Pohon Impian

Penghujung bulan Mei menjadi salah satu momen paling mengharukan selama tinggal di Korea. Sejak memasuki 꿈나무 어린이집 (tempat penitipan anak bernama Pohon Impian dalam Bahasa Korea, dibaca: Kkumnamu Eorinijib) untuk menjemput Hamka yang terakhir kalinya sebagai murid di sana, kerongkonganku sudah tercekat menahan tangis. Apalagi ketika direktur bersama para guru memberikan banyak hadiah dan menyiapkan … Read more

Journal PhD Bunda: Try to Survive my PhD

Akhirnya saya ikutan #Tanoschallenge! yang seliweran di grup WA @1minggu1cerita. Akhirnya saya juga tau singkatan Tanos alias Tantangan Naon Sih asliiii ngakak. Pas! tantangannya kali ini tentang membaca 15 menit saja setiap harinya. Saya pernah baca sebuah artikel yang menampilkan data bahwa menyediakan waktu khusus beberapa menit setiap hari untuk membaca buku, terutama sebelum tidur (bukan … Read more

Konseling, Refleksi, dan Kontemplasi

Seumur-umur hidup, baru kali ini akhirnya saya ikhtiar untuk mengobati mental dengan mendaftarkan diri ke konseling kampus. Kalau ada yang masih bilang ini hanyalah karena kurang iman, yasudah saya cuma akan senyum dan malas untuk menanggapi. Sebelum menemui psikolog, saya melakukan observasi ke diri sendiri dulu. Oh… saya merasakan anxiety yang tidak bisa dideskripsikan walaupun … Read more

Kunci Mengenal Diri

Entah ini sudah pertemuan keberapa kali dengan psikolog kampus. Namun, tampaknya saya masih kebingungan ketika harus menjawab pertanyaan sang konselor setiap akhir sesi. Jadi perasaan kamu detik ini apa ? tidak tahu. Saya merasa fine dan xoxo. Biasa saja.

Read more

Terpaksa Menelan Pil Pahit Bernama Kritik

Kamu tipe orang yang suka mengoreksi orang lain ? atau kamu lebih suka mengkritik dengan memberi contoh tanpa banyak berkata? Atau melakukan pembiaran saja karena tidak mau menimbulkan konflik hingga ia sadar sendiri?

Nah, bagaimana kalau di posisi yang dikritik? Kamu lebih suka disampaikan seperti apa ? lemah lembut tersirat harapannya akan langsung kita pahami, to do point walau terasa keras  dan menyakitkan, atau disampaikan dengan tegas pada momen yang tepat beserta alternatif  strategi perbaikannya? Kalau saya tentu pilihan yang terakhir tapi pada kenyataannya kadang tidak sejalan sepeti apa yang kita ingin.

Read more

Oh! Inikah rasanya culture shock? But you have to deal with it!

You have bad attitude! ga ada yang mau ngajarin kamu, ga ada yang mau temenan sama kamu kalau kamu memperlakukan anggota lab seperti itu! ditambah lagi skill-mu buruk sekali jadi pasti kamu butuh kami”. Begitulah 박사님 atau post-doc student yang menjadi lab manager tempat saya saat ini bernaung, blak-blak-an memberitahu saya. Saya, yang notabene tidak pernah sama sekali bermaksud berperilaku buruk kepada orang lain, apalagi di tempat baru, tentu syok dengan informasi ini. Saya awalnya merasa tidak terima. Saya masih ingat betul kosakata dan urutan kalimat yang digunakan karena tentu ada rasa nyut-nyutan di hati setelah perkataan tersebut. Namun entah kekuatan dari mana yang saya lakukan saat itu hanyalah mendengarkan, berusaha menangkap penekanan apa yang sebenarnya ingin wanita ini sampaikan, agar menjadi evaluasi saya ke depan. Kebanyakan concerns mereka sebenarnya hanya karena lack of communication.

Read more

Jurnal PhD Bunda (part II)

Tampaknya saya mulai menerima apa yang terjadi setahun kebelakang dalam perjalanan ini. Apa yang saya alami istilah kerennya adalah culture shock. Menurut w-shape curve, saya mungkin saat ini berada dipoin 4. Seperti yang telah saya ceritakan di sini (saya tulis ketika masa honeymoon dengan negara ini), keputusan sekolah lagi boleh dikata melalui proses yang cukup … Read more

Master Piece Bernama Manusia

Bismillah… Assalamualaykum! Gimana gimana nih kehidupan? alhamdulillah so far masih hidup ya.. masih punya kesempatan untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin. Setahun menjadi mahasiswa lagi membuat saya makin sadar (apalagi sudah menjadi ibu dua anak) bahwa… ternyata PhD itu BERAT dan ga maen-maen amanahnya. HAHAHA. Alhamdulillah ya Buuu begimana sih baru sadar.. makanya kalau … Read more

A Midnight Afterthought

“Rezeki itu…” begitulah ustadzah memulai kajian siang ini. Masih kami merinding membahas berita-berita highlight saat ini.

“adalah apapun yang diberikan atau yang luput dan diambil kembali oleh Allah, namun membawa diri lebih kenal ke Allah, mendekat kepada-Nya, bertambah iman kepada-Nya.”

Read more