What I Wonder Here ?

“Yangie, besok kuliahnya seminar tamu. datengnya jangan telat yah”

Begitulah teman lab saya mengingatkan saya satu hari sebelum kuliah. Sedih yak rasanya diingetin supaya ga telat, berarti ketauan emang sering telat. Padahal emak bangun paling pagi, sebaik-baik mungkin tetap melakukan apa yang harus dilakukan sesuai amanah yang sedang diemban (yang mungkin di mata Allah masih ya elah males bet dah ni manusia).

Truly.. ngurus dua bocah sambil kuliah ternyata ga mudah!. Bener deh… astagfirullah… mencoba menyeimbangkan semuanya, mencoba berlaku adil.

Kuliah tamu kali ini professor mengundang alumni. Mahasiswa yang pernah ia supervisi ketika program sarjana lalu melanjutkan master hingga PhD di Stanford University. Jelaslah universitas ini terkenal di dunia yak, pilihan universitasnya si neng geulis Maudy setelah sempat bingung mau pilih Harvard atau Stanford?.

Alumni ini menamatkan program master hingga PhD-nya selama 5 tahun saja dengan 6 publikasi. Publikasinya di Science dan di Nature pula. Wadiwaw sekali…. And then I am thinking about my self. What I wonder in here actually ? Kenapa tiap hari waktu serasa habis karena urusan itu-itu aja? Kenapa ya gue susah-susah mau kuliah lagi? T_T.

Sebenarnya dibalik emak yang strong sebenarnya ada perasaan takut anak terabaikan, amanah ke suami juga terseok-seok. Kadang terlintas di pikiran… duh gue pengen lambai-lambai kamera aja deh dan kibar bendera putih. But then.. Telinga kanan kayak dibisikin

Yangie… kamu mau ga kayak Pak Habibie? Kayak sahabat-sahabat Nabi? Coba deh lurusin niat, nuntut ilmu karena apa? Biar bangga gitu ? Mau publish di nature itu kepentingannya apa? Beneran karena Allah ?

Pernah terlintas juga, apa bener sih sebagai perempuan yang menikah dan punya anak ga bisa berhasil as a person dan menemukan misi-Nya mengapa diciptakan di tengah masyarakat ?

Duh duh duh… ketika too much overthinking dan bingung apa yang harus diperbaiki.. Ya perbaiki dulu sholatnya… jelas ada di Al-Qur’an mintalah pertolongan Allah dengan sabar dan sholat…

Yap ! Ternyata kita harus kembali lagi pada niat dasar, bener nih Lillahi ta’ala? Dan kembali lagi perbaiki hal paling dasar yaitu sholat.

Amanah ini makin berat… sebagai istri, sebagai ibu, sebagai anak, sebagai menantu, sebagai bagian dari masyarakat, sebagai part of ciptaan-Nya, terasa sulit rasanya menyeimbangkan semuanya, Berlaku adil untuk semua bidang ini… maka naif sekali kalau segala pencapaian karena kehebatan pribadi. Ada kekuatan Maha Besar yang membuat saya masih bertahan.

Sulit memang.. Tapi yakin, di luar sana, masih ada orang yang lebih sulit kondisinya dari kita.. Keep calm and carry on.. Jalani, syukuri, nikmati, minta pertolongan dengan sabar dan sholat.

Ya Alloh ampuni ya… sering menyianyiakan waktu dengan scroll media sosial.

SNU, 25 September 2019..

Setelah lihat CV si sesembak dan merasa jadi remah rengginang basi di kaleng…

Do not think of our self like that yaa.. yakinlah semua manusia itu mulia. Terus evaluasi dan perbaiki diri. Bismillah lillahi ta’ala. Saling mendoakan dan menyemangati…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s