Kreatif Menulis Buku Anak (Bagian I)

Bulan Mei lalu saya berkesempatan mengikuti Kulwapp (Kuliah Whatsapp) Kreatif Menulis Cerita Anak dengan 2 narasumber yang memang juga salah dua penulis cerita anak cukup senior di Indonesia, mba Nindya Maya dan mba Watiek Ideo. Secara umum, kulwapp tersebut dibagi menjadi dua sub-topik, topik yang pertama diisi oleh mba Maya mengenai dasar-dasar penulisan cerita anak dan dihari berikutnya giliran mba Watiek Ideo yang memberikan materi tentang kiat-kiat membuat konten cerita anak hingga tembus penerbit.

Pada posting-an kali ini, saya ingin membagikan hasil kulwapp materi I tentang langkah awal menulis cerita anak. Tentu saja, waktu berjalannya kuliah online ini saya tidak bisa menyimak karena terbentur dengan harus fokus menjadi penguji seminar sarjana (oh.. betapa bunglonnya saya). Maka dari itu, menuliskannya kembali menjadi cara saya untuk mengikat ilmu dari kuliah ini. Oiya mengikuti kuliah ini sebenarnya hanya ingin menambah khazanah pengetahuan tentang dunia tulis menulis dan dunia anak-anak. Mungkin suatu saat beneran bisa jadi penulis cerita anak walaupun sekarang masih muke lu jauh… hehe

Lantas, apa saja sih yang perlu kita siapkan?

Dikarenakan target utama pembaca kita adalah anak-anak, kita mesti punya bekal yang cukup untuk masuk ke dunia anak-anak. Kita perlu informasi-informasi yang membantu kita menemukan pola dan langkah apa yang harus kita lakukan ketika akan menulis cerita anak. Kita Tidak bisa memaksakan pemikiran orang dewasa agar dimengerti anak, melainkan bagaimana pesan yang ingin orang dewasa sampaikan dapat menembus imajinasi anak sehingga mudah diserap. Berikut beberapa aktifitas yang bisa kita lakukan :

  1. Temukan motivasi

Kenapa kita ingin menulis cerita anak ? kenapa kita harus menulis sebuah cerita anak ? misal saya ingin anak-anak mencintai menuntut ilmu sedari kecil dengan mengenalkan buku anak yang berkualitas, Indonesia harus punya para penulis buku anak tersebut. Atau saya ingin menyampaikan nilai islam, kisah the truly idol yang akan menjaga fitrah keimanan mereka melalui buku yang bisa dibacakan bersama orang tuanya, saya ingin menulis buku-buku cerita anak yang akan mempererat ikatan orang tua dan anak, dan lain-lain. Jadi menemukan motivasi merupakan hal penting dan mendasar yang akan membuat kita terus komitmen dan konsisten untuk menulis cerita anak. Semakin kuat motivasi, semakin semangat langkah kita mencapai tujuan.

  1. Membaca buku sebanyak mungkin

Mencari inspirasi dari membaca buku cerita anak sebanyak mungkin. Tidak perlu harus beli, kalau beneran niat bisa nongkrong tiap hari di toko buku (mba Watiek pun punya pengalaman seperti ini). Tidak hanya buku cerita anak, buku tentang anak yang memberikan informasi bagaimana imajinasi anak, bagaimana perilaku dan mindset anak berdasarkan umur, tahap perkembangan anak hingga perilakunya juga bisa menjadi bagian aktivitas untuk memperoleh informasi sebelum akan menulis cerita anak

  1. Aktifkan semua indera

Saya jadi teringat buku “Aku Suka Caramu” oleh kak Audelia Augustine, dimana Rano yang menjadi tunanetra menggunakan semua inderanya untuk menangkap informasi arah jalan. Mengaktifkan semua indera menjadikan kita menjadi lebih peka dalam menangkap informasi dan peluang.

  1. Perhatikan dunia anak-anak

Dan dunia anak-anak ini berbeda berdasarkan tahapan perkembangan dan berbeda pula dengan bergantinya zaman. Dunia anak tahun 1990an tentu berbeda dengan anak zaman now.

  1. Gunakan imajinasi

Langkah yang bisa dilakukan untuk melepas imajinasi dengan bebas adalah dengan bertanya dan melakukan pengandaian, dimulai dengan pertanyaan “Bagaimana Jika?” misalnya, saat sedang makan lalu mengandaikan sendok dan garpu bicara dan sebagainya. Imajinasi yang mungkin tidak lazim ini dibutuhkan sekali untuk mengembangkan dunia imajinasi saat menuliskan cerita. Semakin sering dilatih, semakin terbiasa pola pikir kita penuh imajinasi.

Bekal InsyaAllah sudah cukup nih, kemudian pertanyaan selanjutnya BAGAIMANA MENGGALI IDE?

Sebelum menggali ide ada baiknya kita mengetahui segmen buku cerita anak agar kita semakin fokus ingin menulis buku untuk kategori umur berapa? Tentu segmentasi ini juga akan berkaitan dengan pemilihan ide cerita yang pas, aktifitas-aktifitas yang akan kita lakukan untuk menambah informasi sebelum menulis cerita, jumlah kata, jumlah halaman, hingga ilustrasi. Ada pun segmen buku anak dibagi sebagai berikut:

  1. Buku bayi (0-2 tahun)
  2. Buku balita (3-5 tahun)
  3. Buku pembaca pemula (6-8 tahun)
  4. Pembaca menengah (9-10 tahun)
  5. Pembaca level atas (11-12 tahun)

Lalu terkait ide, Mba Nindya mengungkapkan bahwa sebenarnya ide bertebaran di sekitar kita. Seperti layaknya menyetor tulisan ke link blog pribadi, ide cerita yang akan kita tulis sebenarnya bisa didapat dengan mudah dari pengalaman sehari-hari. Oleh karena itulah kita perlu meng-aktif-kan semua indera kita agar lebih peka menangkap ide. Kita harus berlatih menangkap ide, berimajinasi, kemudian mengolahnya menjadi cerita. Namun, secara umum ide cerita dapat diperoleh melalui beberapa hal yaitu:

  1. Pengalaman pribadi
  2. Pengalaman orang lain
  3. Pengamatan sekitar
  4. Media internet, media social, atau film
  5. Referensi dari buku-buku yang kita baca. Bisa saja kita terinspirasi namun kita olah menjadi alur cerita yang orisinil.
  6. Atau imajinasi sendiri

Apa langkah selanjutnya ? langsung mulai menulis ! Nah… ini bagian terberat ! komitmen dan konsisten untuk menulis yang mungkin jatuh bangun namun harus bangkit kembali.. Sebelumnya kita perlu paham tahapan-tahapan awal penulisan cerita anak. Bagian ini bersambung di posting-an berikutnya ya.. karena saya sambil memahami, meresapi, menyusun dan mulai eksekusi langkah awal sambil memasuki tahapan menulis.

Semoga setiap detik hidup kita memberikan manfaat untuk banyak orang :D!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s