Review Buku: Menuju Rumah Minim Sampah

Serius ! gaya hidup minim sampah itu bukan ikutan trend karena sedang populer.. Bukan untuk dibilang keren pula… gaya hidup minim sampah ini sebenarnya malah membawa kita (saya) mengingat kehidupan ketika kecil tepatnya ketika masa-masa TK dan SD. Ya, ternyata gaya hidup minum sampah ini mengembalikan kita ke kebiasaan kita dahulu yang ditinggalkan karena menurut kita yang kurang praktis dan bikin repot.

Read more

Ternyata, Begini Cara Berbenah Buku ala Konmari!

Alhamdulillah nulis lagi! Dua minggu sebelumnya saya merasa (sok) sibuk hingga sistem imun menurun..maklum..sedang ada beberapa deadline dan amanah. Pertama, minggu lalu jadwal saya mengajukan proposal untuk sekolah lagi. Iya! saya kangen sekolah.. saya pengen ngelab..

Read more

Lalu Untuk Apa Kita Berbenah?

Suatu ketika saya dan seorang kolega rehat sejenak dari kesibukan dengan menikmati secangkir cappucino di kafe kampus sambil mengobrol. Obrolan kami sampailah ketika saya menginformasikan bahwa saat ini waktu luang saya habiskan salah satunya dengan ikut kelas berbenah ala Konmari dan dia pun tertawa.

Read more

Sebuah Proses dan Usaha Berbenah

Saya tipikal orang yang makin berantakan tempat tinggal atau tempat kerja, makin suram suasana hati, makin kusut pikiran yang mengakibatkan jadi kurang berpikir jernih. Ditambah, menurut pengamatan suami, saya akan mulai rungsing, ngomel ga jelas, malas gerak itu kalau rumah sedang berantakan. Ternyata memang.. tempat tinggal yang rapi membuat saya entah mengapa makin semangat. Meninggalkan rumah dengan keadaan rapi sebelum berangkat pergi/ kerja memberi pengaruh yang dramatis berbeda kepada suasana hati. Senyumnya juga berbeda, lebih merekah ketika meninggalkan rumah dalam keadaan yang enak dilihat. Jadi kalau misal teman kantor saya melihat saya sangat bersemangat hari itu, berwajah cerah dan gembira, bisa jadi salah satunya karena saya baru saja berbenah rumah, selain karena tanggal gajian haha. Saya ingat setiap mau ujian semester ketika kuliah, alih-alih langsung belajar, saya meluangkan satu atau setengah hari untuk beberes kamar terlebih dahulu, kurvei besar kalau istilah ketika saya SMA. Baru setelah itu, saya akan merasa sangat fresh dan lebih mudah menangkap apa yang dipelajari.

Read more

Catatan Mengenal Pendidikan Finlandia: Review Buku Finnish Lessons

Kali ini ingin menulis yang agak ‘berat’ dan mikir, ingin menuangkan dari hasil membaca buku Finnish Lesson karya Pasi Sahlberg yang sudah malang melintang menjadi seorang guru, praktisi pendidikan, dan salah satu yang berkontribusi dalam kebijakan pendidikan di Finlandia.

Baca buku ini sebenarnya ga kebetulan banget karena memang buku Teach Like Finland yang sudah dimiliki belum tuntas di baca, jadi mikirnya… kalau baca buku Finnish Lesson mungkin akan berkaitan dan memperkaya bacaan si Teach Like Finland tersebut. Nah awal Mei kemarin, saya dan para panitia OSCE harus dikarantina di ruang logistik hingga hampir 1,5 hari. Daripada mati gaya maka lebih baik me-time dengan membaca. Saya bawa bacaan buku yang bahasannya berat tapi disampaikan ringan (komik 99 pesan nabi). Karena enak dibaca, jadilah hanya 1 jam langsung tamat, sedang masih ada 7 jam lagi. Kolega saya ternyata membawa buku Finnish Lesson tersebut dan akhirnya saya ikut melahapnya. Ternyata worthy dan no regret membacanya! Banyak insight yang didapat tentang pendidikan di Finlandia. Tidak bermaksud membandingkan dengan kondisi bangsa saat ini ya.. tapi kita bisa belajar banyak dari negara yang saat ini menjadi sorotan dunia karena sistem pendidikannya..

Read more

Parenting Tanpa Melengking, Lahirnya Generasi Gemilang dan Tangguh. A Book Review: The Secret of Enlightening Parenting

#Bookofthemonth yang dipilih kali ini adalah 3 buku yang menjadi rangkaian Enligtening Parenting. Buku utamanya yaitu The Secret of Enlightening Parenting yang ditulis oleh Mba Okina Fitriani. Mba @okinaf sendiri merupakan psikolog yang mendalami bidang Neuro-Linguistic Programming (NLP) dan Perkembangan Otak. Beliau juga sudah banyak pengalaman dalam pengembangan SDM. Ketika banyak memberi training SDM di perusahaan-perusahaan, beliau menyadari bahwa salah satu faktor permasalahan SDM dapat bermula dari pengasuhan mereka ketika kecil.

Yang menjadikan buku ini menarik bagi saya karena tidak melepaskan prinsip pengasuhan berdasar Al-Qur’an dan Sunnah, namun memadukan ilmu psikologi, neuroscience dan NLP sebagai tools dalam pencapaian visi misi pengasuhan yang sesuai tuntunan-Nya.

Read more

Kupas Tuntas The Read-Aloud Handbook

Semenjak menjadi guru di Sekolah Bermain Balon Hijau di Tubagus Ismail Bandung (sampai sekarang masih ada yeay ! Proud of you Ocha, Iin, Mehe *icon tepuk tangan) waktu zaman galau TA-sarjana-yang-tak-kunjung-selesai-gagal-mulu-ada, saya jadi keranjingan menggeluti dunia tumbuh kembang anak terutama literasi anak. Saya jadi nyicil beli buku-buku anak untuk dibacakan kepada bocah-bocah. Saya tidak punya background ilmu pengetahuan tentang literasi anak, cuma bermodal rasa bahagia ketika membacakan sebuah buku lalu mereka antusias, bertanya dan menjawab pertanyaan. Pun ketika berkesempatan mengecap pendidikan di UK, saya dapati perpustakaan yang ramah anak dan ada di setiap kelurahan, aksesnya mudah, orang tua yang acap kali terlihat membacakan buku untuk anak, serta buku-buku anak second yang super murah apalagi gratis membuat kalap.

Sampai akhirnya punya anak, saya lakukan apa yang pernah saya dapat dari pengalaman menjadi guru PAUD serta pengalaman baik di UK kepada anak saya. Saya bacakan buku rutin, kadang dia excited kadang digubris pun tidak, atau bahkan menutup buku karena tidak mau dibacakan juga pernah. Tapi karena emaknya senang sekali kalau bacain buku anak, saya pun tetap lakukan. Sekali lagi, saya lakukan hanya karena senang hasilnya pun belum terlihat namun saya percaya suatu saat nanti mungkin berbuah. Saya kemudian semakin dikuatkan ketika saya menemukan sebuah buku yang sungguh menggugah saya, “The Read-Aloud Handbook” karya Jim Trelease. Cover biru kuning yang ‘renyah’ menggambarkan sebuah keluarga ayah, ibu dan kedua anak yang membaca bersama dan ga nyangka isinya sangat padat ilmu! Banyak jurnal-jurnal yang disitasi tapi berhasil dipaparkan oleh penulis secara mengalir sehingga cukup mudah dipahami walaupun yang saya baca adalah versi terjemahannya. Oleh karena itu saya nobatkan buku ini menjadi salah satu buku recommended berfaedah versi MakNgoy!

Read more

A Review: Inovasi Sedekah di Buku 99 Sedekah Kreatif

Assalamualaikum !

Bismillah…
Post pertama di 2018 saya ingin review dan menyambung kebaikan buku pertama di 2018 yang dibaca yaitu buku #99sedekah kreatif, ditulis oleh Dewi Ambarsari. Bukunya ga tebel! hanya 127 halaman dan bisa khatam 15 menit saja tapi kontennya sungguh menyemangati dan menginspirasi, serta memerlukan tekad kuat untuk konsisten mengamalkannya.

Cover Buku 99 Sedekah Kreatif
Cover Buku 99 Sedekah Kreatif

Read more

Review Buku: Keluarga Kita, Mencintai Dengan Lebih Baik

Assalamualaykum !!!

Bismillah.. kali ini kepengen share in my point of view buku berjudul Keluarga Kita, Mencintai dengan Lebih Baik karya mba Najeela Shihab. Penulis sendiri memang memilih berkontribusi untuk Indonesia melalui pendidikan, terkhusus pendidikan keluarga, karena penulis percaya bahwa mendidik anak yang pertama dan utama adalah dari keluarga. Hingga pada 2012, Najeela Shihab akhirnya mendirikan Keluarga Kita. Dari sini tercetus pula Relawan Keluarga Kita atau Rangkul, sebuah program pemberdayaan keluarga untuk menyebarkan cita-cita Keluarga Kita tersebut ke seluruh pelosok Indonesia. Rangkul tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan diharapkan menjadi wadah positif bagi para orang tua untuk terus belajar dan saling mendukung.

Read more

Review Buku: Jatuh Hati pada Montessori

Kali pertama saya mendengar istilah Montessori adalah ketika mengikuti sebuah grup parenting, dimana salah satu programnya yaitu kuliah online. Topik yang saat itu dibahas adalah metode Montessori. Metode ini nampaknya sedang ngetrend, sedang ramai dibuat hastagnya #montessoridirumah oleh para ibu muda era sekarang. Ya ! saya pun penasaran. Saya mengikuti kuliah online secara pasif waktu itu, istilahnya hanya silent reader. Saya mencoba memahami filosofi dan konsep yang ada dalam metode tersebut. Saya pun menarik kesimpulan sederhana dari hasil kuliah singkat tersebut.

“Oh… Montessori itu bagaimana kita ngajarin anak kecil, membebaskan anak untuk ikut kegiatan kita sehari-hari seperti membiarkannya nyendok sendiri, menuang air, membiarkannya mengenal alat-alat rumah tangga pecah belah dengan percaya bahwa itu akan menjadi memorinya dan berguna untuk life skill ketika ia dewasa”

“Oh… Montessori itu dimulai dari belajar menyendok.. sesimpel itu yah.. menuang, menjepit kancing, menggunting, dll”

“Oh… ada materialnya tersendiri yah Montessori..wah materialnya kenapa didesain begini amat… duh ini material dapet drmana ya belinya ?wah modalnya kok mahal L “ gumam saya ketika iseng mengecek harga material-material Montessori di Tokped atau Buka Lapak.

Read more