Ternyata, Begini Cara Berbenah Buku ala Konmari!

Alhamdulillah nulis lagi! Dua minggu sebelumnya saya merasa (sok) sibuk hingga sistem imun menurun..maklum..sedang ada beberapa deadline dan amanah. Pertama, minggu lalu jadwal saya mengajukan proposal untuk sekolah lagi. Iya! saya kangen sekolah.. saya pengen ngelab.. Suka malu karena kebanyakan ngurus administrasi dibanding hands-on experience di Lab, sehingga kadang masih kagok juga kalau disuruh pakai instrumen karena sudah cukup lama ga nyentuh T_T. Ada sih riset yang bisa dikerjakan.. namun, sampai saat ini kendalanya ya… apalagi kalau bukan manajemen waktu. Kapan-kapan.. saya pengen nulis tentang in my point of view, what happen with today’s lecture in university?. Serius ! kita perlu berbenah dengan tantangan generasi muda sekarang dan nanti!. Kedua, minggu lalu juga sibuk tes IELTS (lagi) karena ingin mengajukan beasiswa (kali aja keterima lagi..namanya juga ikhtiar). Semoga kedepan lebih serius lagi untuk target satu ini tanpa melalaikan amanah saya terhadap anak dan suami T_T aamiiin. Pokoknya sekarang mah alhamdulillah lebih sakinah (ceile..), yang Allah dan suami ridho aja.. toh hidup kita untukNya kan.. bukan untuk penilaian makhluk. Ketiga, minggu lalu ada summer school SF ITB, dua minggu ikut mengurus printilan dan mengurus terutama makannya bocah-bocah. Sungguh cukup challenging ya. Ada yang ga suka makanan Sunda, ada yang ga suka pedas, ada yang ga bisa makan daging dan akhirnya.. KFC is the best solution! Summer school ini program baru 2 tahun berjalan, programnya ITB demi menuju World Class University. Ini peluang yang sangat baik buat mahasiswa generasi milenial, sehingga harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin ! (ngiri dulu ga ada yang beginian dan sedih kalo animo mahasiswa ga sebesar itu). And last but not least, minggu kemarin juga ngadain pengabdian masyarakat perdana dibiayai sama ITB dengan ide dan proposal bersama tim yang akhirnya dapat diimplementasikan walaupun baru di dua kecamatan, Lembang dan Batununggal. Alhamdulillah ! segala puji bagi Allah. Keluarannya sih memang ingin modul yang lengkap tentang pengetahuan dasar mengenai obat mulai dari mendapat, menggunakan, menyimpan dan membuang (DAGUSIBU), swamedikasi, sedikit pengetahuan herbal serta pangan yang aman. Tentu modul ini jauh dari sempurna dan ekspektasi kami (saya lebih tepatnya), jadi masih perlu diperbaiki. Yang jelas, semoga modul ini menjadi acuan untuk melaksanakan Cara Belajar Insan Aktif mengenai kefarmasian di lebih banyak kecamatan untuk kader posyandu yang sebenarnya dapat diberdayakan menjadi mitra apoteker (kapan-kapan ingin tulis juga 1 cerita khusus tentang ini ^^).

Ohya pembukaannya panjang, mari back to topic.. apakah ibu-ibu butuh me time ? kalau saya sih iyes! Namun bagi saya setiap orang punya cara me time yang berbeda-beda, ada yang cukup nonton drama Korea, window shopping, baca buku, menjahit dan sebagainya. Ikut kelas online adalah salah satu cara me time saya. Saat ini ada 3 kelas yang sedang diikuti dan memang ingin banyak mengambil pelajaran dari kelas-kelas ini yaitu kelas beberes rumah dengan Metode Konmari, kelas menuju zero waste home dan kelas belajar menstimulasi anak. Nah dua minggu ini cukup membuat saya keteteran dan sulit mengikuti kelas T_T. Tugas akhirnya dirapel, tapi saya tidak ingin menyerah dan meninggalkan begitu saja kelas-kelas ini. Di kelas beberes rumah ala Konmari, minggu ini masuk kategori membereskan buku. Jujur, ini lebih berat dibanding beresin baju (yang memang jumlahnya sedikit). Kalau buku, harus benar-benar dipilih mengingat salah satu cita-cita ingin punya rumah baca yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan literasi masyarakat terutama anak usia dini disekitar rumah (namanya juga impian).

Sepakat ! buku adalah jendela ilmu, gudang pengetahuan. Namun ternyata ga semua buku sebenarnya kita perlukan dan kita sukai. Ada kondisi tertentu kita memerlukan suatu buku, tapi setelah kondisi tersebut lewat, mungkin buku tersebut tidak diperlukan lagi oleh kita dan dapat kita pertemukan dengan pembaca lainnya. Menurut Konmari, merapikan buku sejatinya akan menemukan apa yang kita senangi, apa passion kita sebenarnya. Beberapa buku yang kita simpan kadang belum pernah dibaca sama sekali, atau bahkan masih tersegel dan entah kapan akan dibaca. Menurut Konmari, someday never comes, jadi untuk buku tipe ini segera bisa dipilah dan dipindahtangankan. Seperti benda lainnya, buku juga punya fungsinya. Bisa jadi, fungsi buku tersebut sudah terpenuhi dengan membuat kita bahagia ketika membelinya atau ketika telah habis membacanya. Namun, memori tentang buku ini tentu masih tetap ada. Ketika mencoba membereskan bukupun, saya jadi semakin tersadar, agar buku ini terus terikat dalam ingatan, penting setelah habis baca buku dibuat review singkatnya.

Ini dia tahap berbenah buku yang saya lakukan dikala weekend :

  1. Mengeluarkan semuaaaaaaaa buku dari sarangnya dan saya kumpulkan di satu tempat yang direncanakan akan menjadi mini library at home.
  1. Seleksi tiap buku berdasarkan: apakah buku ini membangkitkan semangat atau tidak dengan mengelus covernya satu-satu. Literally ! saya elus supaya membangkitkan memori saya tentang buku ini dan membuat saya akan merespon dengan cepat apa buku ini tetap layak disimpan atau tidak.
  2. Terimakasih ! kepada buku-buku yang sudah memenuhi tugasnya untuk kehidupan saya! Buku-buku ini kemudian saya pisahkan ke area karantina untuk disortir kembali mana yang akan saya berikan ke rak buku di musholla kampus, dijual kembali atau diberikan ke penampung.
WhatsApp Image 2018-08-28 at 06.42.08 (2)
Salah satu yang bisa dijual kembali (boardbook) dan langsung ludes alhamdulillah
  1. Buku yang akan saya simpan lalu saya bagi menjadi 4 kategori:
  • Buku anak, dan buku anak dibagi lagi menjadi buku board book, activity book (termasuk dalamnya lift-the-flap, touch and feel, dst), dan paper based. Temanya sendiri saya bagi lagi menjadi sub kategori buku anak islami dan umum.
  • Buku pengembangan diri (termasuk dalamnya novel inspirasi, buku motivasi seperti Maxwell, dsb)
  • References saya bagi menjadi subkategori dibagi menjadi buku bisnis (passion-nya suami), parenting dan edukasi (yang menjadi passion saat ini bagi saya), text book farmasi dan kesehatan, dan referensi berkaitan dengan ilmu agama.
  • Miscellanous seperti album foto
WhatsApp Image 2018-08-28 at 07.15.28
Setelah disortir. Didominasi oleh buku Anak. Mari kita tuntaskan dulu buku yang masih dibaca
  1. Menyiapkan rak buku/ tempat penyimpanan buku-buku yang sudah dipilah dan akan spark joy.
  2. Buku yang tidak disimpan dan masuk kategori akan dijual kembali, kemudian saya foto dan promosikan. Ternyata ! responnya cepat sekali, dalam hitungan jam sudah habis. Sesuai janji, all sales for books will be donated to Lombok. Terkumpullah sekitar Rp 450.000,- untuk didonasikan ! alhamdulillah ! sungguh weekend yang berfaedah.

Selanjutnya, yang harus diselesaikan segera adalah tahap kelima ! tahap kelima jujur belum saya kerjakan karena masih menabung (dari hasil garage sale) dan kepikiran untuk diy rak buku sendiri (biar lebih irit). Ingin survei dulu ke Brotherwood Bandung sih.. tempat workshop bikin furniture sendiri. Tapi ga ada salahnya kan ya memvisualisasikan impian kita terlebih dahulu. Semoga segera terlaksana dalam tempo sesingkat-singkatnya dan Allah ridho terhadap proses menuju terealisasi impian memiliki pojok baca di rumah. aamiiin !

 4a88c03434490e4c24f7fa7124eab336--islam-hadith-alhamdulillah (2)

2 thoughts on “Ternyata, Begini Cara Berbenah Buku ala Konmari!

  1. Duhhh, koq saya ikut kangen ngelab sama kayak mbak! hehe. Wah, baru tahu sekarang ITB ada summer school yaa, keren! Selain SF apa aja mbak jurusan yg sudah mengadakan summer school?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s