Seoul Children’s Museum: Tak Pernah Bosan Untuk Di Kunjungi

Assalamualaykum

Bismillah !

Minggu kedua dimana saya resmi masuk perkuliahan dengan hak, kewajiban, syarat dan ketentuan yang berlaku. Tentu di minggu-minggu awal ini masih disibukkan dengan perkara administrasi yang penting dan segera untuk diselesaikan seperti akun bank, kartu identitas mahasiswa, registrasi sebagai peneliti asing, pengajuan Alien Registration Card (KTP-nya foreigner di Korea), mempersiapkan pengajuan visa dependen suami dan anak, mendaftar daycare untuk Gahtar, mencari klinik bersalin, asuransi dan sebagainya. Selain perintilan administrasi, tentu perkuliahan dan aktivitas laboratorium sudah dimulai dan mulai harus serius. Semoga selalu semangat baik di awal, di tengah maupun di akhir perjalanan. Ditambah lagi program kelas malam peningkatan Bahasa Korea yang wajib diikuti sebagai bagian dari beasiswa, pun syarat untuk lulus. Ya ! ternyata ada beberapa fakultas yang mensyaratkan untuk lulus program master/ doctoral, perlu lulus pula kelas bahasa dan budaya Korea, termasuk fakultas saya, College of Pharmacy.

Selepas kuliah dan nge-lab (yang sebenarnya masih bingung mau mulai dari mana), rasa-rasanya ingin sekali langsung pulang ke rumah, ketemu suami dan anak. Tapi setelah dipikir-pikir, kelas bahasa ini memang penting demi lancar berkomunikasi baik di kampus maupun di kehidupan sehari-hari. Salah satu cara saya supaya belajar bahasa lebih mengasyikkan, biasanya selepas materi dan pulang ke rumah saya praktekkan kembali di depan suami dan anak. Tak jarang juga saya siapkan flash card untuk anak yang bertuliskan Hangeul supaya saya-nya jadi belajar dan anak tetap bisa bermain. Jadi ya…semuanya dijalani saja dengan penuh syukur karena kapan lagi kan les bahasa gratis.

Setiap akhir pekan, suami ada jadwal pengajian dan waktu me-time-nya beliau, sedang bagi saya akhir pekan adalah waktu berkualitas berdua sama anak. Akhir pekan ini, sembari menunggu suami pulang, saya mengajak anak jalan -jalan berdua saja sambil kembali meningatkan bonding kami. Saya pun mengajak mengunjungi Seoul Children’s Museum yang menjadi salah satu bagian dalam komplek Children’s Grand Park. Sesuai namanya, taman besar yang terletak di Gwangjin-gu ini menyediakan berbagai fasilitas untuk keluarga termasuk ada kebun binatang, botanical garden, wahana-wahana playground, amusement park, dan tak jarang diadakan penampilan kebudayaan atau acara anak di taman ini. Mengunjungi taman dan museum itu pilihan utama saya sih kalau jalan-jalan melepas penat karena sudah barang tentu gratis nan edukatif ! walaupun ada wahana yang bayar pun setidaknya tidak merogoh kocek sampai dalam (atau cukup melihat dari luar agar tetap hemat).

DSC_0151
Berfoto dulu sebelum masuk ke Children Grand’s Park
DSC_0162
Wahana-wahana yang ada di Children’s Grand Park

Kembali lagi ke Seoul Children’s Museum, kesan pertama untuk tempat ini sungguh menakjubkan ! terbukti si anak ga mau pulang padahal museum sudah mau tutup (buka jam 10 pagi-6 sore). Museum ini dibangun oleh Seoul Metropolitan Government untuk membangkitkan imajinasi, harapan, mimpi anak-anak yang didapat dari belajar sambil bermain. Desainnya sungguh menyenangkan, penuh seni, stimulasi dan makna. Dari usia bayi hingga dewasa sangat bisa menikmati museum ini dan dijamin tidak akan bosan, jadi ingin selalu datang kembali. Untuk harga masuk ke tempat exhibition-nya, anak diatas umur 36 bulan dan dewasa dikenakan biaya 4.000 KRW (setara kira-kira IDR 70.000). Berhubung Gahtar masih 2.5 tahun, mari kita manfaatkan kebahagiaan gratisan haqiqi ini. Jika yang dewasanya juga ga mau bayar bisa langsung saja ke book lounge dan toddler playground (untuk anak dibawah 3 tahun) karena masuknya gratis dan harus didampingi orang tua.

DSC_0167
Seoul Children’s Museum

Ketika masuk tempat pamerannya, kami diberi tanda cap dulu di punggung tangan yang sesungguhnya capnya tidak terlihat secara kasat mata, baru setelah disinari dengan senter, capnya kemudian berpendar. Wah… sungguh pengalaman baru bagi kami (norak mode on). Museumnya sendiri terdiri dari 3 lantai yang tiap lantai itu memiliki tema tersendiri dan sesuai tahapan perkembangan anak.

IMG_4706
Setiap lantai punya tema bermain yang berbeda

Lantai basement mengusung tema sensitivity development play. Disini lebih banyak stimulasi emosi dan sensori (menstimulasi semua indera). Paling berkesan di lantai ini bagi kami yaitu area If I were…. Jadi disini anak-anak belajar bagaimana bila mereka menjadi tunanetra (beneran disiapkan tongkat dwi warna lhoo). Bagaimana mereka (para tunanetra) ‘meraba jalan’ atau dengan kata lain anak dikenalkan fungsi mengapa ada jalan bertekstur. Selanjutnya if I were… jadi penyandang disabilitas (beneran disiapkan kursi roda lhoo), dan anak belajar menggerakkan kursi roda di jalan yang tanpa undakan (tangga) hingga mereka semua ini masuk ke simulasi subway. Dari simulasi ini, anak akan belajar empati dan paham mengapa ada kursi prioritas di Subway. Tepuk tangan dan acungkan jempol untuk ide stimulasi anak ini ! buku yang pernah Gahtar baca bersama bunda yaitu Aku Suka Caramu serta Ketika Joko dan Jenar jalan-jalan ngena banget pas di museum ini.

This slideshow requires JavaScript.

Lantai 1 bertemakan space play, art play, dan nature play. Lantai ini juga ada tempat pameran khusus yang saat ini sedang berlangsung yaitu tentang Hello, Heart! Pameran ini bertujuan untuk anak mengenal dan memahami emosi. Dengan kenal, paham, dan dapat mengekspesikan dengan benar, harapannya anak akan tumbuh dengan penuh empati. Lantai ini sungguh menstimulasi imajinasi anak dan meningkatkan kreativitas. Selain itu, tentu saja mengasah motorik anak.

Selanjutnya di lantai 2 ada physical play dan imagination play yang bertemakan alam semesta. Di bagian ini, aktivitas fisik lebih banyak mendominasi karena wahana-wahana yang dipamerkan kebanyakan melibatkan gerak dan koordinasi tubuh. Di luar area exhibition, masih di lantai yang sama, terdapat book lounge dan toddler playground. Arena bermain bayi dan balita didesain sangatttt aman dan bersihhh. Couldn’t agree more !

This slideshow requires JavaScript.

Oiya selama di pameran dari basement hingga lantai 2 TIDAK diperkenankan untuk makan ! so please be considered. Kalau dibilang ga boleh makan ya jangan curi-curi nyuapin anak sambil maen. Pantesan tempat ini bersih banget ya memang harus disiplin melakukan hal-hal di tempatnya. Dibilang ga boleh pakai kamera ya jangan ngeluarin kamera segede gambreng dan flash sana-sini.. lebih baik bertanya di awal untuk memastikan apakah boleh memotret anak menggunakan HP? Kalau boleh juga sebaiknya tidak kebablasan tiap selangkah motret atau rekam, sebab kita perlu menikmati waktu bersama anak. Just be enjoyed ! waktu kemarin kesana juga hanya beberapa kali motret, sebab saya tidak ingin kehilangan momen dan memahami detail satu persatu ide pamerannya.

Solusinya gimana nih kalau mau nyuapin anak makan dulu? Family lounge di lantai 3 telah disediakan sebagai tempat boleh makan. Selain family lounge, di lantai 3 juga masih ada arena science play dan culture play. Seperti kebanyakan museum IPTEK, di lantai ini anak akan disuguhi beberapa eksperimen IPTEK, belajar memahami sebab-akibat sebagai bagian dari sebuah ilmu pengetahuan dan lebih banyak aktivitas pretend play.

Selain exhibition, library dan playground, Seoul Children’s Museum juga menawarkan berbagai kelas edukasi yang terprogram setiap minggunya sesuai tema dan umur, mulai dari kelas memasak, seni, eksperimen ilmiah, dan lain sebagainya.

Belum puas sih di Seoul Children’s Museum! Sure we will come back again! Dan banyak juga sisi lain Children Grand Park yang belum terselusuri. Setiap musim sepertinya akan diagendakan ke Children Grand Park karena tempatnya yang sungguh menyenangkan dan ramah keluarga, tersedia pula fasilitas menyusui, penyewaan stroller, bahkan toilet khusus anak pun tersedia. Kalau berkesempatan berlibur bersama anak-anak ke Korea Selatan, Children Grand Park termasuk di dalamnya Seoul Children’s Museum bisa dimasukkan dalam daftar tempat untuk dikunjungi. We strongly recommend you to visit this place dan enjoy the experiences yet tight our bonding with families! 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s