Santai Sejenak di Slow City-nya Korea Selatan

Alhamdulilah setelah hari-hari penuh perjuangan hingga weekend yang tetap pula berkutat untuk memenej diri agar tetap adil di rumah dan di kampus, tiba juga waktu ‘santai sejenak’. Libur di bulan Oktober yang cukup dinantikan oleh warga Korea yaitu Libur Chuseok atau Korean Thanksgiving Day!. Libur ini salah satu libur terpanjang dalam satu tahun, lamanya hampir satu minggu, dan menjadi momen pulang kampung bagi warga Korea. Di hari Chuseok juga biasanya masyarakat saling memberikan hadiah. Hadiah umumnya berbentuk bingkisan buah, ikan, daging, jamur, atau minyak seperti avocado oil. Awalnya lucu sih melihat parsel yang diberikan berupa ikan asap atau berbagai jenis minyak, tapi ternyata termasuk hadiah mewah dan harganya bisa jutaan. Kami sendiri memberikan bingkisan ikan untuk profesor di Chuseok kali ini.

Tentu Chuseok kali ini juga tidak seramai tahun-tahun sebelumnya karena masih pandemi Covid19. Pemerintah Korea juga jauh-jauh hari sudah membuat kebijakan tentang panduan liburan Chuseok antara lain; 1. jika ingin berpergian ke luar kota menggunakan kendaraan pribadi, dan 2. pemerintah melakukan pembatasan jumlah kursi angkutan umum yang dijual. Setelah memantau kasus harian Covid di Korea dan memahami aturan pemerintah, bismillah refreshing-lah kami sejenak ke luar hiruk pikuk Seoul. Tujuan kami kota yang tetap modern tapi pace-nya tidak se-rush Seoul. Pilihan jatuh ke Jeonju-si!. Jeonju-si sendiri pada tahun 2010 dinobatkan sebagai slow city oleh sebuah organisasi internasional. Kota ini meningkatkan kualitas hidup dengan memperlambat tempo kehidupan secara menyeluruh, jadi ga se-palli palli kota besar lain terutama Seoul.

Refreshing membawa serta anak-anak ya gausah banyak harapan. Walau tetap membuat itinerary yang cukup detil agar bisa mengestimasi budget, tapi kenyataannya kita menyesuaikan kebutuhan anak-anak saja. Salah satu penghematan menurut kami yaitu membawa stok makanan kami di freezer karena tempat menginap menyediakan microwave. Niat awal perjalanan singkat ini memang ingin memahami budaya Korea lebih dalam (supaya makin cinta dan semangat survive di Korea), makanya tujuan utamanya hanya Jeonju Hanok Village dan merasakan Hanok Life Experience.

Desa Hanok Jeonju adalah kawasan dengan sekitar 800 rumah tradisional Korea di dalamnya yang masih dipertahankan di tengah kota oleh pemkot Jeonju, disaat kota lainnya diubah semakin industrialis. Kami pun mencicipi menginap di rumah hanok. Rumah Hanok sendiri umumnya dibagi menjadi dua bagian yaitu Sarangchae dan Anchae. Sarangchae biasanya ruangan untuk laki-laki, sedangkan untuk perempuan dinamakan Anchae yang letaknya terpisah dengan ruang laki-laki dan berada lebih dalam. Ternyata, dari zaman nenek moyang Korea juga memiliki kultur memuliakan perempuan. Sensasi tinggal di Hanok sebenarnya sama sih seperti tinggal di kampung di Indonesia. Tidur, makan, dan bersantai bersama keluarga di lantai. Bedanya mungkin di bangunan rumah yang unik nan kokoh, sertai lantai-nya yang hangat karena menggunakan sistem pemanasan khas yang dinamakan ondol, namuni tetap sejuk di kala summer.

Selain mencicipi tinggal di rumah tradisional, kami menikmati hari berkeliling di kawasan tersebut. Hanya mengunjungi Jeonju Hanok Village saja sudah banyak sebetulnya spot-spot bersejarah kota Jeonju yang bisa dikunjungi, seperti Omokdae (bisa lihat rumah-rumah Hanok dari atas), museum-museum, jeonju Hyanggyo (Confucian School), Gyeonggijeon Shrine, mural dan art village dan masih banyak lagi. saya pribadi setelah punya anak ga terlalu berambisi sih untuk menjelajahi setiap tourist attraction. Selain itu, ini libur Chuseok dimana banyak tempat wisata tutup serta kami juga berusaha menghindari keramaian. Cukup mengitari sekeliling kawasan bersama-sama sambil memberikan stimulasi atau edukasi tentang budaya, anak-anak sudah cukup puas. Kemudia tak lengkap jika tidak merasakan kuliner tradisional tentu yang muslim-friendly seperti cumi bakar, mie kaldu ikan atau set nasi ikan dengan traditional side dish yang Korea banget yaitu didominasi aneka sayuran, kimchi, serta rumput laut dengan kuah susu kedelai. Sebelum mengakhiri perjalanan, tidak lupa pula mencicipi choco pie terkenal seantero Jeonju yaitu PNB Bakery yang sudah ada sejak 1951 (walau menurut saya rasanya biasa saja hanya karena penasaran). Jika punya budget khusus, ga ada salahnya merasakan Korea zaman dulu dengan berkeliling menggunakan hanbok.

Kalguksu dengan kuah seafood.
 Iconic choco Pie PNB Bakery

Serunya… kawasan Jeonju Hanok Village juga ramah anak. Sambil ngadem, ada tempat khusus anak-anak bisa mencoba permainan tradisional Korea atau membuat kerajinan tangan. Di pusat informasinya juga tersedia penyewaan stroller serta fasilitas penyimpanan barang.

Alhamdulillah.. santai sejenak bersama keluarga sekaligus mengisi baterai diri sebelum kerja rodi lagi terlaksana dengan lancar dan masih diberikan kesehatan oleh Allah hingga saat ini.

Kalau punya rencana untuk berlibur ke negeri oppa-oppa ini, don’t forget to count Jeonju-si in yaa to feel more about Korean culture experience. Semoga pandemi ini segera kelihatan ujungnya dan kita semua diberi kesehatan aamiin. Stay safe and healthy!

3 thoughts on “Santai Sejenak di Slow City-nya Korea Selatan

  1. Wuaaah.. serunya.. seneng akutuh kalo tempatnya ramah buat main anak-anak. Daan, cumi bakarnya, bikin ngiler kak, hehe.. Itu mainan dinosaur nya lucu amat, di Indo ada jual nggak ya, hihi..

    Semoga selalu sehat, supaya bisa kumpul dan jalan-jalan lagi bareng keluarga ya kak, aamiin.. 😀

  2. Halo Teh Yangie, aku mampir ke sini karena ketemu di 1minggu1cerita 😍 Langsng ngeh nama Teh Yangie yg bareng di itbmh book. Hehehe..

    Jalan2 sama anak memang harus fleksible ya. Itenery ga bisa dipaksain, ngikutin mood n kondisi anak juga. Semoga pandemi ini ceoat berlalu yaa, jd jalan2 pun bisa lbh bebas n lbh tenang..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s