Ini Dia Rekomendasi Pustaka Hidup Untuk Anak. Paling Rekomen Nomor 2!

Dulu sebelum menikah, saya sudah memiliki ketertarikan di bidang pendidikan terutama untuk anak usia dini. Beberapa program pengabdian masyarakat yang coba saya ikuti pas zaman masih menjadi mahasiswa S1 pasti ga jauh dari dunia anak-anak. Dari sinilah saya jadi berkenalan dan akrab dengan buku anak. Pelan-pelan saya mengumpulkan buku anak walau jodoh saat itu belum kelihatan hilalnya. Setelah menikah lalu punya anak dan negara api menyerang (baca: bertemu realita), saya bersyukur telah mencicil mengumpulkan bekal literasi anak karena tentu setelah menikah pasti ada kebutuhan lainnya yang lebih prioritas.  

Nah.. dari perjalanan mengenalkan literasi ke anak-anak sejauh ini, saya jadi belajar dan mengambil benang merah tentang buku anak. Ibarat jurnal ilmiah, buku anak juga ada yang punya high impact factor! (yaelah bawa-bawa jurnal kek sering baca aja…).

Indikator dari buku tersebut yakni ide cerita menarik dan menggugah!. Membacakan buku-buku anak tersebut membuat BLOOOOWWW CHILDREN’s MIND dan itu kelihatan sekali di sorot mata anak. Anak terinspirasi, terngiang dalam pikirannya hingga tidak sabar untuk membalik ke halaman selanjutnya. Kadang anak dapat mengaitkan suatu kejadian yang pernah dialami dengan karakter atau cerita di buku tersebut. Sikapnya bisa jadi merupakan hasil refleksi dari baca atau dibacakan buku tersebut. Narasi bukunya mengalir, pemilihan diksi yang indah dan pesan moral yang tidak disampaikan langsung  sehingga tidak terkesan menggurui. Berkaitan dengan ini, ternyata kalau lagi membacakan buku anak, tidak perlu para orang tua tiba-tiba berhenti sejenak lalu menasehati atau di akhir buku membacakan pesan moralnya. Namun lebih baik dipancing untuk berdiskusi dan membiarkan anak sendiri yang mengeluarkan statement tentang apa yang ia pelajari dari buku tersebut. Dengan kata lain buku yang baik akan memberi ruang pembaca untuk berpikir dan menarik kesimpulan tanpa disuapi secara langsung. Oleh Charlotte Mason (saya saat ini bukan pengikut metode Charlotte Mason namun istilah living books memang  dikaitkan dengan CM) buku-buku seperti ini disebut living books atau pustaka hidup. Sejauh saya memandang (yang sebenarnya masih minim sekali pengalaman), buku-buku hidup ini kebanyakan masih didominasi oleh buku-buku dari luar negeri (kebanyakan buku lama) dengan cerita berkaitan dengan pengalaman dan keseharian anak. Buku-buku ini dinikmati bukan hanya anak namun juga orang tuanya. Buku lokal yang tergolong living books versi saya belum banyak ditemukan. Salah satu penerbit yang saya rekomendasikan mengeluarkan buku cerita bergambar yang berkualitas yakni buku-buku Litara. Buku “Aku Suka Caramu” adalah salah satu contoh buku cerita lokal terbitan Litara yang kami sukai. 

Setidaknya ada 5 rekomendasi buku cerita impor bergambar untuk anak usia dini yang bisa menjadi alternatif bagi ibu-ibu bila telah menyiapkan budget dan ingin mengadakan buku anak di rumah. Ingat ya pahami dulu panduan memilih buku anak. Cekidot ! baca juga : 101 Memilih Buku Anak Agar Dompet Tidak Bocor

  1. The Tale of Peter Rabbit dan The Tale of Jemima Puddle Duck.

Buku-buku tersebut merupakan salah dua karya Beatrix Potter. Buku tersebut menghadirkan kisah hewan yang menjadi tokoh utama dengan pesan moral yang tersirat dan lekat dengan kehidupan sehari-hari anak. The Tale of Peter Rabbit menceritakan tentang Peter si kelinci yang telah dipesankan oleh ibunya untuk tidak masuk ke kebun Mr McGregor namun ia tidak menurutinya. Apa yang terjadi pada Peter di kebun tersebut? ternyata Peter ketahuan memakan hasil kebun Mr Mc Gregor dan dikejar pemiliknya. Peter menjadi sangat ketakutan. Di akhir cerita orang tua tidak perlu menguraikan pesan moral yang terkandung seperti “Tuh kan Nak jadi anak mah nurut ku mamah!”. Buku The Tale of Jemima Puddle Duck juga alur ceritanya menarik dan menyimpan pesan tersirat. Mengisahkan seorang bebek yang mau bertelur dan butuh tempat nyaman jauh dari keramaian ladang. Kemudian bebek tersebut mencari tempat yang cocok dan tempat itu ternyata di tengah hutan. Di tengah hutan tersebut ia bertemu dengan rubah yang ternyata memiliki tempat yang sangat nyaman berlapis bulu-bulu angsa yang lembut sehingga Jemima dengan mudah bertelur. Tapi ternyata… Jemima dalam bahaya. Apa yang terjadi kemudian? Penasaran kan ya…itu pula yang dirasakan anak ketika dibacakan. Penasaran dan tak sabar ingin membalikkan halaman.

Buku Karangan Beatrix Potter Paling Favorit
  1. Love You Forever karangan Robert Munsch

Speechless deh sama buku ini… romantis dan ide ceritanya lekat sekali dengan hubungan anak dan orangtua. Buku ini menceritakan tentang bagaimana seorang anak tumbuh di tiap fase perkembangan mulai dari bayi hingga dewasa dan kasih sayang seorang ibu menyertai tiap fase ini hingga anak tersebut memiliki anak (sang ibu punya cucu). Berbekal cinta dari ibunya dalam mengasuhnya, ia turunkan ke generasi selanjutnya. Buku ini selalu saya rekomendasikan pada teman-teman yang sering bertanya tentang buku yang bisa mempererat bonding dengan anak. Ilustrasinya juga hidup banget dan soooo relate! Buku ini pertama kali dicetak tahun 1945 dan yang kami punya adalah cetakan ke 64 (tahun 2001). Kebayang kan favoritnya buku ini hingga dicetak berpuluh-puluh kali.  Kalau sedang menghayati sekali membacakan buku ini, terkadang sampai meneteskan air mata.

  1. Buku-bukunya Eric Carle

Ilustrasinya Eric Carle ini sangat khas dengan ide cerita yang out of the box!.Beberapa judul yang kami rekomendasikan :

  • Brown Bear Brown Bear, What Do You See? Dan Polar Bear Polar Bear, What Do You Hear? Di buku ini penulis ingin mengenalkan konsep warna lewat hewan-hewan dan konsep macam-macam suara hewan. Recommended untuk sensory activity anak yang menggunakan semua inderanya dalam mengenal dan belajar suatu hal.WhatsApp Image 2020-07-26 at 1.21.33 AM
  • The Mixed-up Chameleon. Menceritakan tentang seekor bunglon yang merasa bosan sama hidupnya sampai kemudian dia ke kebun binatang dan melihat hewan-hewan lain yang begitu menarik baginya. Mulai lah ia punya keinginan untuk sekuat gajah, secantik flamingo, sepintar rubah dan seterusnya hingga akhirnya tubuhnya campur aduk dan walhasil jadi malah gabisa menangkap lalat makanannya saat dia lapar. Buku ini memberi pesan tersirat bahwa menjadi orang lain ternyata tidak bahagia.

WhatsApp Image 2020-07-26 at 1.21.34 AM (2)

  • The Very Hungry Caterpillar. Wah ini udah pada tau lah ya! Buku terbaik Eric Carle. Dari satu buku banyak sekali manfaatnya mulai dari belajar berhitung dengan cerita menyenangkan, belajar nama hari, belajar metamorfosis kupu-kupu, hingga imbauan untuk makan secukupnya. Baca juga : [Sebuah Dongeng] Ketika Mr. Caterpillar Puasa
WhatsApp Image 2018-02-21 at 14.31.58
Bermain playdough setelah membaca buku The Very Hungry Caterpillar
  • Walter the Baker. Buku ini menceritakan tentang penemuan roti Pretzel. Buku ini ingin menyampaikan bahwa kita pernah gagal, jangan putus asa. We never know apa yang terjadi ketika merasa smua usaha sudah dikerahkan, doa sudah dipanjatkan. Sering kejadian ada keajaiban ketika mendekati deadline bahkan banyak penemuan obat terjadi ketika tidak sengaja atau salah buat. Lagi-lagi disampaikan tanpa menggurui.
  • Dan masih banyak lagi buku-buku karangan Eric Carle lainnya yang menggugah.
  1. The Cat in the Hat karangan Dr. Seuss

Sama seperti Eric Carle, ilustrasi Dr. Seuss juga sangat khas. Karakter yang digambarkan Dr. Seuss kadang melampaui imajinasi. Menurut opini pribadi, buku-buku Dr. Seuss bagusnya dibacakan dalam bahasa aslinya (Bahasa Inggris) karena punya rima yang menarik. Kalau membacakan buku Dr Seuss dalam Bahasa Indonesia, biasanya sebelum membacakan kepada anak saya harus fokus baca hingga tuntas dan mengerti alur ceritanya (itu tadi.. cerita dan karakter yang digambarkan beyond my average imagination). The Cat in the Hat sendiri menceritakan tentang dua orang kakak beradik yang sedang duduk di depan jendela menatap hujan dan tidak bisa bermain keluar hingga akhirnya datang si kucing yang menunjukkan pada mereka bahwa walau hanya di rumah kita bisa melakukan hal-hal seru. Buku ini juga memperlihatkan kepada anak bahwa boleh kok bermain tapi ingat tidak merusak dan yang terpenting setelah itu dibereskan. Namun, tidak semua cocok dengan buku Dr. Seuss ini, jadi pastikan ibu-bapak mencari lebih banyak informasi detail mengenai buku karangan Dr. Seuss. 

WhatsApp Image 2020-07-25 at 11.57.52 PM

  1. It’s Ramadan, Curious George

Tujuan pengadaan buku ini untuk mengenalkan bulan Ramadan mulai dari saat menyiapkan bulan special ini hingga idul fitri. George (digambarkan dalam karakter monyet) membantu Kareem menjalankan ibadah puasa. Bagian yang paling mengesankan ketika George membantu Kareem agar tetap sibuk di siang hari dan mengajak Kareem meninggalkan dapur ketika mendengar suara perut Kareem. Oh ya, Curious George punya banyak judul yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak. 

WhatsApp Image 2020-07-25 at 11.57.50 PM

Itu tadi 5 rekomendasi buku cerita versi saya dan my kid approved! tak bosan untuk mengingatkan ke diri saya pribadi bahwa buku anak tanpa dihidupkan oleh orang tua tak kan bisa menjadi pustaka hidup. Selamat menghidupkan buku-buku di rumah ya! enjoy the moment !

3 thoughts on “Ini Dia Rekomendasi Pustaka Hidup Untuk Anak. Paling Rekomen Nomor 2!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s