemudian adzan buka berkumandang

“Ia pertama melahap es buah berisi 1 apel, 2 pir, 3 plum, 4 stroberi dan 5 jeruk, kemudian dia melahap kue, es kepal milo viral, martabak acar, burger keju, pie cherry, sosis bakar, cupcake dan semangka.

E64605CD-0E78-4743-B189-EAF508ADFC6D

Belum apa-apa Mr. Caterpillar sudah merasa “engap”. Perutnya penuh dan sulit bergerak. Padahal dia harus sholat magrib berjamaah. 

39A2975F-ED11-407D-A18A-1642E56AFF4C

Tiba-tiba Mr. Caterpillar sakit perut! “Aduh perutku kram. Sakit sekali..” dan akhirnya Ia izin pulang.. dirumah ia istirahat sejenak karena kekenyangan. Malah ketiduran! Ia bangun kembali sesaat sebelum imsak. Ia melewatkan magrib, isya dan tarawih berjamaah. Dan sahur pun buru-buru. Mr. Caterpillar merenung, dia sedih dan menyesal. Tak seharusnya ia berlebih-lebihan dalam berbuka. Membuatnya terlena dan akhirnya menyia-nyiakan waktu Ramadhan. 

92DA41BA-1EC1-4CCB-85C9-F134B633D4E8

Ia menyesal dan bertekad untuk memaksimalkan 20 hari sisa Ramadhan. Ia kemudian sadar, bulan puasa ini harusnya sperti siklus dirinya dari ulat kemudian kepompong. Kelak berlalunya Ramadhan, ia pun akan keluar dr kepompong dan menjadi kupu-kupu indah nan suci. Mr. Caterpillar kemudian bangkit dan bersemangat kembali! 

Mirip sekali ya dengan kehidupan kebanyakan kita dipertengaham Ramadhan. Banyak undangan iftar bersama disana-sini sehingga membuat kita terlena dan ibadah-ibadah yang sekali setahun ini. Padahal waktu tidak memihak pada kita. Ia terus berjalan. Dongeng ini memang untuk pengingat Bundanya..lebih menarik ketika bercerita dilengkapi dengan gimmick-nya.  Nah dongeng/ cerita apa yang Bunda ceritakan untuk anak? Sharing yuk supaya saling menginspirasi ! Selamat bercerita ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s