A Midnight Afterthought

“Rezeki itu…” begitulah ustadzah memulai kajian siang ini. Masih kami merinding membahas berita-berita highlight saat ini.

“adalah apapun yang diberikan atau yang luput dan diambil kembali oleh Allah, namun membawa diri lebih kenal ke Allah, mendekat kepada-Nya, bertambah iman kepada-Nya.”

“adapun rezeki apabila menjauhkan kita kepada-Nya, menurunkan ibadah kita, adalah berarti ujian” sambungnya.

Lebih baik sedikit namun mencukupi, daripada banyak namun melalaikan. Begitulah singkatnya.

Menonton tayangan amatir saat dan pasca bencana membuat saya tidak bisa tidur. Antara sedih, bersyukur, dan takut menyatu campur aduk.

Sedih apalagi ketika diberitakan ditemukan jasad anak dan ibu berpelukan, ayah yang mencari keluarga, suami yang harus merelakan istri. Ah saya membayangkan saja sudah ngeri. Membayangkan saya menggendong batita dan berlari panik, menenangkan diri agar ia tetap tenang pula, membayangkan apabila tangan saya terlepas dari pegangan suami ataupun anak. Ah membayangkannya saja sudah membuat saya menangis dan sadar manusia sungguh lemah. There is no power nor strength except through Allah. La Hawla walaa quwwata illa billah.

Bersyukur… saya masih disini.. masih bisa menatap wajah polosnya, mengelus punggung  tangan mungilnya, memeluknya, menciumnya.

Saya masih disini.. masih bisa memijat suami, mengobrol dengannya, saling memotivasi dan mengevaluasi. Seberat apapun ujian ternyata ga lebih berat.

Saya masih disini.. masih bisa bernafas lega, masih bisa makan dengan baik, tidur dengan nyenyak beralas kasur, masih bisa bekerja, sehat, berjalan, mengindra dengan sempurna. MasyaAllah

Juga takut… takut ini azab Allah terhadap maksiat, dosa yang sudah terlampau banyak dan membuat-Nya murka. Takut apabila kita sebenarnya saat ini sedang membiarkan maksiat tetap berjalan tanpa usaha menghentikan. Sampai akhirnya bumi ini sudah tidak sanggup menopang kemaksiatan dan dosa kita. Takut, jadi apa yang sudah saya siapkan untuk kematian? apa bisa khusnul khotimah? Apa bisa syahid tanpa hisab? Takut tanggung jawab yang belum terpenuhi, takut belum mendidik dan mentransfer ilmu terutama agama ke anak agar ia sepeninggal kita masih berpegang teguh pada agama Allah. Ah sekejap takut karena banyaknya yang belum saya siapkan.

Astagfirullah.. Ah Allah.. ampuni saya yang kurang bersyukur padahal Engkau akan tambahkan nikmat apabila kami bersyukur.

Ah Allah… ampuni saya yang kurang bersabar padahal Engkau akan menolong apabila kami sholat dan bersabar dengan khusyu’.

Ah Allah.. ampuni saya yang sudah banyak sekali dosa, maksiat, zalim padahal Engkau tidak pernah zalim terhadap hamba-Mu. Hamba-Mu lah sebenarnya yang telah zalim pada dirinya sendiri.

Ah Allah.. ampuni saya apabila belum mengajari anak sesuai Al-Qur’an dan Sunnah, merusak fitrah keimanannya kepada-Mu.

Ah Allah.. ampuni saya apabila belum maksimal beribadah kepada-Mu dan membiarkan maksiat berjalan padahal tau itu maksiat hingga Kau azab secara merata.

Ah Allah.. ampuni jika belum menjadi hamba yang cerdas yang banyak mengingat kematian, belum mempersiapkan kehidupan setelah dunia dan perjumpaan dengan Mu.

Ah Allah.. ampuni jika kami tidak bisa membaca alam sebagai tanda kebesaran-Mu, kami yang sombong berjalan di muka bumi, seakan tidak ada yang lebih berkuasa. Padahal, mudah saja bagi-Mu membolak-balikkan tanah, gunung dan alam ini. Engkaulah paling perkasa. There is no power nor strength except through Allah. La Hawla walaa quwwata illa billah.

Ah Allah.. semoga hati ini masih diberikan kejernihan, cahaya untuk merasakan kesedihan dan kepeduliaan bagi saudara yang sedang terkena ujian. Kuatkan kami… luruskan niat kami dalam membantu karena tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula bukan?

هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ

Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). QS Ar-Rahman : 60

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s