Antusias Anak-Anak WNI di Korea Ikut Pesantren Kilat Ramadan 1440 H

Jauh dari kampung halaman ternyata tidak membuat kami, WNI perantau  yang sedang berada di Korea Selatan kehilangan momen Ramadan seperti di Indonesia. Kami tetap dapat mengikuti pelbagai kegiatan positif dalam rangka mengisi Ramadhan 1440 H seperti program rutin buka puasa bersama setiap sabtu yang diselenggarakan oleh KBRI Seoul. Acara tersebut diawali dengan tausiyah dan kemudian berbuka bersama. Tentu acara ini menjadi ajang silaturahim dan saling mengenal antar WNI yang ternyata cukup banyak di Korea Selatan, baik sedang belajar, bekerja, maupun mix-married family.

Pekan lalu, 18 Mei 2019 telah dilaksanakan pula program yang ditujukan untuk anak-anak. Rumah Muslimah Indonesia (RUMAISA) sebuah organisasi kemuslimahan di Korea Selatan yang memiliki program kerja salah satunya Rumaisa school, bekerjasama dengan KBRI Seoul menyelenggarakan program pesantren kilat Rumaisa school bertempat di Wisma Duta Besar KBRI Seoul.

Sebanyak kurang lebih 60 anak-anak dan remaja muslim Indonesia yang tinggal di Korea turut hadir dan berpartisipasi dalam pesantren kilat tahun ini. Acara tersebut dibuka langsung oleh Istri Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Ibu Nila Umar Hadi yang sungguh ramah, mengayomi, serta berdedikasi. Bahkan, Ibu Nila tidak segan turun tangan memastikan kelancaran pesantren kilat yang dilaksanakan sejak 2017 tersebut. Saya sampai kagum, seorang pejabat mau memegang pengeras suara untuk pendongeng walau dengan sigap digantikan oleh panitia.

Mengusung tema besar “Ramadan Gapai Jannah”, kegiatan edukatif tersebut dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan usia yaitu kelas kecil (2-3 tahun), kelas tengah (4-6 tahun), kelas besar (7-12 tahun), dan kelas remaja (13-17 tahun). Program diawali dengan membangkitkan semangat anak-anak melalui yel-yel motivasi Ramadhan, berdoa dan menghafal surat pendek bersama. Kemudian anak-anak berkegiatan berdasarkan umur.

Untuk kelas kecil dan menengah, anak-anak diajak bermain sambil belajar huruf hijaiyah, mengenal adab serta amalan selama bulan Ramadhan melalui dongeng dan aktivitas meronce tasbih. Sedangkan untuk  untuk kelas besar selain menanamkan tauhid melalui permainan dan diskusi, anak-anak juga diajak membuat lentera Ramadhan. Aktivitas-aktivitas yang disusun tersebut tentu sangat bermanfaat dan membantu orang tua dalam menanamkan ketauhidan, keimanan, karakter, dan menstimulasi tumbuh kembang terutama untuk anak-anak usia dini.

DSC_0617
Puppet show bisa jadi media untuk memperkenalkan anak-anak tentang kegiatan di Bulan Ramadan.
WhatsApp Image 2019-05-19 at 10.44.43
Aktivitas meronce tasbih, aktivitas kaya stimulasi terutama untuk anak-anak usia dini

Kegiatan untuk kelas remaja juga tidak kalah seru, mengusung tema proud to be muslim youth, para remaja diajak menonton film “1001 Invention From Muslim Civilization“. Setelah itu mereka diajak berpikir kritis dan berdiskusi mengenai pemuda muslim di negeri minoritas. Kegiatan tersebut diharapkan membuka cakrawala remaja muslim di Korea Selatan untuk selalu bangga menjadi muslim dan selalu menebar kebaikan walau di negara minoritas.

Kegiatan diakhiri sesaat sebelum berbuka dengan pembagian sertifikat dan bingkisan menarik oleh Ibu Duta Besar yang semakin membuat anak-anak bahagia. Tak lupa momen tersebut tentu wajib diabadikan.

Berfoto bersama Ibu Dubes RI untuk Korea Selatan (2)
Foto bersama para panitia dan peserta dengan Ibu Nila Umar Hadi, Ibu Dubes RI untuk Korea Selatan

Setelah itu acara dilanjutkan dengan dengan berbuka bersama. Pekan ini yang datang ke acara buka bersama di KBRI Seoul meningkat dibandingkan pekan sebelumnya, lebih dari 400 orang ikut serta. Menariknya, bukan hanya WNI saja yang datang, melainkan juga warga asing lainnya baik WNA yang juga melaksanakan puasa ramadan (berasal dari negara muslim) maupun tidak. Tentu hal ini menurut saya memberikan citra positif bagi Indonesia karena para WNA merasakan hangatnya kekeluargaan masyarakat Indonesia di luar negeri ketika berkumpul walau tidak memiliki hubungan darah. Semoga program-program dari Rumaisa dan KBRI Seoul ini berkelanjutan dan dapat menjadi inspirasi bagi WNI yang sedang berdiaspora di berbagai belahan dunia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s