Asyiknya Belajar di Museum Anak Korea Selatan (Part 1)

Museum menjadi salah satu destinasi wisata bagi saya ketika berkesempatan mengunjungi suatu kota atau negara, termasuk selama di Korea Selatan ini. Alasannya satu! karena museum itu biasanya GRATIS jadi cocok sekali kan untuk budget mahasiswa rantau pas-pas-an. Jikalau bayar, karena museum yang didatangi kebanyakan dikelola pihak pemerintah, jadi tiket masuknya akan ramah di kantong rakyat biasa. Museum di Korea Selatan menjadi sarana penting pembelajaran bagi anak-anak serta warisan kultur bagi generasi penerus. Jadi saya ga heran lagi mengapa Korea punya kultur budaya yang cukup kental bahkan Hallyu-nya selalu dipromosikan lewat apapun termasuk drama korea, lah wong dari kecil sudah difasilitasi jor-jor-an sama pemerintahnya, termasuk melalui museum. Oleh karena itu, ketika mengunjungi museum, acapkali akan ditemui pula museum anak disamping bangunan utama museum yang diperuntukkan untuk pengunjung dewasa.

Biasanya museum yang memamerkan karya-karya seni atau sejarah sering ada peraturan untuk tidak boleh berisik atau khawatir maha karya akan rusak. Namun, disisi lain mulai dari anak-anak perlu diajarkan sejarah dan budaya, sehingga pemerintah membuat fasilitas museum untuk anak dan tentu dengan kegiatan menarik di dalamnya yang anak-anak banget! Fasilitas pendukung lain juga disediakan dan sangat memadai untuk keluarga dan anak-anak, seperti toilet khusus anak-anak, tempat makan atau istirahat, hingga ruang menyusui yang super lengkap sampai ada kasur bayi, microwave, dispenser bahkan sterilizer! Museum sangat diperhatikan sekali oleh pemerintah dengan  didesain sangat menarik, tertata apik, dan bersih terawat. Pengunjungnya serta pengelola saling bekerja sama untuk mentaati aturan seperti tidak makan dan minum, antri, atau menjaga kebersihan. Memang dari orang-orangnya juga yaa harus disiplin untuk menjaga fasilitas publik. Menariknya juga, di museum pemerintah merekrut volunteer remaja atau lanjut usia untuk ikut menjadi penjaga atau pemberi informasi selama di museum. Bagi yang punya anak remaja, ini menjadi pengalaman yang menarik dan salah satu kegiatan yang bermanfaat. 

Museum bukan menjadi tempat yang membosankan seperti stigma umumnya, museum menjadi semenyenangkan itu! berikut museum-museum anak yang pernah kami datangi di kota Seoul.

1. Seoul Children Museum

Museum anak ini berlokasi di Children Grand Park (subway line 7). Ini adalah museum anak pertama yang kami kunjungi dan langsung terkesima. Saya manggut-manggut paham mengapa negara yang hanya selang sehari kemerdekaannya dengan Indonesia bisa semaju ini, despite of luas negaranya yang mungkin ga lebih besar dari Pulau Sumatera. Museum ini sudah pernah saya ceritakan di postingan tersendiri (baca di sini yaaa). Dari spot stimulasi sensori dan tempat bermain untuk bayi, sampai spot luar angkasa serta experience science lainnya, seperti membuat bendungan air all out! ada di museum ini. Anak-anak betul-betul merasakan pengalaman belajar yang mengasyikkan dan tak pernah bosan untuk dikunjungi.

Kunjungan kedua, explore bagian pengalaman bermain air sambil belajar

2. National Museum of Korea

Museum in terletak di tengah kota yaitu di daerah Ichon (subway line 4). Selain museum utama, tersedia juga museum untuk anaknya. Kabar gembira, museumnya gratis! Bagian anak ini dibagi per-sesi dengan satu sesi berdurasi 1 jam 40 menit dan hanya menampung kira-kira 100 hingga 150 orang per-sesi termasuk pendamping (Kebijakan sebelum pandemi, ketika pandemi kebijakan akan berbeda sesuai level keparahan Covid19 di Seoul). Di Museum Nasional ini, anak-anak berkenalan dengan sejarah kerajaan besar semenanjung Korea terdahulu, yaitu Kerajaan Gaya dan Silia. Mengenalkan kerajaan tersebut untuk anak-anak dibuat semenarik itu! Kerajaan Gaya memiliki kepandaian membuat besi, anak-anak dikenalkan benda-benda yang terbuat dari besi, lalu diajak bagaimana sih membuat besi itu. Mulai dari memalu, memanaskan, hingga dapat digunakan untuk baju perang (di bagian ini anak-anak diminta merancang dan mencoba baju perang). Anak-anak juga dikenalkan tentang rumah tradisional kerajaan tersebut, atap rumah hanok yang ternyata memiliki sejarah dan anak-anak diberi aktivitas untuk lebih mengenal atap hanok tersebut. Aktivitasnya bermacam-macam seperti mengarsir kertas di atas lempeng simbol yang ada di atap hanok, mewarnai, menyusun puzzle, atau bahkan mencoba menyusun genteng karena gentengnya sendiri ada artinya. Lalu anak-anak juga menjadi tau bahwa zaman dulu orang-orang mencari makan dengan bercocok tanam atau berburu, mereka lalu diajak merasakan bagaimana orang zaman dulu berburu yaitu dengan memanah kelinci. mereka memanfaatkan layar proyektor untuk membuat game memanah kelinci. Bahkan mengapa kerajaan Gaya tersebut kalah dan dikuasai oleh Kerajaan Silia setelahnya, juga disampaikan lewat aktivitas atau permainan yang asyik. Kalau begini, stigma mengunjungi museum itu membuat ngantuk akan terpatahkan! Saya jadi membayangkan  di Indonesia mengenalkan kerajaan Sriwijaya dan Majapahit semenarik seperti museum ini.

Kerajaan Gaya si Pandai Besi
Kerajaan Gaya si Pandai Besi
Simulasi memasukkan logam untuk dibakar menjadi lempengan besi
Sejarah Atap Hanok (Rumah Tradisional Korea)
Anak-anak diperkenalkan rumah tradisional Kerajaan Gaya
Aktivitas mengenalkan budaya di Museum
Memanfaatkan teknologi untuk memberikan pengalaman berburu bagi anak

 

3. War Memorial of Korea

Sesuai dengan namanya ya, museum ini banyak menceritakan tentang penjajahan dan zaman Korea Selatan merebut kemerdekaan. Sama dengan National Museum of Korea, museum ini juga gratis dan dibagi per-sesi. Sambil menunggu giliran sesi, anak-anak bisa menunggu sambil melihat labirin bola yang besar di area dekat informasi, membaca buku di perpustakaan mini yang tersedia, atau bermain di playground. Dalam museum tersebut, anak-anak diajak masuk ke bilik-bilik. Masing-masing bilik memiliki satu tokoh pahlawan yang dikenalkan. Anak-anak diminta menjawab pertanyaan di buku museumnya tentang pahlawan tersebut. Kemudian anak-anak juga diceritakan bagaimana suasana melawan penjajah, mereka diajak membangun benteng, menghancurkan kapal musuh dengan meriam. Anak-anak juga dikenalkan tentang profesi tentara dan disediakan game virtual tentang latihan militer yang seru banget! seperti melompati batu, berjalan di atas tali, atau menghindari gelondongan kayu. Anak-anak diperlihatkan bagaimana suasana ketika merdeka bahkan disediakan mikrofon khas untuk berteriak merdeka dalam bahasa Korea. Lalu Korea Selatan mulai bangkit dan menjalin kerjasama internasional, anak-anak diajak menyusun bendera negara-negara di dunia, mewarnai atau aktivitas mengenalkan simbol negara dan bendera Korsel, hingga ada satu ruangan khusus untuk bernyanyi lagu kebangsaan. Dalam kompleks museum ini juga ada pameran tank, pesawat tempur, atau kendaraan lain yang digunakan ketika merebut kemerdekaan seperti yang pernah saya lihat di Museum Satria Mandala di Jakarta. Wah menarik sekali ! di museum ini anak diajak untuk mencintai negaranya dan jas merah! jangan sekali-sekali melupakan sejarah.

 

Sambil nunggu bisa melihat ini

Tiap bilik ada informasi nama pahlawan

Mari hancurkan kapal musuh pakai meriam

Yuk kita bangun benteng!

Wamil ala-ala

Wamil ala-ala lagi

Teriak merdeka!

Menyanyikan lagu kebangsaan

Di luar bangunan ada juga pameran transportasi tempur

4. Korean National Folk Museum

National Folk Museum of Korea ini sekomplek dengan istana Gyeongbokgung dan dekat dengan Bukchon Hanok Village. Tempat-tempat ini pasti destinasi wajib turis mancanegara yang berkunjung ke Seoul. Bagi yang membawa serta anak, jangan lupa untuk mampir mengenal budaya Negeri Ginseng lewat museum anak di komplek wisata ini. Tenang.. museum ini juga ga bayar! Sesuai dengan namanya, museum ini ingin membagikan cerita rakyat zaman dulu untuk anak-anak. Dalam permanent exhibition-nya menghadirkan legenda “Anjing, Kucing, dan Kelereng Ajaib”. Cerita rakyat yang menjadi asal muasal kenapa anjing dan kucing selalu bertengkar, yang sebenarnya berawal dari keinginan membalas budi untuk tuan yang merawatnya yaitu seorang nelayan miskin. Ceritanya sendiri dapat dibaca di sini ya. Nah aktivitas-aktivitas dibuat menyenangkan tentu berhubungan dengan cerita rakyat ini misal tentang nelayan, bagaimana sih mencari ikan ketika musim dingin which is air laut tuh beku, lalu bermain puzzle mencocokkan ikan, anak-anak diberi pengalaman memancing ikan dari kapal, dan belajar tentang balas budi. Selain permanent exhibition, ada juga special exhibition-nya. Ketika kami berkunjung, pameran khususnya tentang Taste of Asia. Anak-anak jadi tau perbedaan budaya makan bahkan di lingkup Asia sendiri, seperti beda sumpit atau mie Jepang, Cina dan Korea. Nah di pameran ini ada juga tentang makanan serta budaya makan di Indonesia lho!

5. Museum of Natural History, Science and Technology

Ada dua museum terkait ini yang pernah kami datangi. Yang pertama di Gwacheon dan juga yang paling besar. Asli! Museum ipteknya gede bangettttt dan ga kaleng-kaleng! terniatt dari zaman purbakala, penemuan-penemuan penting hingga planetarium yang membuat makin kagum sama penciptaan-Nya, lengkap dan sangat terawat! Sungguh surga untuk memenuhi dan menjawab curiosity anak-anak. Di sini juga akhirnya bisa bertemu dengan dinosaurus walau hanya replika.

Akhirnya melihat seberapa besar dinosaurus itu walau hanya patung
Komplek museum super lengkap dan besar, belum kesampaian ke space part karena tiketnya selalu habis
Contoh aktivitas mengetahui bagaimana daur hidup dan tempat tinggal ikan

 

Selain di Gwacheon, museum sejarah pembentukan alam beserta isinya juga ada di Sodaemun. Lokasi di Sodaemun cukup jauh dari tempat tinggal kami dan lebih kecil, bagian paling menarik di Sodaemun yaitu tentang gunung merapi meletus. Ada sungai lava virtual yang seakan-akan nyata serta berkesempatan bertemu dengan T-rex!

Museum anak bukan hanya di Kota Metropolitan Seoul saja, tapi dapat ditemui hampir di setiap kota atau kabupaten se-antero Korea Selatan bahkan tema museum tergantung sejarah khas yang dimiliki kawasan tersebut, misal di Oido Musuem, Siheung, Gyeonggi-do, yang merupakan salah satu tempat bersejarah yang banyak berhubungan dengan masa paleolitik. Cerita museum di luar Seoul yang ga kalah menarik insyaAllah akan ditulis di part dua ya! Kalau anak ditanya apa yang paling dirindukan selama pandemi ini? dia akan menjawab pergi ke museum. Masih banyak museum anak yang ingin kami ceritakan, tunggu part selanjutnya ya.

One thought on “Asyiknya Belajar di Museum Anak Korea Selatan (Part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s