Lalu Untuk Apa Kita Berbenah?

Suatu ketika saya dan seorang kolega rehat sejenak dari kesibukan dengan menikmati secangkir cappucino di kafe kampus sambil mengobrol. Obrolan kami sampailah ketika saya menginformasikan bahwa saat ini waktu luang saya habiskan salah satunya dengan ikut kelas berbenah ala Konmari dan dia pun tertawa.

What ! ngabisin waktu aja.. that is common sense… berbenah mah berbenah aja.. ga usah sampai dipelajarin. Lo belajar sesuatu yang kurang esensial, masih banyak ilmu lain yang saat ini esensial lho untuk lo pelajari. Yang urgent. Misal… ilmu-ilmu untuk lo melanjutkan PhD yang kaga lo mulai-mulai!” (iya emang belum serius cari…)

 “hmm… tapi gue pengen berubah dalam berbenah, asa tiap hari teh beberes terus dan most of my time kayaknya buat beberes deh… ga efektif dan efisien..stress. di rumah kok ya ga rapi-, di kantor juga asa ruwet..makanya gue pengen belajar aja siapa tau cocok dan gue jadi lebih baik.”

“itu tapi common sense!! Itu karena viral aja. Itu hal biasa banget! karena di blow up aja makanya sekarang jadi terkenal. Duh orang Indonesia…”

Kalau sudah seperti ini saya ga mau melanjutkan lagi, lebih baik saya mengangguk setuju dan diam, daripada saya berdebat adu mulut. Obrolan ini pun langsung saya alihkan ke topik lain. Tapi obrolan singkat tadi sukses membuat saya tercekat dan membekas pertanyaan.. iya yah.. apa benar ini esensial dan akan mempengaruhi kehidupan saya kelak? Ya namanya juga berbeda pendapat pasti ada dikehidupan kita. Pasalnya saya mengikuti kelas berbenah ini ingin berubah menjadi lebih baik, belum dimulai udah dijatuhin semangatnya kan ya sedih…

Saya pun tetap melanjutkan menjadi murid di kelas Shokyuu. Bagi saya, tidak ada yang sia-sia, tidak ada yang kebetulan, belajar selagi bisa. Saya akhirnya memutuskan untuk belajar Konmari pun pasti ada maksud Allah, pasti ada hikmah. Maka yang saya harus lakukan saat ini adalah terus meluruskan niat baik di awal, di tengah proses perbaikan berbenah nanti, dan di akhir program ini. Lagi pula, lebih baik saya manfaatkan waktu luang dengan mencari ilmu dibanding hal lain yang mungkin kurang berfaedah. (Baca juga: sebuah usaha dan proses untuk berbenah)

Nah.. tibalah materi 1 dan 2 disampaikan tentang mindset dan spark joy standard termasuk memiliki barang di rumah hanya yang membangkitkan semangat kita saja. Materi ini membuat saya teringat kembali akan obrolan di kafe kampus waktu itu. Jadi.. buat apa saya belajar berbenah ? apa sebenarnya motivasi saya? perubahan hidup kedepan yang bagaimana yang saya harapkan dan bisa saya visualisasikan mulai saat ini ? Hasil perenungan selama berhari-hari diikuti sedikit praktek mengeliminir barang-barang yang tidak spark joy, semakin menyadarkan saya bahwa ada beberapa poin motivasi saya dalam berbenah, yaitu:

1. Berbenah adalah bentuk syukur saya akan nikmat dari Allah berupa tempat tinggal dan harus saya jaga. Salah satunya dengan tetap membuatnya rapi dan bersih. Bukankah Allah mencintai keindahan? bukankah kebersihan sebagian dari iman ?

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah Maha indah dan mencintai keindahan”.

Allah loves Beauty_Hadith.png

2. Saya ini ibu, madrasah utama anak-anak saya. Ia pasti akan mencontoh saya. Melalui berbenah, sebenarnya banyak sekali yang bisa saya ajarkan. Mulai dari menjaga kebersihan dan keindahan, mensyukuri barang yang dimiliki, meletakkan pada tempatnya, mengikuti aturan, disiplin, hidup yang sederhana seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW, mengurangi sampah, hingga menekan sifat konsumtif.

3. Ada sakinah dan ketentraman setiap kali habis berbenah. Ada semangat dan optimisme yang memancar. Ada pikiran yang lebih jernih dan segar. Ada hidup yang lebih teratur. Oleh karena itulah saya selalu bersemangat berbenah walau berat dimulai.

f3cf10667a6e1cba82e028f2116b7e46

4. Pernah ga sulit cari palu? Perasaan sudah diletakkan di tempatnya. Saking ga nemunya, ga jarang akhirnya kita beli lagi. Nah dengan berbenah sesegera mungkin dan totalitas, saya akan bisa menghindari pengeluaran uang karena beli barang yang sebetulnya kita sudah punya tapi karena kita tidak punya ilmu berbenah akhirnya tidak efektif juga dalam menempatkan barang-barang tersebut.

5. Space luas! Ini juga salah satu motivasi saya. saya suka sekali ruang yang sedikit perabot dan jadi punya space luas untuk berkumpul bersama keluarga besar dan tetangga, main sama anak, sekedar bercengkrama sama keluarga sambil nonton televisi, atau membaca sambil menikmati cemilan beserta segelas coklat panas.

Less-Stuff-means-less-to-organize-less-to-tidy-less-clutter-and-less-mess-more-space-for-you-and-more-space-for-life-tips-on-how-to-get-there-at-thehappyhousie.com_
source disini

6. Ingin menyayangi bumi dengan mengurangi sampah yang bukan hanya sampah makanan tapi juga sampah barang-barang yang saya beli padahal ga perlu-perlu amat. Dengan berbenah dan menyadari seberapa banyak barang kita, akan membuat mata kita terbuka bahwa sebenarnya kita selama ini ikut menyumbang sampah untuk bumi yang semakin padat.

Kalaulah boleh menggambarkan dan memvisualisasikan gaya hidup dan suasana di rumah yang saya inginkan dengan fasilitas yang ada saat ini, saya ingin sekali punya rumah penuh manfaat dan sumber inspirasi saya dan keluarga. Ruang tengah dengan space cukup untuk tempat berkumpul bersama keluarga besar, menghabiskan waktu sambil mengobrol, bermain bersama anak dan keponakan, atau tetangga beserta para anaknya, membacakan cerita, bermain sambil belajar ditemani makanan dan minuman segar buatan saya.

kisspng-family-quality-time-child-father-vector-family-5a94e9934de008.797660111519708563319
source: google.com

Saya dan keluarga juga sedang membangun kedekatan dengan buku dan aktivitas literasi. Saya ingin punya reading corner beserta perpustakaan mini, tempat kami membaca dan menuangkan ide ke dalam tulisan. Pojok favorit ini juga harapannya akan menjadi tempat rutin suami, saya dan anak-anak mengaji bersama ba’da subuh sambil menikmati matahari yang perlahan-lahan terbit dan sinarnya masuk menghangatkan ruangan dari jendela kaca. Lalu kelak perpustakaan mini ini juga bisa memberi manfaat untuk sekitar.

IOU-no-text-slider-read-to-your-child-400x300
source: google.com
Childrens Bedroom.
reading and inspiration corner at home (source: google.com)

Kamar anak juga ingin sekali saya benahi agar mainan anak semakin bisa terkategorisasi sehingga saya menjadi lebih mudah untuk mengamati bakat dan minat anak saya.

Saya juga membayangkan ada tempat khusus untuk saya meluangkan sejenak waktu, melepas lelah atau me-time dengan membuat art decoupage with quotes atau foto. Saya menyebutnya my happiness project. Karya-karya decoupage saya kelak akan terpajang di dinding khusus dan tentu akan membuat saya bersemangat dan sarana merefleksikan diri akan langkah-langkah yang telah saya ambil.

13439066_10208959555519890_3198131890853327295_n
Homemade homedecor (dok. pribadi)

Dan terakhir, saya ingin semakin menerapkan untuk menimamilisir sampah, memilah sampah, membuatnya menjadi bermanfaat dan tidak ingin terlalu merepotkan petugas sampah. Saya sebetulnya suka sedih kalau inget betapa banyak popok yang saya buang, makanan yang basi dibuang, plastik dan banyaknya botol yang saya gunakan dan akhirnya berakhir di kotak sampah. mungkin, dengan berbenah yang benar akan membantu saya mencapai gaya hidup positif seperti ini. Saat ini mungkin masih jalan di tempat, jalan seperti siput atau masih mimpi dan mimpi yang dituliskan biasanya akan menjadi kenyataan. target saya menyelesaikan berbenah ini tepat disaat anniversary pernikahan saya ketiga. Semoga tercapai, Semoga Allah ridho untuk menjadikan keluarga dan tempat tinggal saya menebarkan banyak kebaikan dan manfaat :). Aamiin…

konmari-quotes-copy

Bandung, 23 Juli 2018

Salam Spark Joy

#ShokyuuClass
#ShokyuuTask1
#konmariindonesia
#komunitaskonmariindonesia
#konmarimethod
#menatadirimenatanegeri
#ShokyuuClassBatch2
*#ShokyuuClassB2G?* (Isi dengan nomor grup misal #ShokyuuClassB2G11 artinya di grup 11)
*#ShokyuuB2G?Task1*
#SparkJoy

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s