Ideal Lifestyle

Perenungan dan tulisan saya mengenai berbenah pekan lalu lebih menitik beratkan pada apa sebetulnya motivasi saya untuk berbenah dan ideal life style yg saya idam-idamkan selama ini. Pekan ini saya akan lebih fokus mendetailkan serta berusaha keras merealisasikan usaha-usaha saya untuk mencapai mindset serta gaya hidup harapan saya tersebut dengan salah satunya menyusun timeline berbenah secara totalitas betul-betul beberes besar! 

Berbicara tentang gaya hidup itu bukan berarti tentang gaya hidup mewah. Disini saya ingin menekankan kediri saya sendiri bahwa gaya hidup ideal saya harusnya mah gaya hidup yang Allah senangi dan ridhoi, gaya hidup yg sebisa mungkin waktu hanya untuk yg berfaedah baik untuk diri, keluarga dan sekitar (ini berat), gaya hidup sehat sebagai bentuk syukur atas badan, gaya hidup rapi dan bersih sebagai bentuk ikhtiar karena Allah suka keindahan, gaya hidup GAM (gerakan anti mubazir) karena saya ga mau jadi teman setan, gaya hidup zero waste harus terus ingat ini bumi bisa rusak karena manusianya, setidaknya saya ikhtiar tidak mau ikut merusak bumi dan menyusahkan petugas kebersihan, gaya hidup hemat karena semuanya dipertanggungjawabkan. 

Sehari-hari angannya rajin bangun pagi langsung mencurahkan semuanya sama Pemilik Langit dan Bumi, punya waktu menghafal dan murajaah, menunggu subuh dengan menulis atau menyiapkan stimulasi anak untuk main sebelum berangkat atau sepulang kerja. Selepas subuh angannya langsung bergegas menyiapkan sarapan dan bawa bekel (keluarga hemat.com), beberes-nyapu-ngepel sebelum anak bangun supaya pas berangkat kerja rumah ditinggal dalam keadaan BARI (Bersih Aman Rapi Indah) dan pulang tidak makin capek karena berhadapan pula dengan kesemrawutan. Sepulang kerja setelah makan malam dilanjut main sama anak dan quality time sama suami, bacain buku buat anak atau bermain sambil belajar lewat media yang telah disiapin hingga jadwal tidur. Setelah anak tidur, idealnya sedikit merapihkan dan punya waktu ngobrol sama suami dan mempersiapkan untuk besok.

Terlihat sempurna? Jelas ! Tapi realita tak seindah itu. Ada banyakkk sekali tantangannya yang sebenarnya kalau mau dipikir lebih dalam sudah ada solusinya. 

Mencapai kesemua diatas kalau dipikir implikasinya saya harus melakukan:

  1. NIAT! Niat karena Allah bukan buat penilaian manusia. Ini poin sangat penting sekali bagi saya. Ketika niat saya melenceng, rasa malas akan datang, misuh-misuh akan datang, demotivasi karena suami dan anak berasa tidak mendukung, dst.
  2. Selain itu, yg harus saya lebih usahakan adalah lebih rajin, lebih telaten dan lebih mau berkorban (masih suka tergantung mood, masih banyak excuse “ntar aja selonjoran dulu maen socmed”) dan masih nunda-nunda. Ketika saya kepikiran untuk excuse, mari mengingat lagi indahnya, sakinahnya, tentramnya kalo rumah rapi, hati bersih, pikiran segar, keluarga sehat, dan diri serta tempat tinggal kita bermanfaat untuk sekitar. 
  3. Ikutan dengan benar kelas Shokyu ini. Menyambut dengan antusias momen tidying festival, mengerjakan tugas tepat waktu dan mengusahan yang terbaik. harapannya ketika betul beberes secara totalitas, saya akan tahu persis tempat barang masing-masing, harapannya menaruh barang sembarangan bisa diminimalisir dan waktu yang ga efektif untuk cari barang bisa diminimalisir pula. Waktu untuk milih baju buat berangkat juga bisa efektif karena sejujurnya kalau dipikir-pikir, pakaian yang kita gunakan (baju, tas, sepatu) dari sekian banyak hanya yang itu-itu saja. kembali mengingat pelajaran decluttering untuk fokus pada barang yang spark joy saja.
  4. Karena ingin lebih menghargai waktu dengan segala amanah yang ada, maka tiap pagi itu momen paling menentukan. Sepertiga malah hingga subuh adalah waktu paling penting untuk mengisi energi untuk para ibu, murajaah dan menghafal ayat baru kadang ga konsen karena didepan banyak setrikaan, buku berserakan. Penting menyiapkan tempat khusus untuk aktivitas berharga ini dan tidak menunda beberes sebelum tidur.
  5. Menyiapkan tempat khusus untuk me time, play time and family time. Sejauh ini paling banyak buku, setidaknya kalau penempatannya baik, pojok ini akan jadi pojok favorit bersama keluarga, pojok favorit saya nge-craft, anak bermain, suami bekerja dan pojok inspirasi dalam rumah ini mungkin ke depan bisa bermanfaat untuk sekitar. Beberes barang crafting supaya ga susah lagi nyari kuas dimana, lem tembak dimana, gunting beli terus karena ditaruh dimanapun, dst. Kalau buku sebenarnya pengen nyiapain storage-storage yang tidak ditempatkan di satu tempat saja tapi dibeberapa tempat seperti kamar mandi, ruang keluarga, kamar, mobil,  dan ruang tamu, karena saya masih menganut paham hasil penelitian bahwa meningkatkan minat baca anak dengan menyediakan buku di berbagai tempat ketimbang hanya dikumpulkan di satu tempat (but sebenarnya ini masih mikir lagi).
  6. Kebayang repotnya pagi, maka harus putar otak buat tidak lama menghabiskan banyak waktu di dapur ketika pagi (kalau weekend mah suka eksperimen) atau ogahan duluan kedapur karena ngeliat dapur nya aja udah eneg (re: pabalatak dimana-mana) maka food preparation akan sangat membantu sekali. Selama mencoba, hambatannya tukang sayur jarang lewat dan ga konsisten karena abis beli, cuci, langsung masuk kulkas, perlu pengorbanan lebih untuk food preparation dan subuh ke pasar sambil olahraga.
  7. Bawa wadah, botol minum, kantong belanja sendiri dan mengurangi belanja yang kurang butuh dan ga penting, yamg cuma nurutin nafsu.
  8. Mengkategorisasi mainan anak sesuai area metode yang lagi diterapkan. Penataan ini harapannya bisa membuat saya lebih baik dalam mengobservasi minat bakat anak.
  9. Mengurangi sampah dengan memilah sampah, menyediakan tempat sampah yang sesuai, me-recycle yang bisa untuk dibuat craft, mainan anak, tempat penyimpanan atau bahkan DIY furniture (karena belum ada budget buat beli furniture yang diinginkan).
  10. Menjual barang yang betul-betul ga spark joy dan uangnya bisa dialokasikan ke yang lebih prioritas.
  11. Doa is powerful karena sadar semua kekuatan hanyalah dariNya.

Sejauh ini, saya mematok beberes besar ini selesai tanggal 13 November 2018 sebagai wedding anniversary ^^. Secara kasar seperti ini :

Presentation1

Doakan berhasil ! setidaknya lebih baik saya tuliskan dan tempel target tersebut karena lebih dekat dalam menuju kenyataannya dibanding hanya dipikiran semata. Semangat!

Mulai dari diri sendiri karena tidak mungkin saya mengharap perubahan yg dilakukan oleh orang lain untuk saya, sebelum mengubahnya dari dalam diri sendiri dulu.

#konmariindonesia
#komunitaskonmariindonesia
#menatadirimenatanegeri
#shokyuuclass
#shokyuuB2Task2
#sparkjoy

One thought on “Ideal Lifestyle

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s