Ihwa Mural Village dan Refleksi Makna

Saya urungkan niatan untuk langsung pulang ke kontrakan selepas mengantar suami dan anak kembali ke Indonesia sementara waktu. Rencana awalnya, saya ingin membereskan semua urusan pekerjaan rumah tangga sedari pagi; nyapu, ngepel, cuci-jemur, nyikat kamar mandi dan lain-lain yang pasti ada saja aktivitas selanjutnya seakan tak ada habis, kemudian dilanjut relaksasi dengan maskeran, baru setelah itu mulai mengerjakan urusan kampus. Rencana ini kemudian berubah total ditengah jalan, saya belokkan badan untuk menuju suatu tempat yang mungkin dapat menanggalkan kesedihan akan pengalaman pertama long distance marriage.

Saya pun memilih untuk menuju Ihwa Mural Village, sebuah tempat yang katanya menarik untuk dikunjungi menurut hasil pencarian di mbah google. Tak lupa sebelumnya saya briefing dulu si janin agar siap pada solo traveling minggu ini. Dari Incheon saya perlu berhenti di Seoul Station, kemudian menuju lajur 4 untuk lanjut naik subway dan berhenti di Dongdaemun History and Culture Park Station. Setelah mencapai pintu keluar 3, saya harus menuju Naksan Park dan menyusuri taman hingga bertemu kampung mural tersebut. Menurut informasi, Ihwa Mural Village atau disebut juga dengan Moon Village merupakan bagian dari perbukitan Naksan Park. Sehingga mau tidak mau, untuk menuju tempat ini dan selama di tempat ini, kita harus menyiapkan tenaga karena jalannya yang menanjak.

IMG_4893

IMG_4880

Menurut berbagai sumber di media online, Ihwa Mural Village sebelumnya ditetapkan untuk dihancurkan karena dianggap sebagai daerah kumuh. Namun, di tahun 2006 oleh Kementerian Pariwisata dan Budaya Korea Selatan, tempat ini kemudian disulap menjadi salah satu tempat wisata dengan adanya usaha memberi sentuhan seni mural di dinding-dinding rumah para penduduk daerah ini. Bagi para turis, tempat ini memang menjadi salah satu daya tarik selain miniatur tembok Cina sepanjang Naksan park. Sayangnya, para penduduk Ihwa Mural Village dikabarkan tidak semuanya merasa setuju dengan proyek pemerintah ini. Dari sebuah pembangunan suatu tempat wisata dalam kota tersebut, setidaknya ada dua hal yang bertolak belakang satu sama lain. Di satu sisi, menjadikan tempat ini sebagai salah satu desa wisata tentu akan menggerakkan roda perekonomian. Terbukti banyak berdirinya café atau tempat makan, galeri seni yang unik, serta toko-toko yang menjual karya pengrajin setempat untuk dijadikan souvenir khas Korea. Tapi disisi lain, arus masuk para wisatawan ke daerah berpenghuni ini sama saja menimbulkan masalah baru yaitu tidak adanya lagi ketenangan untuk para penghuni seperti masa sebelum dipoles mural. Inilah yang menjadi keberatan para warga, hingga akhirnya pernah melakukan aksi “protes” dengan menghilangkan beberapa mural terbaik dan menjadi ikon Ihwa Mural Village.

IMG_4884
Selalu ingat bahwa tempat ini adalah permukiman, so be quiet

 

Walaupun begitu, tetap saja masih banyak turis baik lokal maupun mancanegara datang ke tempat ini, termasuk saya. Beberapa sudut yang digambar mural memang cantik, seakan memberikan cerita untuk ditemukan maknanya dan menarik untuk didokumentasikan.

Banyak juga spot kreatif nan lucu yang bisa dijadikan tempat berfoto. Area ini makin terkenal di kalangan turis mancanegara juga mungkin karena pernah menjadi tempat syuting beberapa drama Korea. Sayangnya (atau mungkin beruntung?), saya sendiri tidak familiar dengan judul drama Korea yang dimaksud karena tidak pernah menonton K-pop dramas dan sejenisnya. Tenang saja.. kita tidak akan tersesat, karena petunjuk dan arah jalan menuju dinding-dinding yang ber-mural, museum, toko, galeri, atau coffee shop cukup jelas, disediakan dan terpampang di beberapa sudut area.

IMG_4915 - Copy - Copy
Salah satu spot syuting drama Korea yang saya pun tidak tahu judulnya

Setelah menikmati karya seni mural, kita bisa beristirahat sejenak dan bersantai di café-café cozy tersebar di kampung ini. Ada beberapa café dan tempat makan yang bisa menjadi pilihan, dari yang menawarkan keunikan desain interior, pernah menjadi café tempat syuting drakor, hingga keunikan dan kelezatan hidangan. Saya pun menikmati segelas vanilla latte hangat di Milk Gongbang yang sebenarnya terkenal dengan soft ice cream-nya. Café ini adalah ide dari dua master chef terkenal di Korea. Alhamdulillah…untung saya membawa bekal sarapan yang tidak dihabiskan anak tadi, jadi saya masih bisa mengganjal lapar karena untuk makanan di daerah ini tentu kita tidak mengetahui kehalalannya.

IMG_4934
Milk Gongbang

Jika memang ada budget tak terbatas, tidak ada salahnya mencoba menikmati berkeliling kampung dan berfoto cantik dengan kostum seragam sekolah Korea zaman dulu, sehingga membuat kunjungan akan menjadi makin menarik dan terkenang.

Dua jam sudah terlewati, waktu zuhur pun sudah masuk, itu pertanda saya harus kembali dan menepati janji saya ke diri sendiri untuk bersih-bersih rumah. Kalau tadi saya masuk ke kampung mural ini dari Naksan Park, maka ketika pulang saya lewat jalan yang berbeda yaitu jalan menuju Hyehwa Station. Ternyata sepanjang jalan menuju Hyehwa Station, masih ada beberapa mural dan karya seni yang bisa kita nikmati. Selain itu, kita juga bisa menikmati waktu sejenak di Maronnier Park searah menuju stasiun ini.

IMG_4917
Pemandangan dari atas Naksan Park
IMG_4964
Salah satu spot lucu ketika menuju Hyehwa Station

Alhamdulillah… hati dan pikiran sudah menjadi lebih fresh, insyaAllah akan tetap semangat, makin bersyukur dan bersabar untuk semua episode hidup. Hari ini sebetulnya ada dua hal yang membuat sedih. Yang pertama, subuh buta ketika perjalanan menuju Incheon, tepat ketika kereta melewati jembatan dan dapat memandang perpaduan warna malam menuju pagi, saya dikejutkan oleh kabar bahwa salah satu pegawai kependidikan di SF tepatnya di farmakologi, Teh Wulan, meninggal dunia ketika proses melahirkan. Ah… rasanya saya masih ga percaya. Berkali-kali saya membaca, apakah benar teh Wulan farmol yang meninggal? Secepat itukah? Perasaan baru seminggu yang lalu pamit minta doa karena akan cuti lahiran.. sekarang sudah beda dimensi dengan saya… Ah.. teteh.. kenangan teteh yang selalu tersenyum, selalu semangat menyeru untuk ingat ke Allah seketika hadir kembali. Santunnya teteh memberi masukan, sigapnya teteh membantu apalagi ketika masa-masa saya menyelesaikan TA di farmol, pasti akan selalu menjadi kenangan yang baik teh..

IMG_4853
Ada hikmah dan hal yang masih patut disyukuri dalam keadaan duka

Yang kedua, hari ini menjadi pengalaman saya setelah menikah, menjalani hari-hari tanpa anak dan suami right beside me dan dalam kondisi hamil. Saya kira saya akan kuat dan baik-baik saja, eh tiba di depan pintu keberangkatan ah saya akhirnya tak kuasa, nangis deh bareng-bareng. It really will be an unforgettable moment ya Yah, Tar… semoga kedepan kita makin solid sehingga seberat apapun masalah, tantangan, insyaAllah bisa kita lewati, walau harus bertahun-tahun bersabar. insyaAllah, Allah bantu.

Dua kejadian hari ini mengingatkan saya kembali bahwa setiap orang pasti akan pernah mengalami momen perpisahan, kehilangan, pastinya lagi tiap orang akan mengalami kematian. Tiap orang tidak tahu kapan batas waktunya, tidak ada yang bisa menebak. Pilihannya, ketika meninggal atau berpisah ingin dikenang sebagai manusia yang bagaimana? manusia yang kebaikannya akan selalu mengalir walau telah tiada, atau manusia yang malah menjadi hikmah agar tak dicontoh karena keburukannya. Jika hati lurus ke Allah, hanya untuk penilaian-Nya, tentulah penilaian makhluk akan mengikuti. Lalu sudah sejauh mana persiapan saya untuk menghadap Allah dalam kondisi yang terbaik? Ah.. semoga Allah masih memberikan saya waktu untuk berusaha lebih baik lagi.. dan masih memberikan waktu untuk merasakan kembali hangatnya berkumpul bersama keluarga salah satunya bersama menikmati kampung cantik seperti Ihwa Mural Village.

Naksongdae, 24 Maret 2019

Ketika memakai baju suami dan makan cemilan anak adalah bentuk pelampiasan rindu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s